Minum Terlalu Banyak Air Justru Bisa Berbahaya, Kok Gitu?

Minum Terlalu Banyak Air Justru Bisa Berbahaya, Kok Gitu?

Kesehatan 384

Water intoxication atau keracunan air adalah gangguan fungsi otak akibat terlalu banyak minum air. Kelebihan air akan membuat natrium, salah satu elektrolit dalam darah, mengencer. Ketika natrium tersebut mengencer, maka kadarnya menurun dalam darah. Apa yang terjadi selanjutnya? Sel akan mengalami pembengkakan. Kenapa itu  bisa terjadi? Kita bahas singkat tentang natrium darah ya.

Shop with Me

LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
T-shirt
IDR 150.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sprei kasur Bahan Polymicro
IDR 23.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gamis Tartan Kotak Marun
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Natrium sendiri berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan luar sel. Saat konsumsi air terlalu banyak, maka itu akan menurunkan kadar natrium dalam darah, di mana  kadar normalnya yaitu sekitar 135-145 mmol/L. Jika lebih rendah dari itu, maka kondisinya disebut dengan hiponatremia. Hal ini akan menyebabkan cairan dari luar berpindah ke dalam sel, maka terjadilah pembengkakan.

Tanda-Tanda

Bayangkan jika pembengkakan tadi terjadi pada sel otak. Tentu hal tersebut dapat meningkatkan tekanan dalam otak dan berujung berbahaya hingga bisa mengancam jiwa. Gejala water intoxication cenderung muncul ketika seseorang mengonsumsi air putih sebanyak 3-4 L dalam waktu beberapa jam. Hal ini akan menyebabkan gejala-gejala awal yang biasanya ditunjukkan dengan:

  • Sakit kepala

  • Mual atau muntah

  • Kram atau kelemahan otot

  • Peningkatan tekanan darah

  • Penglihatan ganda

  • Kebingungan

  • Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi

  • Sulit bernapas

Pada kasus yang sudah parah, water intoxication dapat  menyebabkan penumpukan cairan di otak, yang disebut dengan edema serebral. Gejalanya seperti kejang, kehilangan kesadaran, koma, bahkan kematian. Kondisi ini dapat memengaruhi batang otak dan menyebabkan disfungsi sistem saraf pusat, sehingga harus diberikan pertolongan darurat.

Salah satu gejala keracunan air adalah sakit kepala

Penyebab

Sebenarnya, water intoxication sangat jarang terjadi, karena  tidak ada orang yang akan minum air dalam jumlah sebanyak itu tanpa disengaja. Meskipun begitu, dari beberapa kasus yang ditemukan, keracunan air paling sering terjadi pada orang-orang yang mengikuti perlombaan  olahraga, pelatihan militer, atau orang dengan kondisi kesehatan mental tertentu. 

  • Perlombaan olahraga, seperti atlet endurance dan atlet marathon

  • Pelatihan militer, seperti tentara yang sedang berlatih

  • Kondisi kesehatan mental tertentu, utamanya pada penderita skizofrenia, tetapi juga bisa pada orang dengan gangguan kepribadian, psikosis, dan gangguan afektif

Kasus keracunan air sering ditemukan pada peserta lomba olahraga, tentara, dan penderita skizofrenia

Seberapa Konsumsi Air yang Berlebihan Itu?

Water intoxication terjadi saat orang minum air dalam jumlah banyak, tetapi tidak diiringi dengan pengeluarannya melalui urin,  dan dalam jangka waktu yang singkat. Setiap jamnya, ginjal hanya mampu mengeluarkan air sebanyak 0,8–1 L dan total seharinya adalah 20-28 L. Jadi meskipun akumulasi dalam seharinya banyak, pengeluaran setiap jamnya itu terbatas.

Ketika kita minum air yang banyak dalam waktu singkat, otomatis kerja ginjal menjadi lebih berat. Fungsi ginjal pada orang lanjut usia serta anak-anak juga cenderung kurang efisien. Tidak ada waktu pasti kapan seseorang mengalami water intoxication, tetapi gejalanya bisa muncul setelah mengonsumsi 3-4 L air dalam beberapa jam atau lebih dari 2 L air dalam waktu satu jam.

Rekomendasi Asupan Cairan

Kementerian Kesehatan Indonesia merekomendasikan kita untuk mengonsumsi minimal 2 L air atau setara dengan 8 gelas per hari untuk mencegah tubuh kekurangan cairan (dehidrasi). Namun perlu diingat kembali, bahwa asupan cairan dalam sehari juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti berat badan, tingkat aktivitas fisik, cuaca, usia, dan wanita hamil.

Jadi, water intoxication terjadi ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak air dalam jangka waktu yang singkat. Pada akhirnya, ini dapat menyebabkan gangguan fungsi otak karena sel mengalami pembengkakan. Anjuran konsumsi air menurut Kemenkes adalah minimal 2 L per hari, tetapi ini tetap fleksibel ya, terkadang justru kita butuh lebih dari itu.  Meskipun kasus water intoxication sangat jarang ditemukan, tetapi kita harus tetap waspada ya!