Nodul Tiroid, Wanita Punya Risiko Lebih Tinggi daripada Pria

Nodul Tiroid, Wanita Punya Risiko Lebih Tinggi daripada Pria

Kesehatan 381

Nodul tiroid adalah benjolan sel yang tidak biasa pada kelenjar tiroid. Bagi yang lupa, kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin kecil yang memproduksi hormon tiroksin dan triiodotironin dan berperan dalam metabolisme, suhu tubuh, suasana hati, rangsangan, denyut nadi, detak jantung, dan pencernaan. Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu yang letaknya di depan leher, tepatnya di bawah jakun. 

Shop with Me

LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Toples Kaca Penyimpanan Makanan Bamboo Cover - YS-7061
IDR 61.600
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Mayoritas kondisi ini jinak (bersifat non-kanker), tetapi pada beberapa kasus, ada yang bersifat kanker juga. Siapa saja bisa memilikinya, namun wanita ternyata 4 kali lebih mungkin mengalaminya daripada pria, dan jarang terjadi pada anak-anak serta remaja. Terdapat beberapa jenis thyroid nodules, yaitu:

  • Nodul koloid: pertumbuhan berlebih dari jaringan tiroid, tidak bersifat kanker, dan adalah jenis paling umum

  • Kista tiroid: pertumbuhan berisi cairan atau setengah cairan setengah padat, hampir tidak pernah menjadi kanker

  • Inflammatory nodules: pertumbuhan akibat pembengkakan jangka panjang pada kelenjar tiroid

  • Gondok multinodular: gondok terdiri dari banyak nodul

  • Hyperfunctioning thyroid nodules: produksi thyroid hormone terlalu banyak sehingga menyebabkan hipertiroidisme

  • Kanker tiroid: benjolan yang sudah bersifat kanker dan paling dikhawatirkan terjadi

Nodul tiroid adalah benjolan kecil pada kelenjar tiroid

Gejala

Mayoritas nodul tiroid itu tidak menunjukkan gejala, namun ketika bintilnya menjadi lebih besar sehingga memengaruhi jaringan atau organ lain disekitarnya, mungkin itu akan terlihat lebih jelas oleh mata. Ketika pertumbuhannya semakin besar, seseorang mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Sulit menelan

  • Sulit bernapas

  • Perubahan suara

  • Leher bagian depan terasa nyeri

  • Gondok (pembesaran kelenjar tiroid)

  • Hipertiroidisme (detak jantung cepat, gemetar, penurunan berat badan, peningkatan nafsu makan, diare, gangguan tidur, siklus menstruasi tidak teratur)

  • Hipotiroidisme (kelelahan, kesemutan di tangan, pertambahan berat badan, kulit dan rambut kering, sembelit, depresi, siklus menstruasi lebih sering dan pendarahan berat)

Faktor Risiko

Tinggal di daerah yang kekurangan yodium atau tidak banyak pilihan makanan yang difortifikasi yodium membuat seseorang menjadi rentan mengalami nodul tiroid. Selain itu, faktor risiko lain yang meningkatkan kejadiannya adalah riwayat anggota keluarga, bertambahnya usia, anemia defisiensi besi, kegemukan, sindrom metabolik, kadar hormon insulin-like growth factor-1 meningkat, merokok, konsumsi alkohol, serta uterine fibroids.

Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya nodul tiroid meningkat

Diagnosis

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, nodul tiroid mungkin dapat dilihat dan dirasakan sendiri. Namun jika tidak, petugas pelayanan kesehatan seringkali menemukannya saat pemeriksaan fisik dengan cara palpasi (diraba). Selain itu, untuk memastikan apakah sifatnya jinak atau tidak, maka dapat dilakukan tes lain, seperti tes darah untuk mengukur kadar hormon tiroid, USG, CT scan, dan biopsi.

Pengobatan Nodul Tiroid

Adanya nodul tiroid tidak menandakan bahwa seseorang harus melakukan pengobatan tertentu, dengan syarat jika sifatnya jinak. Jika kondisinya seperti ini, seseorang biasanya akan diminta untuk menunggu dan memantau perubahannya secara rutin. Di sisi lain, ketika jenis nodulnya adalah hiperfungsi atau sudah menjadi gondok, maka mungkin pengobatannya dilakukan dengan cara mengonsumsi yodium radioaktif agar nodulnya menyusut.

Lain halnya ketika nodul tersebut menunjukkan gejala seperti masalah pernapasan atau menelan, bahkan mungkin dianggap mencurigakan bagi petugas, atau bahkan sudah menjadi kanker. Maka pengobatan terbaiknya adalah dengan pengangkatan atau pembedahan. Jangan terlalu khawatir ketika nodul itu ditemukan, karena mayoritasnya tidak bersifat kanker.

Jadi, nodul tiroid adalah benjolan kecil pada kelenjar tiroid yang terletak di leher. Wanita berisiko 4 kali lebih mungkin mengalaminya, sehingga kita tetap perlu waspada, meskipun sebagian besar kasusnya tidak membahayakan. Jika menemukan benjolan walaupun ukurannya kecil, segeralah untuk memeriksakannya ke fasilitas pelayanan terdekat, agar bisa dipastikan apakan itu benar-benar jinak atau tidak, ya Ladies!