Celebrity Worship Syndrome, Kekaguman yang Berubah Jadi Obsesi

Celebrity Worship Syndrome, Kekaguman yang Berubah Jadi Obsesi

Kesehatan 515

Celebrity worship syndrome adalah jenis hubungan parasosial yang terjadi ketika kekaguman terhadap seorang idola menjadi ketertarikan dan keasyikan obsesif. Apa itu parasosial? Parasosial adalah hubungan imaginatif sepihak dari penggemar dengan seorang selebritis atau figur fiksi. Jadi, tidak ada timbal baliknya. 

Biasanya, ini terjadi ketika seorang fans menghabiskan bahkan menginvestasikan banyak waktu dan energinya untuk menjalin hubungan dengan sang idola, yang kemungkinan besarnya tidak tahu mengenai keberadaan si penggemar. Sebenarnya, hubungan seperti ini tidak selalu berdampak negatif karena pasti ada hal positif yang bisa diambil, misalnya terkait ketekunan sang selebriti.

Namun, celebrity worship syndrome lebih dari sekedar hubungan parasosial. Seseorang justru memiliki perilaku obsesif,  kompulsif, dan adiktif. Mereka mungkin sering melamun tentang idola, ingin terkenal, hingga menghabiskan waktunya di internet. Berdasarkan the Absorption-Addiction Model, terdapat 3 tingkat pemujaan selebriti, yaitu:

1. Tingkat Hiburan-Sosial

Ini merupakan tingkat terendah dimana rang-orang merasa terhibur oleh keberadaan sang idola, misalnya dengan mengikuti kegiatan klub penggemar.

2. Tingkat pemujaan yang sangat pribadi

Titik dimana orang-orang terobsesi dengan sang idola, misalnya menjadi kompulsif saat mengekspresikan emosi terkait selebriti.

3. Tingkat Borderline-Patologis

Ini merupakan tingkat tertinggi dimana orang-orang tidak mampu mengendalikan aktivitas terkait atau berfantasi tentang sang idola.

Celebrity worship syndrome adalah hubungan parasosial antara fans dengan idola secara obsesif

Contoh Celebrity Worship Syndrome

Sebenarnya, tingkatan celebrity worship syndrome akan berbeda-beda pada setiap orang, seperti cara mengekspresikannya bahkan intensitasnya. Pada tingkat yang ringan, contohnya adalah seperti menamai anak dengan nama idola atau mengikuti cara berpakaiannya karena terlihat menarik. Di sisi lain, jika sudah masuk ke tahap obsesif, seseorang mungkin:

  • Rela melakukan operasi plastik agar terlihat mirip dengan idola

  • Menjadi seorang stalker untuk mengetahui kegiatan pribadi idola

  • Mengupayakan interaksi yang tidak pantas untuk mendapatkan perhatian

Penyebab

Tidak ada penyebab langsung mengapa seseorang mengalami celebrity worship syndrome, tetapi mungkin berkorelasi dengan kesehatan mental yang buruk. Tidak pasti apakah kondisi kesehatan mental tertentu berperan dalam perkembangannya, ataupun sebaliknya. Berikut ini orang-orang yang besar kecenderungannya menjadi seorang pemuja selebriti.

  • Neuroticism, terutama pada tingkat pemujaan yang sangat pribadi

  • Psychoticism, terutama pada tingkat borderline-patologis

  • Obsessive-compulsive disorders

  • Depresi atau kecemasan

  • Kualitas hubungan intim buruk

  • Problematic eating behaviors and attitudes 

  • Batasan pribadi buruk

Dampak Positif dan Negatif

Memiliki hubungan parasosial dengan seorang idola tidak selalu berdampak negatif. Justru dengan hal ini, seseorang dapat termotivasi, misalnya mengikuti pola hidup sehat atau belajar lebih tekun seperti apa yang idolanya lakukan. Di sisi lain, celebrity worship syndrome dapat berpotensi memengaruhi kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasannya:

  • Hubungan dengan keluarga, teman, atau kerabat menjadi menurun. Misalnya lebih mementingkan streaming langsung daripada mengikuti acara keluarga

  • Berlaku tidak adil. Misalnya membanding-bandingkan pasangan dengan sang idola.

  • Mengganggu kesejahteraan pribadi. Misalnya melakukan operasi plastik agar terlihat mirip dengan idola atau selalu membandingkan diri sehingga harga diri menurun..

Fans Belum Tentu Seorang Celebrity Worshipers

Sebenarnya, seorang celebrity worshipper tidak pernah didefinisikan secara pasti dalam literatur ilmiah. Hal ini yang terkadang membuat fans menilai diri mereka terkena masalah kesehatan mental tertentu hanya berdasarkan sudut pandangnya sendiri, padahal sebagian besar kenyataannya tidak seperti itu. Jadi, fans dan pemuja selebriti itu harus dianggap sebagai dua hal yang berbeda.

Fans belum tentu seorang celebrity worshipper

Jadi, celebrity worship syndrome merupakan jenis hubungan sepihak antara penggemar dengan idola yang terjadi ketika kekagumannya berubah menjadi obsesif dan kompulsif. Ingat, ada kata obsesif dan kompulsif ya. Jika kekaguman itu hanyalah sekedar menyukai kepribadian sang selebriti, maka itu tidak menjadi masalah. Namun kalau terus-terusan memikirkannya, mungkin beda cerita.