Gerak Refleks Manusia, Tidak Perlu Kesadaran Penuh untuk Terjadi

Gerak Refleks Manusia, Tidak Perlu Kesadaran Penuh untuk Terjadi

Kesehatan 650

Refleks adalah gerakan tidak disengaja yang disebabkan oleh suatu rangsangan. Ini adalah cara paling sederhana bagi tubuh untuk menyampaikan informasi yang tidak pernah mencapai titik kesadaran seseorang. Gerak refleks bukanlah sesuatu yang kita sengajakan untuk terjadi, melainkan tubuhlah yang melakukannya untuk kita. Biar dapat gambaran, coba cermati hal berikut ini:

Shop with Me

Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Toples Kaca Penyimpanan Makanan Bamboo Cover - YS-7061
IDR 61.600
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Saat kepala bergerak ke kanan kiri atas bawah, mata akan menyesuaikan keberadaannya

  • Saat menyesuaikan tingkat cahaya dan mencoba fokus pada suatu objek, pupil mengecil atau melebar

  • Saat menelan, tenggorokan otomatis menutup saluran napas untuk mencegah air liur masuk ke saluran yang salah

  • Untuk menjaga paru-paru tetap terbuka, seseorang sesekali akan mengambil napas lebih dalam

Cara Kerja Gerak Refleks

Ladies, mungkin pernah melihat atau mengalami sendiri ketika dokter mengetuk lutut menggunakan palu kecil kemudian ia akan sedikit tersentak. Itu adalah salah satu bentuk gerak refleks yang disebut dengan refleks patella. Meskipun terlihat sederhana, tetapi ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan melalui pemeriksaan ini. 

Seseorang terlahir dengan refleks yang “terprogram” dan sebagian besarnya berpusat di sumsum tulang belakang, tetapi ada juga di pusat motorik. Sederhananya, apa yang terjadi tersebut adalah upaya otomatis tubuh untuk memperbaiki ketidakseimbangan, sehingga mencegah seseorang dari cedera. Mekanisme sederhananya adalah seperti ini:

  1. Ketukan palu pada lutut merangsang reseptor sensorik, sehingga menghasilkan sinyal saraf yang dikirimkan ke sumsum tulang belakang.

  2. Di sumsum tulang belakang, sinyal diteruskan dari saraf sensorik ke saraf motorik.

  3. Saraf motorik kemudian mengirimkan sinyal kembali ke otot di paha.

  4. Akibatnya, otot berkontraksi sehingga menyebabkan kaki tersentak ke atas.

  5. Seluruh gerakan ini terjadi tanpa harus melihatkan otak untuk melakukan gerak sadar.

Dokter memeriksa  fungsi sumsum tulang belakang dengan mengetukkan palu di lutut

Peran Otak

Memang tidak ada sinyal listrik yang perlu mencapai otak agar gerak refleks tidak terjadi, namun otak terlibat untuk memodifikasi dan menyempurnakan gerak refleks. Misalnya ketika kita tersandung, tubuh akan secara otomatis memerintahkan tangan dan lengan untuk menghentikan kejatuhan, misalnya dengan menumpu tubuh. Intinya, otot di tubuh akan berkontraksi semaksimal mungkin untuk mengurangi cedera.

Lalu bagaimana jika saat itu kita memegang sebuah gelas berisi air? Apakah tangan kita akan memilih untuk melepaskan gelas dan membiarkannya terpecah demi mempersiapkan tangan untuk menumpu badan? Jawabannya adalah belum tentu. Para ahli mengatakan, dalam 10-30 milidetik setelah tersandung, pusat motorik gerak sadar di otak akan mengambil kendali.

Maksudnya, mereka akan mempertimbangkan dua pilihan. Pertama yaitu pecahnya gelas dan kedua yaitu patahnya leher. Jika gelas dianggap penting, maka tangan sebisa mungkin memegang gelas tersebut dan memodifikasi gerak refleksnya. Namun jika dirasa leher lebih penting daripada gelas, maka mungkin seseorang akan melepaskannya dan dibiarkan pecah.

Otak bertugas untuk memodifikasi dan menyempurnakan gerak refleks

Kenapa Harus Diperiksa?

Dokter saraf memeriksa gerak refleks untuk melihat apakah sistem saraf berfungsi dengan baik. Misalnya pada sentakan lutut, maka sumsum tulang belakang bekerja dengan baik. Jika pupil mengecil saat mendapatkan banyak cahaya, maka batang otak bekerja dengan baik. Tujuan lainnya adalah untuk memeriksa adanya ketidakseimbangan antara kanan dan kiri, yaitu sisi yang menjadi petunjuk adanya kerusakan pada otak atau sumsum tulang belakang.

Jadi, refleks adalah gerakan yang terjadi secara tidak sadar saat mendapatkan suatu rangsangan, misalnya sentakan lutut saat diketuk atau mengecilnya pupil saat terkena cahaya. Gerak refleks akan menyelamatkan kita dari banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penjelasan artikel ini, semoga Ladies bisa dapat pencerahan tentang cara kerja sistem saraf, ya.