Minum Obat Sebelum dan Sesudah Makan, Apa Bedanya?

Minum Obat Sebelum dan Sesudah Makan, Apa Bedanya?

Kesehatan 498

Sebelum Makan

Beberapa obat-obatan ada yang diinstruksikan untuk dikonsumsi sebelum makan atau saat perut masih dalam keadaan kosong. Hal ini karena makanan dan minuman tertentu dapat memengaruhi cara kerja obat-obatan tersebut, contohnya bisa menyebabkan penyerapan obat terhambat, sehingga menjadi kurang efektif. Obat yang seharusnya dikonsumsi sebelum makan sebaiknya diminum sekitar 1 jam sebelumnya.

Shop with Me

Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Tas Selempang Wanita Inara / Tas Bahu Wanita Kekinian
IDR 32.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Bluye
IDR 29.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Di sisi lain, ada pula obat yang kadarnya di dalam darah bisa meningkat atau menurun ke tingkat yang berpotensi menimbulkan bahaya atau ke tingkat yang efektifitasnya terlalu rendah jika dikonsumsi saat atau setelah makan. Jika diminum saat perut masih kosong, obat dapat masuk lebih cepat ke dalam darah, sehingga kerjanya lebih efektif. Contohnya yaitu:

  • Obat tiroid oral (levothyroxine)

  • Obat diabetes oral (GLP-I receptor agonist semaglutide) 

Alasan lain kenapa obat harus dikonsumsi sebelum makan adalah untuk menghindari interaksi dengan makanan, dan jika ini terjadi, lagi-lagi dapat menyebabkan penurunan efektivitas atau memunculkan efek samping yang tidak diharapkan. Maka dari itu, dengan mengonsumsinya sebelum makan, penyerapan obat tersebut tidak akan terganggu oleh komponen makanan, seperti serat, mineral, atau lemak.

Obat dikonsumsi sebelum makan bertujuan untuk menghindari gangguan fungsi kerjanya

Setelah Makan

Kebanyakan obat biasanya lebih sering diinstruksikan untuk dikonsumsi saat atau setelah makan. Panduan ini pasti akan disampaikan oleh apoteker saat memberikan obatnya kepada pasien. Terdapat beberapa alasan mengapa hal ini disarankan. Berikut penjelasannya lebih lengkapnya.

  • Mengurangi efek samping mual atau muntah, seperti allopurinol, bromokriptin, suplemen zat besi

  • Mengurangi efek samping iritasi lambung (gangguan pencernaan, radang lambung, maag), seperti aspirin, non-steroidal anti-inflammatory drugs (diklofenak, ibuprofen), steroid (prednisolon, deksametason)

  • Mengatasi masalah maag, refluks, atau gangguan  pencernaan, seperti antasida

  • Memastikan obatnya tidak hilang, seperti obat kumur, nistatin cair, dan gel miconazole

  • Memastikannya diserap dengan baik ke dalam darah, seperti HIV ritonavir

  • Membantu tubuh memproses makanan selama makan, seperti obat diabetes dan suplemen enzim

  • Membantu meningkatkan penyerapannya selama makan, seperti obat antijamur dan obat untuk mengatasi infeksi cacing parasit

Obat dikonsumsi setelah makan untuk meminimalkan efek samping atau untuk membantu penyerapannya

Hindari Makanan ini Sebelum Minum Obat

Terdapat beberapa makanan yang sebaiknya dihindari sebelum mengonsumsi obat. Maka dari itu, konsumsinya harus berikan jarak dengan makan obat. Makanan-makanan tersebut antara lain:

  • Produk susu terhadap antibiotik (tetrasiklin and ciprofloxacin) karena dapat mengikat kalsium sehingga penyerapan dan efektifitasnya berkurang. Maka dari itu dianjurkan untuk mengonsumsi produk susu atau suplemen kalsium beberapa jam setelah mengonsumsi obat ini.

  • Grapefruit dan jus grapefruit terhadap obat penurun kolesterol, anti hipertensi, dan anti cemas tertentu karena dapat mengganggu pemecahan obat di dalam tubuh, sehingga kadarnya bisa meningkat di aliran darah, dan risiko efek sampingnya mengalami peningkatan.

  • Makanan tinggi serat (biji-bijian, polong-polongan, buah-buahan, dan sayur-sayuran) terhadap obat tiroid dan antidepresan tertentu karena dapat mengganggu penyerapannya di dalam tubuh.

  • Alkohol terhadap obat pereda nyeri, penenang, dan antidepresan tertentu karena dapat memperkuat efek obat, meningkatkan kantuk, pusing, dan gangguan koordinasi. 

Nah, itu dia beberapa alasan kenapa obat ada yang harus diminum sebelum dan setelah makan. Tujuan utamanya yaitu agar obatnya bisa bekerja lebih efektif dan kita terhindari dari efek samping yang tidak diinginkan. Jadi, ikuti anjuran dari dokter atau apotekernya ya. Jika tidak, bisa juga baca panduan konsumsi di kemasannya. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!