Pengaruh Influencer terhadap Fenomena Gentrifikasi: Antara Pujian dan Kontroversi

Pengaruh Influencer terhadap Fenomena Gentrifikasi: Antara Pujian dan Kontroversi

Gaya Hidup 1078

Gentrifikasi adalah fenomena sosial dan ekonomi yang melibatkan transformasi sebuah lingkungan yang sebelumnya dihuni oleh penduduk berpenghasilan rendah menjadi kawasan yang lebih mahal dan lebih eksklusif. Salah satu faktor yang semakin mempengaruhi dan mempercepat gentrifikasi di berbagai kota besar adalah peran para influencer digital atau sosial media dalam mempromosikan dan membentuk citra lingkungan tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengaruh influencer terhadap fenomena gentrifikasi, baik pengaruh positif maupun negatif.

Shop with Me

Sprei kasur Bahan Polymicro
IDR 23.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum Rainbow 1L
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
One set crinkle
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Poise Day Cream Lumwhite + SPF Tube 20 gr - Whitening Day Cream
IDR 18.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pengaruh Positif

  • Promosi Pariwisata Lokal: Influencer seringkali mempromosikan daerah tertentu melalui foto-foto cantik dan cerita perjalanan di media sosial mereka. Hal ini dapat meningkatkan pariwisata lokal, membantu pengembangan bisnis lokal, serta meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.

  • Peningkatan Kualitas Hidup: Dengan kedatangan pendatang baru yang membawa investasi ke daerah tertentu, bisa terjadi perbaikan infrastruktur dan fasilitas, seperti taman, restoran, dan ruang komunitas yang lebih baik. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga setempat.

  • Kebanggaan Komunitas: Terkadang, pengenalan suatu daerah melalui influencer dapat meningkatkan rasa bangga komunitas setempat terhadap tempat tinggal mereka sendiri. Ini bisa memicu perasaan ingin ikut menjaga keunikan dan keindahan lingkungan mereka.

Pengaruh Negatif

  • Kenaikan Harga Properti: Kedatangan pendatang baru yang didorong oleh influencer sering kali meningkatkan permintaan akan properti, yang pada gilirannya bisa menyebabkan kenaikan harga properti. Hal ini dapat mengusir warga setempat yang tidak mampu membeli atau menyewa rumah di daerah tersebut.

  • Perubahan Budaya dan Sosial: Gentrifikasi bisa membawa perubahan budaya dan sosial yang signifikan. Masyarakat asli daerah tersebut mungkin merasa terpinggirkan atau kehilangan jati diri budaya mereka karena kedatangan pendatang baru dengan budaya yang berbeda.

  • Komodifikasi dan Konsumsi Berlebihan: Terkadang, influencer mempromosikan gaya hidup yang mewah dan konsumsi berlebihan di daerah gentrifikasi. Hal ini bisa merusak nilai-nilai komunitas lokal dan merubah fokus ke konsumsi berlebihan.

  • Perasaan Tidak Diperhatikan: Beberapa warga setempat mungkin merasa tidak diperhatikan atau diabaikan dalam proses gentrifikasi. Keputusan pembangunan dan perubahan lingkungan seringkali diambil tanpa mempertimbangkan pendapat mereka.

Baca juga :

Cara agar Bisa Tampil Berwibawa sebagai Wanita

Pengaruh influencer terhadap fenomena gentrifikasi memiliki dua sisi yang berbeda. Sementara mereka dapat mempromosikan pariwisata lokal, investasi, dan peningkatan kualitas hidup, mereka juga dapat memicu kenaikan harga properti, perubahan budaya, dan masalah sosial lainnya. Penting bagi pengguna media sosial dan pengambil kebijakan untuk memahami dampak yang mungkin timbul dan bekerja sama untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam proses gentrifikasi.