Mengapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Dalam Mulut?

Mengapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Dalam Mulut?

Parenting 763

Pada fase perkembangan bayi, ada banyak hal menarik yang dapat diamati. Salah satu perilaku yang seringkali membuat orangtua penasaran adalah mengapa bayi sering kali suka memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka. Meskipun terkadang perilaku ini dapat mengkhawatirkan, sebenarnya ada alasan ilmiah yang mendasarinya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa fase ini bisa terjadi, apa yang dapat dipelajari bayi dari perilaku ini, dan bagaimana orangtua dapat mengelolanya dengan aman.

Shop with Me

Poise Facial Foam
IDR 15.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
O'Sweet Singapore | Ginger Hair Fall | Shampoo Anti Rontok Shampoo | Hair Tonic | Mempercepat Pertumbuhan Rambut
IDR 1.260.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mamypoko
IDR 80.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Fase Eksplorasi Sensasi

Saat bayi mencapai usia sekitar 6 hingga 8 bulan, mereka memasuki fase eksplorasi sensasi, di mana mereka mulai menjelajahi dunia melalui indra mereka. Salah satu cara utama yang digunakan bayi adalah melalui mulut. Bibir dan lidah adalah alat utama bagi mereka untuk memahami tekstur, bentuk, suhu, dan rasa berbagai objek. Melalui perasaan ini, bayi mulai membangun pemahaman awal tentang dunia yang baru bagi mereka.

Proses Belajar

Memasukkan benda-benda ke dalam mulut juga berperan dalam proses belajar bayi. Tindakan ini mengizinkan mereka untuk mencoba menciptakan hubungan antara objek dan sensasi yang dihasilkannya. Bayi mencoba memahami apakah suatu objek dapat dimakan, dihisap, atau hanya diraba. Proses belajar ini membantu mereka mengenali perbedaan antara benda yang aman dan tidak aman untuk dimakan.

Mencari Kenyamanan

Selain itu, fase memasukkan benda ke dalam mulut juga dapat berhubungan dengan pencarian kenyamanan. Bayi sering kali merasa nyaman dengan sensasi dari menghisap atau menggigit sesuatu. Ini mirip dengan cara mereka merasa nyaman saat menyusui atau meminum susu dari botol. Tindakan ini membantu mengurangi kecemasan dan memberikan perasaan aman pada bayi.

Keamanan dan Pengawasan

Namun demikian, penting bagi orangtua dan pengasuh untuk memastikan keselamatan bayi selama fase ini. Karena bayi belum memiliki kemampuan untuk membedakan objek yang aman dan berbahaya, ada risiko benda yang terlalu kecil bisa tertelan atau menjadi penyebab tersedak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa objek yang diberikan kepada bayi selama fase ini aman, tahan gigitan, dan tidak bisa dihisap ke dalam tenggorokan.

Tips untuk Orangtua

Baca juga :

Manfaat yang Bisa Anak Dapatkan dari Bermain Musik

  • Pengawasan Ketat: Selalu awasi bayi saat mereka sedang menjelajahi benda-benda baru. Pastikan tidak ada objek kecil dalam jangkauan mereka yang bisa tertelan atau dihirup.

  • Berikan Mainan Aman: Pilih mainan yang dirancang khusus untuk bayi dan sesuai dengan standar keselamatan. Mainan berukuran besar dan tidak mudah rusak adalah pilihan yang baik.

  • Edukasi: Sampaikan pendekatan yang aman kepada bayi, misalnya dengan memberi tahu mereka bahwa hanya mainan yang boleh dimasukkan ke dalam mulut.

  • Luangkan Waktu Bermain Bersama: Sediakan waktu untuk bermain bersama bayi. Ini bukan hanya kesempatan untuk ikatan emosional, tetapi juga untuk mengajarkan mereka cara bermain dengan benda-benda yang aman.

Fase bayi di mana mereka suka memasukkan benda ke dalam mulut adalah bagian normal dari eksplorasi dan belajar mereka tentang dunia sekitar. Melalui sensasi dan pengalaman ini, bayi membangun pemahaman awal tentang tekstur, bentuk, dan rasa objek. Walaupun perilaku ini bisa membuat orangtua khawatir, dengan pengawasan yang tepat dan pemilihan mainan yang aman, fase ini dapat dijalani dengan baik dan bermanfaat bagi perkembangan bayi.