Over-Explaining: Mengenal Konsep dan Dampaknya dalam Komunikasi

Over-Explaining: Mengenal Konsep dan Dampaknya dalam Komunikasi

Gaya Hidup 823

Over-explaining, atau kecenderungan untuk terlalu banyak menjelaskan atau memberikan alasan yang berlebihan dalam komunikasi, adalah pola perilaku yang sering kali dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi kita. Meskipun niatnya mungkin baik, over-explaining dapat memiliki dampak yang tidak diinginkan dalam hubungan interpersonal dan pembicaraan sehari-hari.

Shop with Me

Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Apa Itu Over-Explaining?

Over-explaining terjadi ketika seseorang memberikan penjelasan yang berlebihan, terperinci, atau berulang-ulang tentang suatu topik atau keputusan. Ini bisa terjadi karena keinginan untuk membuat orang lain memahami atau setuju, kekhawatiran akan salah paham, atau dorongan untuk membenarkan tindakan atau pendapat.

Ciri-ciri Over-Explaining

  • Menjelaskan Berulang-Ulang: Orang yang cenderung over-explaining mungkin merasa perlu untuk menjelaskan hal yang sama berulang-ulang, bahkan setelah orang lain sudah memahaminya.

  • Memberikan Terlalu Banyak Detail: Mereka cenderung memberikan terlalu banyak detail, termasuk detail yang mungkin tidak relevan bagi pendengar.

  • Khawatir Disalahpahami: Kecenderungan untuk over-explaining seringkali muncul dari rasa khawatir bahwa orang lain tidak akan memahami dengan benar atau akan salah paham.

  • Menggunakan Banyak Justifikasi: Orang yang over-explaining sering kali memberikan banyak alasan atau justifikasi untuk pendapat atau tindakan mereka, bahkan jika hal itu tidak diperlukan.

Baca juga :

Mengenal Komunikasi I-Statement: Tips Membangun Hubungan yang Sehat

Dampak Over-Explaining

  • Kehilangan Perhatian Pendengar: Terlalu banyak detail dan penjelasan berulang dapat membuat pendengar kehilangan minat dan konsentrasi.

  • Kurang Efisiennya Komunikasi: Over-explaining dapat membuat komunikasi menjadi tidak efisien, karena waktu yang dihabiskan untuk menjelaskan terlalu banyak detail.

  • Kesalahpahaman: Ironisnya, over-explaining dapat menyebabkan kebingungan atau kesalahpahaman, terutama jika informasi yang diberikan terlalu rumit.

  • Kurangnya Keyakinan: Terlalu banyak menjelaskan atau memberikan alasan dapat memberikan kesan bahwa seseorang tidak percaya pada apa yang dia katakan atau lakukan.

Cara Mengatasi Over-Explaining

  • Menyadari Apa yang Telah Dilakukan: Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengatasi over-explaining. Cobalah perhatikan kapan kamu mulai terjebak dalam kecenderungan ini.

  • Fokus pada Pesan Inti: Identifikasi pesan inti atau poin penting yang perlu kamu sampaikan, dan sampaikan dengan jelas dan singkat.

  • Pahami Audiens: Pertimbangkan tingkat pemahaman dan pengetahuan audiens, dan sampaikan informasi yang sesuai.

  • Praktikkan Komunikasi Efektif: Pelajari tentang teknik komunikasi efektif, termasuk mendengarkan dengan baik, berbicara dengan jelas, dan memastikan pesan yang kamu sampaikan terkait dengan konteks.

Over-explaining adalah perilaku yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi kita. Meskipun kadang-kadang apa yang kita lakukan hanya ingin memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan dapat dipahami dengan baik, terlalu banyak menjelaskan juga dapat merugikan pembicaraan. Dengan memahami ciri-cirinya dan menerapkan teknik komunikasi yang lebih efektif, kita dapat menghindari dampak negatif dari over-explaining dan membangun hubungan komunikasi yang lebih baik dengan orang lain.

Komentar

User NewFemme

Ida farida

25 Aug, 2023 10:34

terimakasih sangat bermanfaat