Mengenal Hoarding: Gangguan Mengumpulkan Barang yang Berlebihan

Mengenal Hoarding: Gangguan Mengumpulkan Barang yang Berlebihan

Gaya Hidup 731

Hoarding, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut "menyimpan berlebihan," adalah gangguan mental yang ditandai oleh perilaku mengumpulkan barang-barang dalam jumlah yang tidak terkendali dan berlebihan, hingga mengakibatkan kesulitan mengatur dan menjaga kebersihan ruangan. Gangguan ini lebih dari sekadar kebiasaan mengumpulkan barang; ia memiliki dampak serius pada kesejahteraan individu dan lingkungan sekitarnya.

Shop with Me

O'Sweet Singapore | Ginger Hair Fall | Shampoo Anti Rontok Shampoo | Hair Tonic | Mempercepat Pertumbuhan Rambut
IDR 1.260.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Bluye
IDR 29.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
AZZURA CUSHION
IDR 90.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Ciri-ciri Utama Hoarding

  • Mengumpulkan Barang-barang yang Tidak Diperlukan: Individu dengan hoarding sering kali mengumpulkan benda-benda yang tidak memiliki nilai praktis, bahkan hingga barang-barang yang rusak atau tidak terpakai lagi.

  • Kesulitan Membuang Barang: Mereka mengalami kesulitan untuk membuang atau menghilangkan barang-barang tersebut, bahkan jika barang tersebut tidak memiliki nilai atau manfaat lagi.

  • Ruangan yang Penuh Sesak: Ruangan tempat tinggal mereka sering kali penuh sesak dengan barang-barang, sehingga sulit untuk beraktivitas atau menjaga kebersihan.

  • Stress dan Kecemasan: Hoarding sering dikaitkan dengan perasaan stress, kecemasan, atau malu terkait dengan kebiasaan mengumpulkan barang tersebut.

  • Isolasi Sosial: Gangguan ini dapat menyebabkan isolasi sosial, karena individu merasa malu atau enggan membiarkan orang lain melihat kondisi rumahnya.

Penyebab dan Faktor Risiko

Meskipun penyebab hoarding belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor yang berpotensi mempengaruhi gangguan ini adalah:

  • Faktor Genetik: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dapat memainkan peran dalam munculnya hoarding.

  • Gangguan Mental Lain: Hoarding sering kali terkait dengan gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif.

  • Trauma atau Kejadian Emosional: Pengalaman trauma atau peristiwa emosional tertentu dalam hidup seseorang juga dapat menjadi pemicu hoarding.

Mengatasi Gangguan Hoarding

Baca juga :

Valentine Tapi Ingin Kasih Hadiah untuk Sahabat? Boleh Banget!

Jika kamu atau seseorang yang dikenal mengalami hoarding, penting untuk mencari bantuan profesional, seperti psikoterapis atau konselor yang berpengalaman dalam mengatasi gangguan hoarding. Terapi kognitif perilaku (CBT) sering digunakan dalam pengobatan hoarding. Pengobatan dapat membantu individu mengatasi perasaan dan perilaku yang terkait dengan hoarding, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan untuk mengatasi penyimpanan berlebihan.

Hoarding adalah gangguan serius yang mempengaruhi kualitas hidup individu dan lingkungan sekitarnya. Penting untuk mengakui pentingnya dukungan sosial dan pemahaman dalam mengatasi hoarding. Individu yang mengalami hoarding memerlukan dukungan emosional, pengertian, dan bantuan profesional yang dapat membantu mereka mengatasi tantangan yang dihadapi.