Silent Treatment dari Pasangan, Sehatkah dalam Sebuah Hubungan?

Silent Treatment dari Pasangan, Sehatkah dalam Sebuah Hubungan?

Kesehatan 611

Silent treatment ditandai ketika pasangan memilih untuk diam, lebih tepatnya menolak sebuah percakapan, tanpa memiliki kemauan lagi untuk membahas masalahnya. Tindakan ini termasuk ke dalam jenis hubungan yang toksik, tidak sehat, dan cenderung abusive. Tidak hanya antara suami-istri, tetapi juga bisa pada orang tua-anak, serta rekan kerja. 

Tindakan silent treatment kerap kali menjadi bagian dari jenis taktik kontrol atau pelecehan emosional ketika dipakai terus-menerus. Umumnya tujuan perlakuan ini adalah untuk memegang kontrol atau kendali atas suatu hubungan. Di sisi lain, dampaknya pada orang lain adalah merasa dikucilkan, ditolak, hingga melukai harga dirinya. 

Kapan Silent Treatment Berubah Menjadi Abusive?

Memang ada kalanya diam adalah kunci, misalnya ketika kita butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri, tetapi akan kembali lagi untuk membahas permasalahannya. Namun jika diam itu berlangsung dalam waktu yang lama, hingga pada akhirnya tidak berujung pada penyelesaian sebuah pertengkaran, maka disitulah letak permasalahannya. Coba cermati penjelasan di bawah ini untuk mengetahui apakah silent treatment itu sudah menjadi abusive atau tidak.

1. Kontrol

Silent treatment yang tergolong ke dalam tindakan abusive ditandai ketika seseorang cenderung mengontrol perilaku orang lainnya, misalnya untuk membuat si pasangan bergantung padanya. Atau dalam kasus lain, mereka tidak akan berbicara hingga si pasangan meminta maaf. Seringkali tindakan seperti ini akan melukai harga diri pasangan.

2. Manipulasi

Diam yang bertujuan untuk memanipulasi seseorang melakukan tindakan tertentu juga termasuk ke dalam bentuk silent treatment. Umumnya tindakan ini bertujuan agar seseorang mendapatkan sesuatu untuk dirinya sendiri, misalnya ketika mereka memerlukan sejumlah uang atau demi memenuhi gairah seksualnya. Perilaku seperti ini menunjukkan sebuah tanda pelecehan emosional. 

3. Terjadi dalam Jangka Waktu Lama

Lagi-lagi, butuh waktu sendiri untuk menenangkan hati dan pikiran adalah sesuatu yang wajar setelah terjadi pertengkaran. Biasanya diam ini dilakukan untuk meninjau kembali apakah penyebab pertengkaran itu adalah sebuah ketidaksengajaan perilaku atau perkataan. Namun, ketika diam itu justru dimaksudkan demi menghindari percakapan penting, maka itu bukanlah cara yang sehat.

4. Dikucilkan

Manusia adalah makhluk sosial, yang mana kita memerlukan orang lain untuk bertahan hidup. Tidak ada yang ingin diabaikan, dikucilkan, dan dikecualikan. Sayangnya, cara seperti ini justru merupakan tujuan utama mengapa seseorang melakukan tindakan silent treatment. Perilaku ini sangat menyakitkan hati dan termasuk ke dalam pelecehan.

Silent treatment bukanlah tindakan sehat, itu justru termasuk ke dalam pelecehan emosional

Lalu Harus Apa?

Perlu diingat, bukan menjadi tanggung jawab korban silent treatment untuk menyelesaikan permasalahannya. Tindakan itu tidak terjadi akibat perkataan atau perilaku korban. Jika tindakan ini sudah sangat mengacaukan keadaan emosional, maka cobalah cari waktu yang aman untuk melakukan pembicaraan dengan tujuan agar pasangan memahami ada dampak buruk yang ia berikan.

Coba tips berikut ini untuk mengatasinya:

  • Ekspresikan perasaan dengan tenang dan dalam waktu yang tenang pula. Sampaikan kepada pasangan bagaimana perasaanmu dan beritahu mereka bahwa itu menyakiti hatimu.

  • Diskusikan dengan pasangan terkait aturan komunikasi, terutama ketika pertengkaran sedang berlangsung. Misalnya, masing-masing diberikan waktu 1 jam untuk menenangkan diri dan kemudian berbicara dari hati ke hati setelahnya.

  • Tetapkan batas sejauh mana tindakan diam itu boleh dilakukan. Beri tahu pasangan bahwa jika tindakan ini terjadi terus-menerus, maka itu sudah termasuk ke dalam sebuah pelanggaran, sehingga ada tindakan yang harus diambil.

Hubungan percintaan tidak seharusnya menyakiti perasaan dan harga diri

Jadi, silent treatment ditandai ketika seseorang memilih untuk diam dan menolak untuk mendiskusikan sebuah pertengkaran atau masalah dalam waktu yang lama. Tindakan ini bisa termasuk ke dalam hubungan abusive ketika tujuannya adalah untuk mengendalikan orang lain hingga akhirnya melukai perasaan dan harga diri korban. Semoga Ladies semua selalu punya hubungan yang sehat dengan pasangan ya!