Kenalan dengan Demodex folliculorum, Tungau yang Hidup di Wajahmu!

Kenalan dengan Demodex folliculorum, Tungau yang Hidup di Wajahmu!

Kesehatan 493

Demodex folliculorum adalah tungau yang hidup di dalam folikel rambut, terutama wajah di kelopak mata dan bulu mata. Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya sangat umum jika seseorang memiliki parasit ini di kulit wajahnya. Namun yang menjadi masalah adalah ketika jumlahnya terlalu besar, sehingga menyebabkan permasalahan kulit baru atau memperburuk kondisi yang sudah diderita sebelumnya.

Shop with Me

Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Coffe Latte with others flavor
IDR 21.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Paket body serum & body lotion cloova
IDR 138.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Tungau ini tidak berbahaya dan seringkali terabaikan, terlebih karena memang tidak tampak oleh mata. Ia hidup dengan cara memakan sel kulit mati dan minyak yang menumpuk di kulit. Keberadaan Demodex folliculorum lebih sering ditemukan pada pria, terutama mereka yang berusia 20-30 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan juga wanita, ya. 

Kalau mau lihat sisi positifnya, Demodex folliculorum bermanfaat juga bagi wajah karena ia mengangkat sel kulit mati yang berlebih. Mereka memiliki siklus hidup selama beberapa minggu dan kemudian mati tanpa kita sadari. Jadi, adanya tungau ini bukan berarti kita harus khawatir dengan kulit wajah, ya.

Demodex folliculorum hidup di wajah, terutama kelopak dan bulu mata

Gejala

Jika jumlahnya kecil, maka itu tidak akan berbahaya dan tidak menyebabkan gejala apa pun. Sebaliknya, ketika jumlahnya banyak, maka biasanya kulit akan berubah menjadi kasar secara tiba-tiba. Selain itu, kehadirannya dapat menyebabkan gatal, bersisik, kemerahan, sensitif, sensasi terbakar, hingga eksim. Beberapa kondisi di mana jumlah Demodex folliculorum lebih banyak adalah:

  • Rosacea

  • Blepharitis

  • Alopesia androgenik

  • Dermatitis wajah nonspesifik

  • Sistem daya tahan tubuh melemah

  • Jerawat

  • HIV

Diagnosis

Tungau Demodex folliculorum tidak akan bisa dilihat dengan mata telanjang. Maka dari itu, untuk menegakkan diagnosisnya, dokter harus melakukan pemeriksaan kulit dengan cara biopsi. Jaringan folikel dan minyak yang ada di wajah akan diambil sedikit untuk kemudian diteliti di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi keberadaan Demodex folliculorum. 

Perawatan

Jika diketahui jumlahnya banyak, maka seseorang biasanya akan mendapatkan diagnosa demodikosis, di mana gejalanya yaitu kulit bersisik, memerah, sensitif, dan gatal. Pada kasus ini, dokter biasanya akan memberikan salep dengan kandungan bahan aktif seperti benzil benzoat, asam salisilat, selenium sulfida, dan sulfur. Fungsinya adalah untuk menjebak tungau dan mencegahnya bertelur di folikel rambut. 

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan pengobatan menggunakan krim crotamiton atau permetrin (insektisida topikal untuk mengurangi jumlah dan membunuh tungau), metronidazole (antibiotik), atau ivermectin (pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah). Selain perawatan medis, tindakan yang bisa dilakukan di rumah yaitu:

  • Mencuci wajah 2 kali sehari dengan sabun muka yang lembut

  • Menggosok kelopak mata dengan lembut

  • Menghindari sabun muka dan make-up berbahan dasar minyak karena itu adalah “makanan” bagi Demodex folliculorum

  • Melakukan eksfoliasi 1-2 kali seminggu untuk mengurangi sel kulit mati

  • Menjaga kulit tetap bersih dan kering, hindari debu, kotoran, dan polusi

Yuk jaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah!

Jadi, Demodex folliculorum adalah sejenis tungau yang hidup di kulit manusia, terutama bagian wajah. Keberadaannya dalam jumlah kecil itu wajar, tetapi jika berlebih, maka dapat menyebabkan muncul atau memperburuk permasalahan kulit. Maka dari itu, rawatlah kulit wajahmu dengan baik, ya Ladies. Siapa nih yang kaget mengetahui fakta ini? Yuk berikan komentar!