Pemahaman Alasan Anak Cenderung Bersikap

Pemahaman Alasan Anak Cenderung Bersikap "Nakal" Saat Bersama Ibu

Parenting 602

Banyak orang tua mungkin mengamati fenomena di mana anak cenderung bersikap "nakal" atau menunjukkan perilaku yang kurang terkendali saat mereka berada di sekitar ibunya. Ini seringkali menjadi hal yang membingungkan dan memicu frustrasi bagi orang tua. Namun, fenomena ini dapat dijelaskan dengan beberapa alasan psikologis dan emosional. Dalam artikel ini, kami akan membahas alasan mengapa anak cenderung bersikap "nakal" saat bersama ibunya dan bagaimana menghadapinya dengan bijak.

Shop with Me

1 DUS / KARTON SO KLIN LIQUID DETERGENT SACHET
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Alasan Anak Cenderung Bersikap "Nakal" saat Bersama Ibu 

1. Kepercayaan yang Aman

Anak cenderung merasa lebih aman dan nyaman di sekitar ibu mereka. Sebagai hasilnya, mereka mungkin merasa bahwa mereka dapat menunjukkan sisi diri mereka yang lebih ekspresif dan spontan. Ini dapat mengakibatkan perilaku yang lebih "nakal" atau tidak terkendali karena mereka merasa diterima dan dicintai tanpa syarat.

2. Ekspresi Diri yang Bebas

Ibu adalah figur yang paling dekat dengan anak, dan anak cenderung merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan diri tanpa penilaian atau hukuman. Ini bisa mengakibatkan perilaku anak yang cenderung tidak terkendali karena anak ingin menunjukkan semua sisi kepribadiannya, baik yang baik maupun buruk.

3. Pengalaman Emosional

Anak mungkin memiliki banyak emosi yang dia rasakan ketika bersama ibu, baik itu kegembiraan, kesedihan, frustrasi maupun marah. Karena perasaan ini terkadang sulit untuk mereka proses, mereka mungkin mengekspresikannya dalam bentuk perilaku yang lebih intens.

4. Testing Batasan

Anak seringkali ingin menguji batasan dan aturan yang ada. Ketika mereka berada di sekitar ibu, mereka mungkin merasa lebih nyaman untuk menguji batasan ini dan melihat bagaimana ibu merespon perilaku tersebut.

5. Perlindungan Emosional

Beberapa anak mungkin merasa bahwa mereka mendapatkan perlindungan ekstra saat bersama ibu dan ini dapat memberi mereka kepercayaan diri yang lebih untuk mengeksplorasi perilaku yang mungkin mereka rasa berani untuk melakukannya.

6. Imitasi dan Pembelajaran

Anak sering kali belajar dengan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, termasuk ibu mereka. Jika ibu kadang-kadang menunjukkan perilaku yang baik maupun kurang baik, anak mungkin cenderung meniru ini dalam upaya untuk memahami dunia di sekitar mereka.

Tips untuk Menghadapinya

  • Konsistensi dan Beri Batasan: Penting untuk menjaga konsistensi dalam aturan dan batasan yang berlaku, bahkan saat anak berada di sekitar ibu. Ini membantu anak memahami bahwa batasan tetap ada.

  • Komunikasi Terbuka: Berbicaralah dengan anak tentang perilaku mereka dengan lembut dan terbuka. Biarkan mereka tahu bahwa meskipun mereka diterima apa adanya, masih ada harapan untuk perilaku yang lebih terkendali.

  • Model Perilaku Positif: Ibu dapat menjadi teladan bagi perilaku yang diharapkan. Jika anak melihat ibu menunjukkan emosi dan perilaku yang sehat, mereka mungkin akan menirunya.

  • Berikan Penghargaan atas Perilaku Positif: Berikan pujian dan penghargaan atas perilaku yang positif dan terkendali. Ini memberikan insentif bagi anak untuk menunjukkan perilaku yang lebih baik lagi.

  • Perhatikan Pola: Coba perhatikan pola perilaku anak dan kapan mereka cenderung bersikap "nakal". Ini dapat memberikan wawasan tentang apa yang memicu perilaku tersebut.

Baca juga :

5 Hal yang Menjadi Pantangan Saat Hamil Tua

Perilaku anak yang cenderung bersikap lebih "nakal" saat bersama ibu sering kali muncul karena anak merasa nyaman, aman dan ingin mengekspresikan diri dengan bebas. Memahami alasan di balik perilaku ini dan menghadapinya dengan bijak dapat membantu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, mendukung perkembangan positif anak dan membangun hubungan yang mendalam antara ibu dan anak.