Decision Fatigue, Lelah Selalu Dihadapkan dengan Banyak Pilihan

Decision Fatigue, Lelah Selalu Dihadapkan dengan Banyak Pilihan

Kesehatan 535

Decision fatigue merupakan kondisi psikologis seputar kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan. Ketika manusia terlalu sering membuat keputusan, maka kemampuan pengambilan keputusan selanjutnya menjadi lebih buruk karena otak sudah lelah. Jenis keputusan yang harus diambil tidak hanya yang besar dan sulit, tetapi termasuk hal kecil sekalipun.

Shop with Me

Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Isoduce original untuk Nyeri Haid Keputihan
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Decision fatigue merupakan kombinasi dari ketegangan emosional dan mental akibat beban pilihan. Maka dari itu, ketika tubuh sudah mengalami kelelahan dan mentalnya menipis, seseorang cenderung membuat keputusan yang berisiko, menghindari yang sulit, dan memilih pilihan yang paling mudah dilakukan saja. Berikut ini contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Bingung karena banyak pilihan resep yang enak dan gampang diolah atau ada banyak pilihan merek susu untuk dibeli.

  • Seorang HR sulit menentukan kandidat mana yang cocok untuk diterima oleh perusahaan.

  • Membuat keputusan yang terkesan paling gampang padahal sebenarnya tidak tepat.

Tanda-Tanda

Terkadang, orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami decision fatigue. Maka dari itu, cara paling sederhananya adalah dengan mengidentifikasi tanda-tanda seperti penundaan (“akan saya tangani nanti”), penghindaran (“saya tidak bisa melakukan ini sekarang”), keraguan (“saya mengatakan tidak karena saya ragu”). Jika terjadi berkelanjutan, seseorang cenderung:

  • Gampang marah

  • Depresi

  • Kecemasan meningkat

  • Sakit kepala

  • Masalah pencernaan.

Penyebab

Alasan seseorang mengalami decision fatigue mungkin berkaitan dengan tingkat stress mereka sendiri ditambah dengan banyaknya keputusan yang harus dibuat setiap harinya. Beban keputusan itu sendiri juga akan berpengaruh. Bayangkan saja, kita dihadapi dengan suatu keputusan mulai dari bangun tidur hingga kembali tertidur lagi.

Mau pakai baju apa, mau makan siang apa, atau mau mengerjakan tugas yang mana terlebih dahulu. Ada pula keputusan yang dibuat secara sadar maupun tidak dasar. Siapa sih yang tidak pernah melewatinya bukan? Makanya terkadang dipenghujung hari, energi sudah menipis dan kemampuan memilih dengan bijak akan menurun.

Faktor yang memengaruhi decision fatigue adalah tingkat stres, jumlah keputusan, serta bobotnya

Cara Mencegah Decision Fatigue

Setiap orang akan melalui decision fatigue dan sebenarnya tidak menjadi masalah. Meskipun begitu, tentunya kita tidak ingin menjadi lelah dan tidak ingin membuat keputusan yang sembrono. Kita pun tidak bisa menghindarinya secara penuh. Maka dari itu untuk mengatasinya, cobalah lakukan beberapa hal berikut:

  • Hilangkan beberapa keputusan dalam hidup. Misalnya membuat jadwal outfit yang akan dipakai setiap hari atau putar lagi dalam mode shuffle.

  • Delegasikan atau limpahkan keputusan atau pekerjaan kepada orang lain.  

  • Biarkan orang lain yang membuat keputusan. Misalnya menu makan siang untuk dimakan di kantor.

  • Prioritaskan tidur agar waktu untuk berpikir menjadi berkurang

  • Rutin olahraga karena baik untuk meningkatkan kemampuan otak.

  • Mengelola stres agar tidak terlalu kewalahan dan lebih percaya diri untuk membuat keputusan.

  • Berikan otak istirahat dengan cara menyediakan waktu untuk melakukan kegiatan menyenangkan.

Jangan persulit hidup dengan menanggung beban keputusan seorang diri

Jadi, decision fatigue ditandai ketika kemampuan seseorang untuk memutuskan sesuatu telah menurun dan mengalami kelelahan. Hal ini terjadi karena banyaknya keputusan yang harus diambil setiap hari. Maka dari itu, penting bagi kita untuk punya waktu santai demi memberikan jeda agar otak dapat beristirahat. Yuk baca artikel Newfemme lainnya, Ladies!