Mata Malas, Jangan Dibiarkan Begitu Saja

Mata Malas, Jangan Dibiarkan Begitu Saja

Kesehatan 497

Mata malas atau ambliopia merupakan kondisi yang memengaruhi kemampuan mata untuk melihat dengan jelas dari kedua mata (satu netra tidak berfungsi sebaik netra lainnya). Kondisi ini tidak menandakan bahwa seseorang ‘malas’ begitu pula matanya. Mereka hanya tidak dapat mengendalikan cara kerja matanya. 

Biasanya ambliopia dimulai sejak masa kanak-kanak, di mana satu mata memiliki penglihatan yang kabur sementara mata lainnya dapat melihat dengan jelas. Otak lebih menyukai netra yang dapat melihat dengan jelas, sehingga netra yang penglihatannya kabur mulai terabaikan. Akibatnya, penglihatan di netra yang kabur kian memburuk seiring berjalannya waktu. 

Tanda-Tanda Lazy Eye

Seorang ibu harus tahu bahwa penting bagi seorang anak untuk melakukan pemeriksaan mata (usia 3-5 tahun) karena perawatan sedini mungkin diperlukan agar kemampuan melihat tidak benar-benar hilang. Gejalanya mungkin tidak disadari sampai terlihat adanya perubahan dalam cara mereka berinteraksi dengan benda atau lingkungan disekitarnya. Tanda-tanda yang mungkin terlihat adalah:

  • Sering menyipitkan atau menutup sebelah mata

  • Sering memiringkan kepala ke satu sisi

  • Sering menutupi salah satu mata

  • Sering membentur benda di sekitarnya

  • Lebih menyukai sisi tubuh tertentu (kanan atau kiri)

  • Mata juling

  • Kelopak mata turun

Tanda umum lazy eye adalah menyipitkan atau menutupi salah satu mata

Selain itu, lazy eye mungkin dapat dilihat perbedaannya secara fisik dibandingkan orang normal. Orang dengan mata malas mungkin memiliki ketidaksejajaran antara netra yang lemah dan netra yang kuat. Bola mata mereka juga mungkin terlihat tidak tepat di tengah atau seperti melayang ke arah yang tidak sesuai dengan arah pandangan.

Penyebab 

Setiap anak dapat mengembangkan lazy eye. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko ambliopia adalah memiliki anggota keluarga inti dengan masalah yang sama, keterlambatan perkembangan, prematur, atau berat badan lahir rendah. Penyebab paling umum lazy eye adalah karena masalah penglihatan atau masalah struktural pada mata, seperti:

  • Kesalahan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, silindris, mata juling)

  • Kondisi struktural (kelopak mata turun, strabismus, katarak, atau permasalahan lainnya)

Diagnosis

Kondisi mata malas seringkali terdiagnosis ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis perawatan mata. Dokter umumnya akan menguji seberapa baik seseorang dapat melihat, pun juga akan diidentifikasi apakah ada hal lain yang memengaruhi kemampuan mata untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi, ketika menemukan gejalanya pada anak, maka lebih baik diperiksakan langsung. 

Dikarenakan ambliopia tidak akan hilang dengan sendirinya, maka perlu dilakukan perawatan sejak dini. Hal ini karena perawatan yang dilakukan pada masa kanak-kanak lebih efektif daripada ketika mereka sudah beranjak dewasa. Jika tidak, kemampuan melihat mungkin menjadi berkurang hingga ke tahap permasalahan penglihatan secara permanen.

Pengobatan

Tujuan dari perawatan mata malas adalah untuk merancang otak agar mau menggunakan mata yang lebih lemah untuk melihat. Pada akhirnya, ketika ini berjalan dengan lancar, otak dan kedua mata dapat berkomunikasi lebih terarah sehingga ambliopia dapat membaik. Perawatan untuk mata malas yang paling sering dilakukan adalah:

  • Menggunakan eye patch pada mata yang kuat. Tujuannya untuk memaksa otak agar mau tidak mau menggunakan mata yang lemah untuk melihat. 

  • Menggunakan kacamata ketika mengalami kesalahan refraksi mata. Tujuannya adalah agar kedua netra dapat dipergunakan secara seimbang, sehingga otak paham bahwa keduanya memiliki kemampuan yang sama untuk melihat.

  • Obat tetes pada mata yang kuat, sehingga penglihatannya menjadi kabur. Pada akhirnya otak terpaksa menggunakan mata yang lemah untuk melihat.

  • Operasi lazy eye adalah tahap yang dilakukan ketika kondisi mata kian memburuk, seperti katarak atau masalah struktural lain setelah tidak berhasil melakukan perawatan non-bedah. 

Lazy eye bisa ditangani dengan menggunakan eye patch, kacamata, obat tetes, atau operasi

Jadi, mata malas ditandai ketika salah satu netra memiliki penglihatan kabur dan satu netra lainnya memiliki penglihatan yang baik. Kondisi ini muncul semasa kanak-kanak dan perlu diberikan perawatan sedini mungkin agar kemampuan melihat tidak kian memburuk. Jadi, buat Ladies yang sudah menjadi ibu, yuk periksakan mata anaknya ya! Yuk baca artikel menarik lainnya di Newfemme!

Komentar

User NewFemme

Siskawatikarim

03 Aug, 2023 13:10

Terimakasih informasinya ?? bakal wasapa buat anak aku?