Pentingnya Mengembangkan Sensorik Anak untuk Pertumbuhan yang Optimal

Pentingnya Mengembangkan Sensorik Anak untuk Pertumbuhan yang Optimal

Parenting 725

Sensory training atau pelatihan sensorik adalah pendekatan yang melibatkan penggunaan aktivitas berbasis sensorik untuk merangsang dan mengembangkan indera anak. Ini termasuk penggunaan indra penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa dalam rangka memahami dan merespons lingkungan sekitar. Sensory training penting dalam perkembangan anak karena berperan dalam pembentukan koneksi saraf di otak dan membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam belajar, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengatasi tantangan sosial dan emosional.

Shop with Me

SPIRO Mixed Fiber Detox Tubuh
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Isoduce original untuk Nyeri Haid Keputihan
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mamypoko
IDR 80.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pentingnya Sensory Training pada Masa Kanak-kanak

  • Perkembangan Otak: Pada masa kanak-kanak (periode perkembangan anak masa pra-sekolah usia antara 2–6 tahun), otak sedang dalam fase kritis untuk membentuk koneksi saraf. Sensory training membantu merangsang perkembangan otak dengan memperkuat koneksi dan jalur saraf yang penting untuk pembelajaran dan perkembangan kognitif.

  • Peningkatan Sensori-Motorik: Sensory training membantu anak mengembangkan sensori-motorik yang lebih baik, yaitu kemampuan untuk mengkoordinasikan indera dengan gerakan tubuh. Ini memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik dan belajar dengan lebih efektif.

  • Kemampuan untuk Fokus: Sensory training dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk fokus dan memusatkan perhatian, yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

  • Regulasi Emosi: Anak-anak yang terlatih secara sensorik cenderung lebih mampu mengatur emosi mereka dan merespons dengan lebih baik terhadap situasi yang menantang.

  • Kemandirian: Melalui sensory training, anak-anak dapat mengembangkan kemandirian dalam menjalani kegiatan sehari-hari, seperti makan, berpakaian, dan membersihkan diri.

Aktivitas Sensory Training untuk Anak

Tanpa harus mengeluarkan biaya besar, kita juga bisa melatih sensorik anak di rumah dengan barang serta peralatan seadanya. Cara yang bisa digunakan adalah:

  • Sensory Bins: Sediakan wadah berisi bahan-bahan seperti beras, pasir, kacang-kacangan, atau air untuk memberi pengalaman sentuhan dan raba anak-anak.

  • Sensory Walks: Ajak anak-anak berjalan-jalan di luar ruangan tanpa alas kaki untuk merasakan berbagai tekstur di bawah kaki mereka seperti rumput, pasir, atau daun kering. Bisa juga dilakukan dalam rumah dengan menggunakan bedak, tepung, tekstur karpet dan lain-lain. Pastikan anak tidak menginjak sesuatu yang bahaya atau membuatnya sakit.

  • Musik dan Suara: Gunakan alat musik dan suara-suara lain (seperti suara gelas dan piring, ketukan pada benda kayu dan lain-lain) untuk merangsang indera pendengaran anak-anak dan memperkenalkan mereka pada berbagai jenis suara.

  • Menggunakan Aroma: Sajikan makanan atau bahan-bahan dengan aroma yang khas, seperti mint, kayu manis, buah-buahan atau bunga, untuk merangsang indera penciuman.

  • Bermain dengan Warna: Gunakan berbagai warna dan bahan-bahan berwarna untuk melatih indera penglihatan anak-anak dan mengajarkan mereka mengenali warna.

  • Aktivitas Out-of-the-Box: Ajak anak untuk bermain di luar kebiasaannya, seperti mencicipi makanan dengan mata tertutup atau berjalan merentangkan lengan dengan mata tertutup untuk merasakan sekitar mereka dengan lebih baik.

Peran Orangtua dan Guru dalam Sensory Training

Baca juga :

Mengapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Dalam Mulut?

  • Pahami Kebutuhan Anak: Setiap anak pasti memiliki perbedaan dan orangtua serta guru harus memahami kebutuhan sensorik masing-masing anak agar dapat menyusun aktivitas yang tepat.

  • Lihat Tanda-tanda Ketidaknyamanan: Perhatikan tanda-tanda ketidaknyamanan atau overstimulasi ketika melakukan aktivitas sensorik dan sesuaikan jika perlu.

  • Beri Waktu untuk Eksplorasi: Berikan waktu bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai aktivitas sensorik dan biarkan mereka belajar dengan caranya sendiri.

  • Libatkan Semua Indera: Pastikan aktivitas sensorik melibatkan semua indera anak agar mereka dapat merasakan dan mengalami pengalaman secara menyeluruh.

  • Perluas Batasan: Ajak anak untuk mencoba hal-hal baru dan tidak takut untuk menghadapi tantangan.

Sensory training merupakan bagian penting dalam perkembangan anak karena membantu merangsang otak, meningkatkan sensori-motorik, dan mengembangkan kemandirian dan kemampuan perhatian. Orangtua dan guru memiliki peran yang penting dalam memberikan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan sensorik anak, serta memberikan dukungan dan kesempatan bagi mereka untuk menjelajahi dunia dengan berbagai indera. Melalui sensory training, anak-anak dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal, menjadi lebih siap untuk belajar, dan meraih kesuksesan dalam kehidupan.