Kecanduan Media Sosial, Apa Kamu Termasuk Salah Satunya?

Kecanduan Media Sosial, Apa Kamu Termasuk Salah Satunya?

Kesehatan 620

Social media addiction atau kecanduan media sosial ditandai ketika seseorang merasakan dorongan ekstrem untuk menggunakan media sosial. Sering kali mereka justru khawatir terhadap platform tertentu sehingga menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di dalamnya. Social media addiction termasuk ke dalam kecanduan perilaku, di mana seseorang bergantung pada suatu aktivitas tertentu.

Shop with Me

Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Isoduce original untuk Nyeri Haid Keputihan
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Coffe Latte with others flavor
IDR 21.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Bentuk kecanduan yang terjadi adalah:

  • Memiliki keharusan untuk memeriksa medsos

  • Menghabiskan banyak waktu di platform tertentu daripada aktivitas offline

  • Merasa ada perasaan yang menjanggal ketika tidak membuka medsos

Kecanduan sosial media ditandai ketika seseorang tidak bisa lepas dari medsos

Alasan Media Sosial itu Sangat Adiktif

Penggunaan medsos memicu reaksi pada otak untuk melepaskan hormon dopamin, yang bertanggung jawab atas perasaan senang. Biasanya ini akan ditunjukkan ketika mendapatkan notifikasi like, comment, atau retweet. Hal tersebut kemudian mengakibatkan seseorang lebih gencar lagi menggunakan media sosialnya alias ketagihan dalam penggunaannya.

Kerugian Kecanduan Media Sosial

Memang penggunaan media sosial bisa meningkat mood seseorang, tetapi ketika sudah candu, penggunaannya dapat menyebabkan gejala psikologis dan fisik. Contohnya seperti kesedihan, depresi, atau kecemasan. Banyak pula dari mereka yang mungkin mengembangkan masalah kesehatan, biasanya karena menjadi tidak aktif secara fisik atau kurang tidur.

Dampak negatif lain yang bisa terjadi adalah:

  • Merasa harga diri rendah karena menganggap orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik lewat medsos-lnya

  • Cenderung mengisolasi diri, merasa kesepian, hingga depresi

  • Perubahan suasana hati ketika tidak membuka medsos

  • Fear of missing out (FOMO) sehingga semakin gencar menggunakan medsos

  • Terganggunya pola tidur dan penurunan aktivitas fisik sehingga mengganggu kesehatan secara keseluruhan

  • Menurunkan nilai akademis atau prestasi kerja

  • Mengabaikan hubungan dalam kehidupan nyata

  • Berkurangnya kemampuan untuk berempati dengan orang lain

  • Memicu konflik dengan orang kali akibat komentar negatif

Media sosial bisa berdampak negatif terhadap diri sendiri

Cara Mengetahui Apakah Kamu Kecanduan Media Sosial atau Tidak

Sebenarnya, mungkin cukup riskan ketika kita sulit membedakan apakah ini hanyalah kebiasaan yang disukai atau memang sudah masuk ke tahap adiksi. Jika tidak yakin, maka pergi berkonsultasi dengan seorang profesional mungkin lebih tepat untuk dilakukan. Meskipun begitu, kita juga dapat bertanya kepada diri sendiri sebagai bentuk identifikasinya. Coba tanyakan beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah saya menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan dan/atau menggunakan media sosial?

  2. Apakah saya punya dorongan yang kuat untuk menggunakan media sosial?

  3. Apakah tujuan saya menggunakan media sosial adalah untuk melarikan diri dari masalah pribadi?

  4. Apakah saya masih sulit bagi saya untuk mengurangi penggunaan media sosial walaupun sudah berusaha melakukannya?

  5. Apakah saya menjadi gelisah dan tidak tenang ketika tidak menggunakan media sosial?

  6. Apakah kegiatan ini menyebabkan prestasi akademis atau produktivitas kerja saya menurun?

Jadi, kecanduan media sosial terjadi saat seseorang punya dorongan yang kuat untuk menggunakan media sosial. Ketagihan media sosial dapat berdampak negatif terhadap diri sendiri, misalnya jadi FOMO atau membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya justru jadi depresi. Ladies, kalau kamu merasa perlu bantuan terhadap suatu adiksi, boleh banget konsultasi dulu dengan Newfemme!