Agoraphobia, Ketakutan Ekstrem Jika Tidak Bisa Melarikan Diri

Agoraphobia, Ketakutan Ekstrem Jika Tidak Bisa Melarikan Diri

Kesehatan 300

Agoraphobia termasuk ke dalam salah satu jenis anxiety disorder yang terjadi ketika seseorang merasakan ketakutan ekstrem ketika berada dalam situasi yang menyebabkan mereka sulit untuk melarikan diri atau sulit mendapatkan bantuan. Hal ini menyebabkan mereka sering menghindari tempat tertentu.

Shop with Me

Tas Selempang Wanita Inara / Tas Bahu Wanita Kekinian
IDR 32.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
kaos rib rumbai ruffle lengan panjang
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum Rainbow 1L
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jilbab Bergo Grosir Murah
IDR 39.998
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Agoraphobia bukanlah ketakutan akan ruang terbuka, tetapi lebih kompleks daripada itu.  Tempat atau situasi yang bisa memicu gejalanya adalah area terbuka dan luas, kerumunan, kendaraan umum, atau sendirian di luar rumah yang lokasinya jauh. Kondisi ini sering ditemukan muncul pada wanita, terutama di usia 25-35 tahun.

Agoraphobia adalah ketakutan ekstrem dalam situasi yang menyebabkan seseorang sulit melarikan diri

Gejala Agoraphobia

Orang dengan agoraphobia akan merasakan kombinasi antara ketakutan, perubahan perasaan, dan perubahan fisik. Tingkatnya bervariasi, mulai dari ringan  hingga parah. Mereka akan merasakan ketakutan dan stres berlebihan, sehingga seringkali menghindari situasi tertentu.

Tanda-tandanya fisiknya mungkin mirip dengan panic attack, seperti berikut ini:

  • Nyeri dada

  • Jantung berdebar-debar

  • Kesulitan bernapas

  • Sakit kepala atau pusing

  • Menggigil dan wajah memerah

  • Keringat berlebihan

  • Sakit perut 

  • Gemetaran 

Selain gejala fisik tersebut, orang dengan kondisi ini mungkin memilih untuk berhenti  berteman, lebih suka belanja online daripada mendatangi toko langsung, mengubah perilakunya di rumah, sekolah, atau tempat kerja, tidak mau naik kendaraan umum, menyalahgunakan obat dan alkohol, atau bahkan menjadi bergantung dengan orang lain.

Penyebab

Belum diketahui penyebab pasti agoraphobia, tetapi kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan panik yang diderita. Gangguan panik (panic disorder) yang terjadi menyebabkan munculnya ketakutan intens secara singkat dan intens tanpa alasan tertentu. Maka dari itu, orang yang punya panic disorder biasanya juga mengalami agoraphobia, tetapi fobia ini juga dapat terjadi dengan sendirinya. 

Faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko terjadinya agoraphobia adalah panic attack, respon berlebihan terhadap serangan panik, memiliki fobia lain, punya pengalaman penuh tekanan terutama pada masa kanak-kanak (kematian orang tercinta, pelecehan, kejahatan), terlalu sensitif, atau ada anggota keluarga lain dengan agoraphobia.

Orang yang punya panic attack bisa mengembangkan agoraphobia

Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis agoraphobia, seseorang akan diwawancarai terkait gejala dan bagaimana perasaannya ketika berada dalam kondisi tertentu, seperti kendaraan umum, ruang terbuka, ruang tertutup, kerumunan atau barisan, atau keluar rumah sendirian. Setidaknya gejala harus muncul dalam 2 dari 5 situasi tersebut.

Selain itu, ciri-ciri lain yang juga akan mendukung diagnosisnya adalah ketika seseorang sengaja menghindari situasi pemicu gejala, takut karena akan sulit melarikan diri ketika merasa terjebak, ketakutan tidak sebanding dengan kenyataan, dan efeknya mengganggu kehidupan sehari-hari. Gejalanya harus terus-menerus dialami setidaknya selama 6 bulan.

Pengobatan

Perawatan agoraphobia bisa dengan kombinasi antara obat-obatan dan psikoterapi. Obat-obatan tersebut yaitu selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) sebagai antidepresan atau benzodiazepin sebagai obat penenang. Cognitive behavioral therapy adalah jenis psikoterapi yang berfokus untuk mengubah cara seseorang untuk berpikir dan bereaksi terhadap keadaan tertentu.

Strategi yang bisa dilakukan untuk agoraphobia diantaranya yaitu:

  • Berkonsultasi dengan tenaga ahli

  • Melakukan teknik relaksasi

  • Berolahraga teratur

  • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang

  • Menghindari konsumsi alkohol atau kafein secara berlebihan

Jadi, agoraphobia adalah ketakutan ekstrem ketika berada dalam situasi yang menyebabkan kesulitan untuk melarikan diri atau sulit mendapatkan bantuan. Kondisi ini tidaklah sama dengan panic attack. Seseorang mungkin memilih untuk tetap di rumah daripada keluar ke tempat lain. Yuk jelajahi artikel menarik lain hanya di Newfemme ya!