Obsessive-Compulsive Personality Disorder, Pokoknya Semua Harus Sesuai Aturan Saya!

Obsessive-Compulsive Personality Disorder, Pokoknya Semua Harus Sesuai Aturan Saya!

Kesehatan 595

Obsessive-compulsive personality disorder (OCDP) atau gangguan kepribadian obsesif-kompulsif merupakan salah satu kondisi kesehatan mental di mana seseorang punya keasyikan tersendiri terhadap perfeksionisme, keteraturan, dan terorganisir. Orang dengan OCPD merasa bahwa sesuatu tidak bisa dikerjakan secara fleksibel dan tidak mau berkompromi dengan orang lain. 

Shop with Me

Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gamis Tartan Kotak Marun
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Obsessive-compulsive personality disorder (OCPD) sering dianggap sama dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Faktanya, mereka ada 2 kondisi yang berbeda. Orang dengan OCPD tidak menyadari bahwa ada yang salah pada dirinya. Mereka justru menganggap cara berpikir dan perilakunya sudah paling benar diantara orang lain.

Ciri-Ciri

Obsessive-compulsive personality disorder biasanya dimulai pada usia remaja akhir atau awal dewasa muda, terutama yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA atau lebih rendah. Ciri-ciri utama dari kondisi ini adalah obsesi yang meluas terhadap keteraturan, perfeksionisme, kontrol, dan punya cara tersendiri untuk melakukan sesuatu. Kebiasaan yang dimiliki adalah seperti:

  • Segala sesuatu harus detail, sesuai aturan, daftar, urutan, dan terorganisir

  • Sifat perfeksionismenya mengganggu penyelesaian tugas

  • Mengabdi terlalu berlebihan terhadap pekerjaan dan produktivitas

  • Punya keraguan yang berlebihan

  • Sangat berhati-hati untuk menghindari sesuatu yang mereka anggap sebagai kegagalan

  • Bersikap keras kepala dan kaku

  • Tidak mau berkompromi

  • Tidak mau membuang barang yang rusak atau tidak berharga

  • Tidak mau untuk melimpahtugaskan pekerjaan ke orang lain kecuali orang lain tersebut setuju untuk melakukannya persis seperti dirinya

  • Selalu terpaku terhadap satu gagasan, tugas, atau keyakinan

  • Menganggap sesuatu sebagai hitam dan putih

  • Sulit untuk menerima kritikan

  • Terlalu fokus pada kekurangan orang lain

  • Terlihat percaya diri, teratur, dan berprestasi

Orang dengan OCPD akan sulit untuk diajak kompromi

Penyebab

Obsessive-compulsive disorder belum diketahui penyebabnya secara pasti karena masih jarang diteliti akibat kasusnya yang jarang ditemui. Namun dipercaya bahwa gangguan kepribadian  ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama yaitu genetik, di mana ada gen yang tidak berfungsi serta banyak ditemukan kasus yang sama pada anggota keluarga dekat. 

Kedua yaitu trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan. Seseorang yang punya kondisi kesehatan mental lain mungkin lebih mungkin didiagnoosis OCPD, seperti OCD parah, panic disorder, bipolar disorder, atau substance use disorder tingkat ringan hingga sedang. Gangguan kepribadian obsesi-kompulsif tidak bisa dicegah.

Orang dengan OCPD biasanya juga memiliki masalah kesehatan mental lain

Diagnosis

Serupa dengan gangguan kepribadian lainnya, obsessive-compulsive personality disorder sulit didianosis karena penderitanya tidak merasa ada yang salah pada mereka. Untuk mendiagnosis kondisinya, biasanya akan dilakukan pengkajian terkait riwayat pekerjaan, hubungan dengan orang lain, uji realitas, dan kontrol impuls. Seseorang harus memiliki pola preokupasi yang persisten dengan urutan, perfeksionisme, dan kontrol terhadap diri sendiri, orang lain, serta situasi. 

Pengobatan

Perawatan utama obsessive-compulsive personality disorder adalah dengan psikoterapi. Tujuan terapi tersebut adalah untuk membantu seseorang mengungkapkan motivasi dan ketakutan mereka yang mempengaruhi pikiran dan perilakunya. Terdapat 2 jenis terapi yang bisa dilakukan, yaitu terapi psikodinamik dan cognitive behavioral therapy. 

Selain itu, bisa juga dengan latihan relaksasi yang melibatkan teknik pernapasan seperti yoga, pilates, tai chi untuk mengurangi stres dan urgensi, terapi berkelompok, serta konsumsi obat ketika mengalami kecemasan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan tidak disarankan penggunaan resep untuk jangka panjang.

Jadi, obsessive-compulsive personality disorder ditandai dengan perfeksionisme, ketat terhadap aturan, dan harus terorganisir. Mereka merasa bahwa segala sesuatu harus dilakukan mengikuti standar yang telah mereka terapkan, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga orang lain. Jika Ladies masih punya banyak pertanyaan, boleh banget coba konsultasi di Newfemme!