Histrionic Personality Disorder, Si Tukang Cari Perhatian?

Histrionic Personality Disorder, Si Tukang Cari Perhatian?

Kesehatan 476

Histrionic personality disorder (HPD) atau gangguan kepribadian histrionik merupakan salah satu masalah kesehatan mental di mana seseorang memiliki emosi yang tidak stabil serta citra diri yang terdistorsi. Mereka menganggap bahwa harga dirinya ditentukan berdasarkan persetujuan orang lain. Maka dari itu mereka sering bertindak dramatis atau tidak pantas demi mendapatkan perhatian.

Gejala

Gangguan kepribadian histrionik biasanya mulai terjadi pada wanita berusia belasan atau 20 tahunan. Meskipun begitu, sebenarnya kasus ini cukup jarang ditemukan. Ciri utama histrionic personality disorder adalah mereka cenderung menunjukkan emosi atau tendensi seksual berlebihan dan dangkal untuk menarik perhatian orang lain.

Kondisi ini dapat menyebab seseorang merasa seperti hal berikut ini:

  • Merasa kurang dihargai ketika tidak menjadi pusat perhatian, bahkan bisa tertekan karenanya

  • Emosinya cepat berubah dan dangkal

  • Berperilaku sangat dramatis dan ekspresif secara emosional, terkadang sampai mempermalukan keluarga atau teman di depan umum

  • Merasa kehadirannya lebih besar daripada kehidupan itu sendiri

  • Selalu berusaha untuk terlihat menawan dan cenderung genit

  • Tidak memperdulikan penampilan fisik, tetapi suka mengenakan pakaian berwarna cerah atau terbuka untuk menarik perhatian

  • Bertindak secara seksual di luar batas kepada sebagian besar orang yang ditemui, padahal belum tentu orang lain tersebut tertarik secara seksual kepadanya

  • Cara bicaranya dramatis dan sering kali mengungkapkan pendapat dengan sedikit fakta

  • Mudah tertipu atau dipengaruhi oleh orang lain yang dikagumi

  • Sulit mempertahankan hubungan karena sering kali terlihat palsu dalam interaksinya

  • Menyukai kepuasan yang instan, mudah bosan, atau cepat frustasi

  • Selalu mencari kepastian atau persetujuan

Salah satu gejala HPD adalah terlalu dramatis terkait emosional

Penyebab

Alasan mengapa seseorang mengalami histrionic personality disorder belum diketahui secara pasti karena kasusnya juga masih jarang ditemukan, sehingga belum banyak studi dilakukan. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab gangguan kepribadian histrionic ini terjadi, diantaranya yaitu:

  • Genetik (cenderung terjadi jika punya riwayat gangguan kepribadian histrionik pada anggota keluarga)

  • Trauma masa kanak-kanak (pelecehan, kehilangan anggota keluarga)

  • Gaya pengasuhan (terlalu dimanjakan, terlalu dibebaskan, atau justru sengaja melakukannya untuk mendapat perhatian orang tua)

Diagnosis

Histrionic personality disorder baru bisa didiagnosis ketika seseorang sudah menginjak usia 18 tahun, tetapi cukup sulit penemuan kasusnya karena banyak orang dengan kondisi ini merasa bahwa tidak ada masalah pada diri atau cara berpikirnya. Seorang psikolog klinis atau psikiater biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan meliputi:

  • Pengalaman masa lalu

  • Hubungan dengan orang lain

  • Riwayat pekerjaan sebelumnya

  • Reality testing (uji realita)

  • Impulse control (kontrol impuls)

Berdasarkan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, barulah kemudian dianalisis untuk menegakkan diagnosis histrionic personality disorder. Berdasarkan the American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, terdapat minimal 5 kriteria yang harus terpenuhi dari seluruh perilaku di bawah ini, yaitu:

  • Tidak nyaman saat tidak menjadi pusat perhatian

  • Suka menggoda dan provokatif

  • Emosi dangkal dan cepat berubah

  • Sengaja menggunakan penampilannya untuk menarik perhatian

  • Cara bicaranya impresionistik (menggunakan kata-kata yang melebih-lebihkan kemampuan atau pencapaiannya atau mengungkapkan perasaan secara dramatis) dan tidak jelas

  • Emosi dramatis, teatrikal, atau berlebihan

  • Mudah dipengaruhi orang lain

  • Menganggap punya hubungan yang dekat dengan orang lain daripada sebenarnya

Pengobatan

Dikarenakan orang dengan histrionic personality disorder merasa bahwa emosi dan tindakan mereka tidak salah, maka seringkali kondisinya tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Mereka cenderung mencari bantuan profesional kesehatan hanya ketika mengalami depresi atau stress akibat perilaku atau pemikirannya yang mengakibatkan terjadinya pemutusan hubungan atau kehilangan.

Lagi-lagi, penanganan pertama untuk seseorang dengan masalah kesehatan mental adalah dengan psikoterapi. Tujuannya adalah agar mereka terbantu untuk mengungkapkan emosi, motivasi, dan ketakutannya terhadap pikiran sendiri, serta membantu untuk membangun hubungan dengan orang lain secara lebih positif. Jenis psikoterapi yang bisa dilakukan seperti:

  • Terapi kelompok: berdiskusi bersama dengan orang lain dengan kondisi yang sama

  • Psikoterapi psikodinamik: menemukan akar dari tekanan emosional yang dialami secara psikologis

  • Psikoterapi suportif: mempertahankan, memulihkan, atau meningkatkan harga diri sendiri

  • Cognitive behavioral therapy: membantu untuk menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang lebih sehat dari sebelumnya

Penanganan utama HPD adalah psikoterapi

Jadi, histrionic personality disorder pada seseorang ditandai dengan emosi tidak stabil, citra diri yang terdistorsi, dan selalu ingin mendapatkan perhatian dari orang lain. Orang dengan kondisi ini kerap kali bersikap dramatis, sehingga menyebabkan orang terdekatnya merasa malu. Penanganan utama untuk kondisi ini adalah dengan psikoterapi. Yuk baca artikel kesehatan mental lainnya di Newfemme!