Substance Use Disorder Berbeda dengan Penyalahgunaan Obat

Substance Use Disorder Berbeda dengan Penyalahgunaan Obat

Kesehatan 507

Substance use disorder atau gangguan penggunaan zat adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang tidak dapat mengendalikan penggunaan zat meskipun tahu bahwa ada konsekuensi bahaya dari tindakan tersebut. Satu orang bisa menggunakan satu atau lebih zat dalam satu waktu. Contoh-contoh zat yang menyebabkan terjadinya adiksi diantaranya adalah:

  • Alkohol

  • Kafein

  • Marijuanan

  • Halusinogen

  • Obat anti kecemasan

  • Inhalasia (pengencer cat, semprotan aerosol, gas)

  • Opioid (kodein, oxycontin, heroin

  • Stimulan (kokain, methamphetamine)

  • Tembakau atau nikotin

Substance use disorder bisa berada pada tingkat yang ringan, sedang, atau berat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan zat-zat tersebut menyebabkan substance use disorder, seperti cara pemakaiannya (konsumsi oral, suntik, atau menghirup), seberapa cepat ia memicu kesenangan, waktu yang dibutuhkan untuk merasakan efeknya, dan kemampuan zat untuk mengurangi gejala.

Substance use disorder adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mengendalikan penggunaan zat tertentu

Gangguan Penggunaan Zat vs Penyalahgunaan Zat

Penyalahgunaan zat dan gangguan penggunaan zat itu berbeda. Penyalahgunaan zat diartikan ketika seseorang menggunakan zat sesekali saja dan bukan merupakan suatu kebiasaan. Orang yang menyalahgunakan zat belum tentu mengalami substance use disorder, tetapi mereka tetap bisa ketergantungan. Jenis zat yang gampang membuat orang ketergantungan adalah tembakau, heroin, kokain, alkohol, ganja, dan benzodiazepin.

Tembakau adalah salah satu zat yang sering membuat orang ketergantungan

Gangguan Penggunaan Zat vs Adiksi (Kecanduan)

Adiksi (addiction) merupakan jenis substance use disorder yang sudah tergolong parah. Jika seseorang sudah berada pada tahap adiksi, maka ia akan menggunakan zat tertentu secara berkelanjutan meskipun tahu akan ada konsekuensi negatif dibaliknya. Mereka akan selalu berusaha untuk mencari dan menggunakan zat tersebut.

Seseorang menjadi ketergantungan secara psikologis dan fisik. Dari sisi psikologis, mereka menganggap zat tertentu dapat membantu pikiran, emosi, dan aktivitasnya, sehingga selalu memaksa untuk menggunakannya. Sementara dari sisi fisik, tubuh sudah beradaptasi dengan keberadaan zat tersebut. Ketika penggunaannya diberhentikan, akan ada gejala lain yang dirasakan.

Gejala

Substance use disorder cukup umum terjadi. Mereka menggunakannya dengan alasan to feel good, to feel better, to do better, dan curiosity atau experimenting. Berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, tanda-tanda gangguan penggunaan zat meliputi:

  • Menggunakan zat dalam jumlah yang lebih banyak untuk waktu yang lebih lama dari yang seharusnya, jika itu adalah resep.

  • Punya keinginan atau dorongan yang kuat untuk menggunakan zat tersebut.

  • Gagal untuk mengurangi atau mengontrol penggunaan zat.

  • Menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan atau menggunakan zat tersebut.

  • Menggunakan zat berulang kali, bahkan ketika itu membahayakan, hingga mengakibatkan masalah fisik atau psikologis.

  • Mengacaukan tanggung jawab di tempat kerja, sekolah atau rumah, bahkan dalam hubungan.

  • Menghentikan aktivitas sosial, pekerjaan, atau rekreasi.

  • Toleransi terhadap zat semakin meningkat (harus meningkatkan jumlah zat untuk mendapatkan efek yang sama).

  • Jumlah zat harus ditingkatkan karena jika tidak, akan mengalami gejala putus zat.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah kebingungan, melewatkan makan, perubahan suasana hati secara mendadak, melakukan tindakan yang berisiko, menyembunyikan penggunaan zat, menarik diri dari keluarga, atau menggunakan zat saat sendirian. Orang lain mungkin dapat merasakan terjadinya perubahan pada orang dengan substance use disorder.

Penyebab

Tahapan yang akan terjadi pada seseorang dengan SUB adalah bereksperimen (biasanya dari resep), sesekali menggunakannya, penggunaan berulang-ulang, hingga ada pada titik gangguan penggunaan zat. Perkembangan substance use disorder cukup kompleks karena ada beberapa faktor yang berkontribusi, seperti:

1. Efek Zat pada Kimia Otak

Memberikan efek dopamin (merasa senang) dan seiring berjalannya waktu, zat tersebut merubah kimiawi otak, mengakibatkan seseorang butuh jumlah yang lebih untuk merasakan efek yang sama. 

2. Genetik

Seseorang yang memiliki anggota keluarga kandung dengan SUB, kemungkinan besar akan mengembangkan kondisi tersebut. 

3. Kondisi Kesehatan Jiwa

Substance use disorder dan kondisi kesehatan mental lainnya saling tumpang tindih. 

4. Akses dan Paparan Zat

Misalnya dari anggota keluarga atau rekan.

5. Pengalaman Masa Kecil yang Merugikan

Trauma masa kecil dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kesehatan mental, termasuk SUD.

Diagnosis dan Pengobatan

Untuk menegakkan diagnosis substance use disorder, seseorang harus memiliki setidaknya 2 gejala selama 12 bulan. Gangguan penggunaan zat ringan ditandai dengan 2-3 gejala, sedang dengan 4-5 gejala, dan parah 6 atau lebih gejala. Pengobatan untuk kondisi ini harus dilakukan secara individual, jenis perawatan utama yang dapat dilakukan adalah:

  • Detoksifikasi

  • Terapi kognitif dan perilaku

  • Konsumsi obat-obatan

Jika Ladies punya masalah terkait kesehatan mental, jangan ragu untuk memanfaatkan layanan konsultasi online Newfemme ya!