Sulit Hamil Akibat Diminished Ovarian Reserve

Sulit Hamil Akibat Diminished Ovarian Reserve

Kesehatan 310

Diminished ovarian reserve (DOR) atau penurunan cadangan ovarium terjadi ketika wanita memiliki jumlah sel telur yang lebih sedikit di ovarium dibandingkan dengan wanita lain  seusianya. Normalnya, jumlah sel telur memang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tetapi DOR menyebabkan penderitanya mengalami hal tersebut lebih cepat. 

Akibatnya adalah sulit hamil, sehingga butuh perawatan kesuburan. Secara umum, jumlah sel telur pada saat lahir adalah 1-2 juta, pubertas 300.000-400.000, usia 40 tahun 25.000, dan kurang dari 1000 saat menopause. Sedikitnya jumlah cadangan sel telur bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan untuk hamil, karena kualitas sel telur, kualitas sel sperma, fungsi rahim, dan saluran tuba juga berperan besar.

Diminished ovarian reserve terjadi ketika wanita memiliki jumlah sel telur yang lebih sedikit dibandingkan dengan wanita lain  seusianya

Gejala

Ketika mengalami diminished ovarian reserve, gejalanya mungkin tidak terlihat selain dari sulitnya seseorang untuk hamil setelah beberapa bulan atau tahun melakukan hubungan seksual secara rutin. Namun gejala lain yang mungkin terjadi adalah semakin pendek atau tidak teraturnya periode menstruasi, hot flashes, atau kekeringan vagina.

Penyebab

Berkurangnya cadangan sel telur bisa dimulai pada usia 30 tahun dan menurun sangat cepat di usia 40 tahun. Penyebab utama diminished ovarian reserve adalah penuaan, tetapi terkadang juga tidak ada alasannya. Ada pula yang mungkin terjadi akibat kelainan genetik pada kromosom seks X. Namun di sisi lain, ada kondisi atau perawatan medis yang mungkin menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti:

  • Terapi radiasi

  • Kemoterapi

  • Penyakit saluran tuba

  • Endometriosis

  • Operasi ovarium

  • Kehilangan satu atau kedua ovarium

  • Kondisi autoimun

  • Merokok

  • Infeksi panggung

Diagnosis

Melakukan tes kesuburan lebih awal penting untuk dilakukan jika belum berhasil untuk hamil atau punya riwayat kondisi medis yang disebutkan di atas. Pengujian untuk mengetahui penurunan cadangan ovarium lebih diutamakan pada wanita berusia lebih dari 35 tahun, pernah menjalani operasi ovarium, dan tidak merespon dengan baik terapi stimulasi ovarium. Ada 2 macam skrining yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Follicle-stimulating hormone (FSH) dan kadar estradiol

  • Antimüllerian hormone (AMH) dan/atau antral follicle count (AFC)

Wanita dengan diminished ovarian reserve memiliki kadar hormon FSH yang lebih tinggi serta kadar AMH dan AFC yang lebih rendah dibandingkan orang seusianya. Nilai-nilai tersebut bertujuan untuk memprediksi probabilitas seseorang untuk memiliki respons yang baik terhadap pengobatan stimulasi ovarium.

Pengobatan

Dikarenakan kehamilan masih mungkin terjadi, pengobatan diminished ovarian reserve dilakukan secara individual setelah mempertimbangkan keadaan dan usia. Perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan membekukan sel telur sebelum cadangannya semakin menurun lebih banyak yang kemudian dimanfaatkan dalam program bayi tabung (IVF).

Cara lainnya adalah dengan menggunakan sel telur dari pendonor. Jadi, sel sperma dari pasangan akan membuahi sel telur dari pendonor. Kemudian embrio yang dihasilkan dipindahkan ke dalam rahim. Sayangnya, bayi yang akan dilahirkan tidak memiliki gen ibu tetapi masih dapat memiliki gen dari ayah aslinya.

Masih ada kemungkinan untuk hamil, jadi tetap semangat ya!

Jadi, diminished ovarian reserve memang menyebabkan wanita sulit hamil, tetapi masih ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut, seperti membekukan sel telur dan mendapatkan donor sel telur. Jika Ladies masih punya pertanyaan lain, bisa langsung tanyakan lewat layanan konsultasi online Newfemme ya!

Komentar

User NewFemme

Miya Purba

30 Aug, 2023 01:35

Belum hamil

User NewFemme

Mey

28 Oct, 2023 17:21

Saya sudah menikah selama i tahun tetapi bekum mempunyai anak, gimana yah agar saya bisa hamil