Tangani Frontal Fibrosing Alopecia Lebih Awal agar Tidak Semakin Botak

Tangani Frontal Fibrosing Alopecia Lebih Awal agar Tidak Semakin Botak

Kesehatan 571

Frontal fibrosing alopecia (FFA) adalah kerontokan rambut di bagian depan dan samping dari garis kulit kepala. Kondisi ini biasanya akan semakin parah seiring berjalannya waktu. Frontal fibrosing alopecia lebih umum terjadi pada wanita, terutama setelah menopause, tetapi tidak menutup kemungkinan pada usia yang lebih muda. Risiko FFA lebih tinggi pada orang dengan:

  • Riwayat anggota keluarga dengan FFA

  • Rosacea

  • Penyakit tiroid

  • Diabetes mellitus type 2

Gejala Frontal Fibrosis Alopecia

Tanda-tanda FFA adalah kerontokan rambut di sepanjang bagian depan dan samping dari garis rambut. Awalnya mungkin hanya sedikit, tetapi akan semakin buruk kedepannya. Kulit pada area tersebut mungkin terlihat normal, tetapi bisa juga mengalami kepucatan, berbekas seperti luka, atau berkilau. Gejala yang juga dialami 80-90% wanita dengan FFA adalah kerontokan alis.

Selain itu, ada pula ciri lain, seperti:

  • Hiperpigmentasi: area berubah warna menjadi cokelat tua atau abu-abu pada wajah dan leher

  • Kulit kepala terasa gatal atau nyeri

  • Pembesaran pembuluh darah di dahu

  • Rosacea

  • Muncul benjolan kecil berwarna kuning atau jerawat di dekat garis rambut, wajah, atau kulit kepala

  • Meskipun jarang sekali, tetapi ada pula yang mengalami kerontokan rambut pada lengan, kaki, bulu mata, ketiak, wajah, atau area kemaluan

 

Kerontokan rambut tidak hanya di sekitar garis rambut tetapi bisa juga alis

Penyebab

Alasan mengapa FFA bisa terjadi belum diketahui secara pasti, tetapi para peneliti menyangka kondisinya disebabkan oleh genetik karena banyak ditemukan riwayat FFA pada anggota keluarga. Selain itu, mungkin juga karena penyakit autoimun, hormon, treatment wajah dan rambut, serta faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, penggunaan sunscreen, infeksi virus, obat-obatan, serta kebiasaan makan.

Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis frontal fibrosing alopecia, dokter akan melakukan penggalian riwayat kesehatan dan riwayat konsumsi obat. Selanjutnya tanyakan terkait gejala-gejala yang dialami dan melihat lokasi kerontokan seperti garis rambut, alis, dan kulit kepala. Jika mencurigai suatu hal lain, mungkin dokter akan melakukan tindakan biopsi.

Selain itu, pemeriksaan lain yang juga dapat dilakukan adalah tes tarik rambut dengan lembut untuk melihat seberapa banyak yang rontok atau memeriksa benjolan kecil di wajah di bawah mikroskop untuk mengesampingkan kondisi lain seperti traction alopecia (kerontokan rambut akibat tarikan) dan androgenic alopecia (kebotakan secara keturunan).

Pengobatan

Biasanya, frontal fibrosing alopecia diatasi dengan melakukan perawatan kombinasi obat-obatan, seperti antibiotik, kortikosteroid, propecia, hydroxychloroquine, dan minoksidil. Selain obat, ada pula perawatan lainnya yaitu cangkok rambut dan terapi laser. Proses perawatan membutuhkan waktu yang tidak sebentar yaitu sekitar 6-12 bulan untuk melihat progresnya yang akan melambat.

Ketika perawatan tidak dilakukan lebih awal, maka frontal fibrosing alopecia sering menyebabkan kerontokan rambut secara permanen di mana areanya akan meluas. Jika awalnya hanya terlihat seperti garis tipis, bisa berkembang ke arah tengah kepala, bahkan lebih jauh ke belakang. Rambut yang telah rontok tidak dapat lagi tumbuh jika lubang folikel rambut luka.

FFA perlu ditangani lebih awal untuk mencegah kerontokan berlanjut

Jadi, frontal fibrosing alopecia adalah kondisi kerontokan pada area depan dan samping dari garis rambut kepala. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita yang telah menopause. Kerontokan ini harus ditangani lebih awal karena jika tidak, kondisinya bisa semakin buruk hingga terjadi kebotakan. Yang mau tanya-tanya, bisa memanfaatkan layanan konsultasi online Newfemme ya!