Mammary Duct Ectasia, Kondisi Non-Kanker Pada Payudara

Mammary Duct Ectasia, Kondisi Non-Kanker Pada Payudara

Kesehatan 699

Mammary duct ectasia terjadi akibat peradangan payudara. Kondisi tersebut mengakibatkan saluran susu melebar dan menebal. Ketika peradangan semakin memburuk, saluran susu menjadi tersumbat sehingga menyebabkan cairan menumpuk. Susunan payudara terdiri dari lobulus (kelenjar yang menghasilkan susu), saluran susu (tabung yang menyalurkan susu ke puting), dan jaringan lain. 

Mammary duct ectasia ini jinak dan tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Ketika usia semakin bertambah, payudara bisa menjadi sakit dan terjadi penyumbatan cairan karena saluran susu yang telah  memendek dan melebar. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tetapi memang lebih rentang terjadi pada wanita yang sudah perimenopause atau setelah menopause. Bisakah terjadi pada pria? Bisa, tetapi jarang sekali. 

Mammary duct ectasia adalah peradangan yang bisa menyebabkan saluran susu menebal dan melebar serta mengeluarkan cairan

Gejala

Gejala yang paling umum dari mammary duct ectasia adalah payudara terasa lembut, keluarnya cairan berwarna hijau, hitam, atau bercampur darah yang konsistensinya kental atau lengket dari salah satu atau kedua puting, kulit payudara dan areola memerah, puting berputar ke dalam, atau muncul benjolan di belakang puting. Meskipun begitu, beberapa orang bisa saja tidak mengalami gejala-gejala tersebut.

Penyebab dan Diagnosis

Alasan pasti mengapa mammary duct ectasia bisa terjadi belum diketahui, tetapi dipercaya mungkin dipengaruhi oleh adanya infeksi bakteri pada saluran susu, perubahan jaringan payudara karena penuaan, merokok, dan kondisi inversi puting kongenital. Prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis mammary duct ectasia diantaranya adalah:

  • Pemeriksaan payudara (satu tangan di angkat ke atas dan dengan menggunakan jari, jaringan payudara diperiksa untuk mengidentifikasi benjolan dan memastikan apakah ada cairan yang keluar atau tidak).

  • Ultrasound untuk mendapatkan gambar bagian dalam payudara.  

  • Mammogram (rontgen payudara): melihat perubahan yang ada di payudara dengan bantuan sinar-X.

  • MRI: melihat gambar detail bagian dalam payudara menggunakan gelombang radio dan magnet.

  • Biopsi: mengambil sebagian kecil jaringan payudara yang terkena dan memeriksanya di bawah mikroskop.

Pengobatan

Mammary duct ectasia dapat sembuh tanpa pengobatan, biasanya ini akan hilang dengan sendirinya. Salah satu cara adalah menempelkan kompres hangat ke payudara. Ada pula cara lain yang dapat digunakan untuk mengelola gejalanya, seperti menggunakan breast pad untuk menyerap cairan, tidur dengan posisi yang tidak menekan payudara, memakai bra yang ukurannya sesuai, dan menjaga kebersihan puting.

Bakteri yang banyak ditemukan pada cairan dari puting adalah Staphylococcus aureus, anaerobic Streptococcus, Enterococcus, dan Bacteroides. Jika kondisi peradangan terjadi karena infeksi bakteri tersebut, maka biasanya akan diresepkan antibiotik oleh dokter, sementara untuk meredakan rasa nyeri gunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen. 

Infeksi bakteri yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas dan kerusakan jaringan, salah satunya yaitu mastitis. Biasanya akan disertai dengan gejala demam atau menggigil. Apabila ini terjadi, maka harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pada kondisi di mana saluran susu tetap tersumbat atau mengeluarkan cairan, maka tindakan pembedahan bisa dijadikan alternatif pengobatan. Prosedur pembedahan tersebut dilakukan dengan cara mengangkat saluran yang terjangkit. Dokter akan membuat sayatan di sepanjang tepi areola dan mungkin akan meninggalkan sedikit bekas luka.

Gunakan kompres hangat sebagai bentuk pengobatan rumahan

Jadi, mammary duct ectasia merupakan kondisi yang terjadi ketika satu atau lebih saluran susu di bawah puting mengalami pelebaran dan penebalan sehingga menyebabkan cairan bisa tersumbat. Kondisi ini tidak berbahaya dan bukan merupakan pertanda kanker payudara ya dan bisa sembuh tanpa pengobatan. Jika ada pertanyaan lain terkait kesehatan payudara, boleh banget manfaat layanan konsultasi online di Newfemme.