Mengenal Macam Pola Asuh: Authoritative, Uninvolved, Authoritarian, dan Permissive

Mengenal Macam Pola Asuh: Authoritative, Uninvolved, Authoritarian, dan Permissive

Parenting 814

Pola asuh merupakan pendekatan yang digunakan oleh orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka. Berbagai macam pola asuh telah diidentifikasi oleh para ahli, dan empat pola asuh yang umum dikenal adalah authoritative (otoritatif), uninvolved (tidak terlibat), authoritarian (otoriter), dan permissive (permisif). Dalam artikel ini, kita akan memahami setiap jenis pola asuh ini.

Shop with Me

DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Serum The Ultimate Brightening Glowing NSY / Anti Acne / Anti Aging / Dark Spot Serum Terbaik Masa Kini Mencerahkan Wajah, Menghilangkan Flek, Mengkenyalkan Kulit, Menyamarkan Noda Bekas Jerawat, Memutihkan Wajah, Anti iritasi dan Dapat Digunakan 14 Thn
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Macam-macam Pola Asuh

1. Authoritative (Otoritatif)

Pola asuh authoritative ditandai oleh kombinasi antara kehangatan dan kontrol yang adekuat. Orang tua yang menggunakan pola asuh ini cenderung responsif terhadap kebutuhan anak dan memberikan penjelasan dan alasan yang jelas untuk aturan dan batasan yang diberlakukan. Mereka membangun hubungan yang erat dengan anak-anak mereka dan menghargai pendapat juga otonomi anak, sambil tetap menetapkan batasan yang konsisten. Pendekatan ini menghasilkan anak yang percaya diri, mandiri, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

2. Uninvolved (Tidak Terlibat)

Pola asuh uninvolved ditandai oleh kurangnya keterlibatan emosional dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua terhadap anak-anak mereka. Orang tua dengan pola asuh ini seringkali tidak responsif terhadap kebutuhan fisik, emosional, atau sosial anak. Mereka mungkin memiliki keterbatasan waktu atau sumber daya, atau mereka mungkin tidak tertarik atau tidak peduli terhadap tugas orang tua. Pola asuh ini dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, termasuk rendahnya harga diri, masalah perilaku, dan kesulitan dalam hubungan sosial.

Baca juga :

Cara Melatih Empati Anak yang Harus Orang Tua Lakukan

3. Authoritarian (Otoriter)

Pola asuh authoritarian ditandai oleh tingkat kontrol yang tinggi dan rendahnya kehangatan emosional. Orang tua yang menggunakan pola asuh ini cenderung memegang kendali penuh terhadap anak-anak mereka dan menuntut kepatuhan yang ketat terhadap aturan dan perintah yang ditetapkan. Mereka mungkin tidak memberikan penjelasan yang memadai untuk aturan atau keputusan mereka, dan mereka cenderung menggunakan hukuman fisik atau ancaman untuk menjaga ketaatan. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini mungkin cenderung menjadi pasif, kurang percaya diri, dan memiliki keterbatasan dalam keterampilan sosial.

4. Permissive (Permisif)

Pola asuh permissive ditandai oleh rendahnya kontrol dan tingginya keterlibatan emosional. Orang tua dengan pola asuh ini cenderung memberikan kebebasan yang besar kepada anak-anak mereka tanpa menetapkan batasan yang konsisten atau meminta pertanggungjawaban. Mereka mungkin cenderung memanjakan anak dan menghindari konflik. Orang tua dalam pola asuh ini lebih berperan sebagai teman daripada sebagai figur otoritas. Anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh ini cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri, mengatur emosi, dan menghargai otoritas.

Pola asuh memiliki peran yang signifikan dalam membentuk perkembangan anak. Empat jenis pola asuh yang umum dikenal adalah authoritative, uninvolved, authoritarian, dan permissive. Penting bagi orang tua untuk memahami implikasi dari pola asuh yang mereka terapkan dan berupaya mengadopsi pola asuh yang sehat dan mendukung perkembangan positif anak-anak mereka.