Mengenal Apa Itu People Pleaser?

Mengenal Apa Itu People Pleaser?

Gaya Hidup 576

Di antara beragam karakteristik kepribadian yang ada, ada satu tipe kepribadian yang dikenal sebagai "people pleaser". People pleaser adalah orang yang memiliki kecenderungan untuk selalu berusaha memuaskan dan menyenangkan orang lain. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam apa itu people pleaser, melihat karakteristik umumnya, serta mencari pemahaman lebih lanjut tentang perilaku ini.

Shop with Me

SPIRO Mixed Fiber Detox Tubuh
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Poise Facial Foam
IDR 15.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
T-shirt
IDR 150.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
kaos rib rumbai ruffle lengan panjang
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Apa Itu People Pleaser?

People pleaser adalah seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk memuaskan orang lain dan menghindari konflik. Mereka cenderung menempatkan kepentingan, keinginan, dan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi mereka sendiri. Motivasi utama mereka adalah mendapatkan persetujuan, penerimaan, dan apresiasi dari orang lain.

Karakteristik People Pleaser

Berikut adalah beberapa karakteristik umum yang sering terlihat pada people pleaser:

  • Kesulitan Mengatakan "Tidak": People pleaser sering kali kesulitan mengatakan "tidak" ketika diminta untuk melakukan sesuatu oleh orang lain. Mereka khawatir bahwa menolak permintaan akan menyebabkan konflik atau membuat orang lain kecewa.
  • Rasa Pentingnya Penerimaan: Mereka sangat menghargai penerimaan dan persetujuan dari orang lain. Mereka ingin diterima dan disukai oleh semua orang di sekitar mereka.
  • Menghindari Konflik: People pleaser cenderung menghindari konflik atau ketegangan dalam hubungan. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk menjaga keharmonisan dan menghindari pertentangan.
  • Menempatkan Kebutuhan Orang Lain di Atas Kebutuhan Sendiri: Mereka sering kali mengesampingkan kebutuhan dan keinginan pribadi mereka sendiri demi memuaskan orang lain. Mereka cenderung mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
  • Kekhawatiran Akan Penolakan: People pleaser seringkali memiliki kekhawatiran yang berlebihan akan penolakan dan ketidaksetujuan. Mereka takut bahwa jika mereka tidak memuaskan orang lain, mereka akan diabaikan atau tidak dihargai.
  • Mengabaikan Batasan Pribadi: Mereka seringkali melebihi batas pribadi mereka sendiri, dengan menyalahkan diri sendiri jika tidak dapat memenuhi harapan atau permintaan orang lain.

Baca juga :

Pentingnya Memilih Bahan Sarung Bantal yang Baik untuk Kesehatan Rambut

Penyebab Perilaku People Pleaser

Ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan perilaku people pleaser, termasuk pengalaman masa kecil dan pola pengasuhan. Faktor-faktor ini dapat meliputi:

  • Lingkungan Pengasuhan: Menerima pernyataan yang kuat bahwa kepuasan orang lain lebih penting daripada kepuasan pribadi dapat membentuk perilaku people pleaser.
  • Perasaan Rendah Diri: Rasa rendah diri dan kurangnya kepercayaan pada diri sendiri dapat mendorong seseorang untuk menggantungkan harga diri pada persetujuan orang lain.
  • Pengalaman Traumatis: Pengalaman masa lalu yang traumatis, seperti penolakan atau pengabaian, dapat mempengaruhi seseorang menjadi people pleaser sebagai cara untuk mencari persetujuan dan perhatian positif.

Mengatasi Perilaku People Pleaser

Mengatasi perilaku people pleaser membutuhkan kesadaran pada kepercayaan diri dan pemenuhan kebutuhan pribadi. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi perilaku ini meliputi:

  • Memahami Nilai Diri Sendiri: Membangun kepercayaan diri dan memahami nilai-nilai pribadi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada persetujuan orang lain.
  • Menetapkan Batasan Pribadi: Belajar untuk menetapkan batasan yang sehat dan mengatakan "tidak" ketika perlu adalah langkah penting dalam mengatasi perilaku people pleaser.
  • Menghargai Diri Sendiri: Menghargai diri sendiri dan mengenali bahwa kebahagiaan dan kebutuhan pribadi juga penting adalah langkah penting dalam membebaskan diri dari siklus people pleaser.
  • Mengembangkan Kemampuan Menghadapi Konflik: Belajar mengelola konflik dengan baik dan mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan dengan jelas dapat membantu mengatasi kecenderungan people pleaser.
  • Mencari Dukungan dan Bimbingan: Membicarakan pengalaman dan perasaan dengan teman, keluarga, atau seorang profesional dapat memberikan perspektif dan dukungan yang diperlukan dalam mengatasi perilaku people pleaser.

Menjadi people pleaser dapat memengaruhi kesejahteraan dan kepuasan hidup seseorang karena terlalu fokus pada keinginan orang lain. Dengan mengenali ciri-ciri dan dampak dari sifat ini, serta mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kecenderungan people pleaser, seseorang dapat memulai perjalanan untuk menemukan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan diri sendiri dan menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. Dengan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pribadi, seseorang dapat mencapai kepuasan hidup yang lebih baik dan membangun hubungan yang lebih seimbang dan memuaskan.