Vegan vs Vegetarian, Apa Bedanya?

Vegan vs Vegetarian, Apa Bedanya?

Kesehatan 390

Pola makan vegan dan vegetarian kian populer di Indonesia dan digadang-gadang sebagai jenis diet yang sehat dan aman untuk dijalankan. Namanya mirip, namun ternyata memiliki perbedaan, terutama dari pilihan makanan yang dikonsumsi. Lantas, apa saja perbedaannya? Mana yang lebih sehat? Ketahui selengkapnya dalam penjelasan artikel ini.

Shop with Me

Mainan Pop It Elektronik Elektrik Bubble Fidget Toy Anak Stress Relief
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
QV Baby Gentle Wash & Shampoo 250ml
IDR 81.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Hair Clip Aksesoris Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi My Melody
IDR 5.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Vegetarian Diet

Vegetarian diet adalah pola makan yang mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan dan menghindari konsumsi produk hewani atau produk sampingan dari penyembelihan hewan seperti telur, daging, unggas, atau ikan. Telur dan produk susu bukanlah merupakan hasil penyembelihan hewan, sehingga vegetarian ada yang memakannya. Diet vegetarian terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Lacto-ovo vegetarian: vegetarian yang menghindari konsumsi seluruh jenis protein hewani, tetapi mengonsumsi produk susu dan telur.

  • Lacto vegetarian: vegetarian yang menghindari konsumsi daging, telur, dan ikan tetapi mengonsumsi produk susu.

  • Ovo vegetarian: vegetarian yang menghindari semua produk hewani kecuali telur.

  • Pescatarian: vegetarian yang menghindari semua jenis daging kecuali ikan dan jenis makanan laut lainnya.

Vegetarian diet masih ada yang mengonsumsi produk hewani, tergantung jenis diet yang dipilih

Vegan Diet

Vegan diet merupakan golongan vegetarian yang lebih ketat, di mana seorang vegan tidak mengonsumsi seluruh jenis protein hewani maupun produk turunannya. Seorang vegan tidak memakan daging, unggas, ikan, kerang, telur, produk susu, madu, serangga, lemak hewani, dan gelatin. Terkadang, seorang vegan sampai menghindari penggunaan produk apapun yang melibatkan penggunaan hewan oleh manusia, seperti:

  • Barang yang terbuat dari kulit

  • Wol

  • Sutra

  • Bee wax

  • Kosmetik yang melewati uji hewani

  • Produk lateks yang mengandung kasien (dari protein susu)

Vegan diet tidak mengonsumsi seluruh produk hewani dan turunannya, hingga produk yang dihasilkan dengan melibatkan hewan

Sebenarnya, baik vegetarian dan vegan menghindari produk hewani karena alasan yang sama, namun perbedaannya adalah sejauh mana mereka menganggap produk hewani dapat diterima untuk dikonsumsi dan digunakan. Umumnya, alasan vegetarian dan vegan menghindari produk hewani adalah karena alasan kesehatan dan lingkungan.

Vegetarian biasanya menentang pembunuhan hewan. Sementara vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas dari perlakuan dan penggunaan oleh manusia, baik itu untuk di makan daging maupun telurnya, dipakai kulitnya, digunakan untuk pengujian klinis, atau sebagai hiburan. Oleh karena masing-masing alasan tersebut, vegetarian dan vegan menghindari konsumsi produk hewani.

Kelebihan dan Kekurangan

Pola makan vegetarian dan vegan tergolong rendah lemak jenuh dan kolesterol (karena menghindari produk hewani) dan tinggi vitamin, mineral, serta serat. Kedua jenis diet tersebut tetap mengonsumsi makanan padat nutrisi seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan dalam jumlah yang lebih banyak. Vegetarian dan vegan diet juga diketahui bermanfaat untuk orang obesitas dan hipertensi.

Meskipun terlihat sehat, sayangnya, seorang vegetarian dan vegan cenderung mengalami kekurangan zat gizi tertentu seperti zat besi, kalsium, seng, dan vitamin D. Asupan vitamin B12 dan omega-3 rantai panjang juga tergolong rendah. Ada pula beberapa vegetarian dan vegan yang tidak mengatur diet mereka, sehingga makanan yang dikonsumsi tetap tinggi lemak, tinggi gula, dan tergolong processed food.

Mana yang Lebih Sehat?

Sedikit sulit untuk membandingkan mana yang lebih sehat antara vegetarian dengan vegan diet. Namun, keduanya dianggap tidak masalah untuk dijalankan selama direncanakan dengan baik. Dikarenakan terbatasnya jenis makanan yang dikonsumsi, vegetarian dan vegan tidak mampu mencukupi asupan lemak omega-3, kalsium, vitamin D, dan vitamin B12, yang mana hal tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan.

Oleh karena itu, mereka direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan dan suplemen yang diperkaya (difortifikasi) zat besi, kalsium, omega-3, vitamin D, dan vitamin B12. Seseorang yang menjalankan vegetarian dan vegan diet perlu untuk memantau asupan nutrisi harian dan secara rutin melakukan pemeriksaan nutrisi dalam darah. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengonsumsi suplemen yang sesuai.

Vegetarian dan vegan merupakan jenis diet yang menghindari konsumsi produk hewani. Kedua pola makan tersebut tergolong sehat untuk dijalankan, namun tetap perlu direncanakan dengan baik. Hal ini karena mereka yang menjalankannya berisiko untuk kekurangan zat gizi tertentu dan demi menghindari komplikasi kesehatan. Ada banyak artikel informatif yang Newfemme sediakan untuk Ladies semua, buruan di cek!