Baby Blues Setelah Melahirkan, Bagaimana Mengatasinya?

Baby Blues Setelah Melahirkan, Bagaimana Mengatasinya?

Kesehatan 328

Melahirkan seorang anak merupakan pengalaman yang berharga, namun terkadang, kesedihan justru melanda. Kondisi tersebut mungkin merujuk pada baby blues. Istilah ini sepertinya sudah tidak asing lagi untuk didengar. Baby blues bukan merupakan kejadian yang langka dan tidak perlu dikhawatirkan. Bagaimana cara mengatasinya? Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut terkait hal tersebut.

Shop with Me

Mueeza Kids Ikat Pinggang Anak Perempuan Sabuk Kulit Anak Cewek - Merah
IDR 48.750
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
QV Baby Gentle Wash & Shampoo 250ml
IDR 81.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan Pop It Elektronik Elektrik Bubble Fidget Toy Anak Stress Relief
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pengertian Baby Blues

Dilansir dari Healthline, sekitar 80% ibu baru melahirkan mengalami baby blues. Sebenarnya, apa sih baby blues itu? Kondisi tersebut terjadi pada seorang ibu pasca melahirkan di mana mereka merasakan kesedihan, kecemasan, stres, dan perubahan suasana hati yang cepat. Baby blues terjadi dalam waktu yang singkat, sekitar lebih kurang dua minggu.

Tidak hanya setelah melahirkan saja, beberapa ibu mungkin mengalaminya bahkan sebelum melahirkan. Baby blues juga bisa terjadi bahkan ketika seorang ibu belum melahirkan. Uniknya, laki-laki juga bisa mengalami kondisi ini, lho. Biasanya terjadi karena mereka mengalami perubahan kehidupan yaitu menjadi seorang ayah.

Penyebab

Baby blues terjadi akibat adanya perubahan hormon dan akibat dari dimulainya suatu kehidupan baru, yaitu menjadi orang tua, sehingga tidak jarang wanita menjadi sangat stres dengan dirinya sendiri. Selain itu, kondisi ini bisa disebabkan karena adanya perubahan pada tampilan fisik, beban emosional dalam merawat bayi, dan terganggunya jam tidur di malam hari. 

Terakhir, tentu saja sebagian wanita akan merasakan kegugupan yang luar biasa ketika mereka berusaha untuk merawat bayi baru lahir. Seluruh pengalaman tersebut terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan ibu atau bahkan ayah merasa tertekan. Terkadang, permasalahan ini diperparah ketika pasangan tidak suportif atau stres karena hal lainnya.

Gejala

Gejala yang dirasakan oleh seorang ibu mulai terasa setelah 2-3 hari setelah bayi lahir dan menghilang begitu saja setelah 10-14 hari pasca melahirkan. Apa yang dirasakan oleh ibu satu dengan ibu lainnya tidak sama, namun secara umum, tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Ladies mengalami baby blues adalah sebagai berikut:

  • Menangis tanpa alasan yang jelas

  • Mood swing

  • Gelisah sehingga menyebabkan tidur terganggu dan kurang istirahat

  • Mudah tersinggung dan kecewa

  • Merasa tidak terikat dengan bayi

  • Berpikiran bahwa tidak bisa menjalankan kehidupan yang biasanya dilakukan, seperti berkumpul bersama teman

  • Khawatir dan cemas berlebihan terhadap kesehatan bayi

  • Tidak dapat berkonsentrasi dan berpikir jernih

Gejala baby blues paling umum adalah menangis tanpa alasan yang jelas

Baby Blues Tidak Sama dengan Postpartum Depression

Baby blues tidaklah sama dengan postpartum depression. Depresi pasca persalinan adalah kondisi yang ditunjukkan ketika ibu mengalami depresi secara terus-menerus, sehingga memengaruhi kemampuan mereka untuk beraktivitas. Depresi tersebut hilang timbul dan terjadi selama lebih kurang 6 bulan. Ketika masih merasa sedih atau cemas setelah 2 minggu, maka Ladies sebaiknya pergi menemui dokter.

Perbedaan paling menonjol antara baby blues dan postpartum depression adalah tingkat keparahan dan waktu berlangsungnya. Postpartum depression terjadi ketika ibu merasakan kesedihan yang semakin kuat dan tanpa alasan yang jelas dalam waktu lebih dari 2 minggu. 

Postpartum depression bisa juga ditunjukkan ketika ibu tidak lagi punya energi untuk bangun dari tempat tidur dan makan terlalu sedikit atau terlalu banyak. Selainnya, ketika baby blues akan hilang setelah 2 minggu, depresi pasca persalinan justru akan bertahan beberapa minggu pertama dan kondisinya tidak semakin membaik.

Cara Mengatasi Baby Blues

Tidak perlu ada perawatan khusus untuk mengatasi baby blues, melainkan wanita perlu menyesuaikan diri dengan perannya sebagai seorang ibu dan mulai beradaptasi terhadap aktivitas baru yang harus mereka lakukan, terutama dalam merawat bayi yang baru lahir. Ibu harus percaya pada dirinya sendiri dan tidak menganggap bahwa adanya bayi akan mengubah diri mereka. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi baby blues:

  • Cobalah untuk tidur sebanyak mungkin, seperti ketika bayi tidur, ibu juga boleh ikut tidur. 

  • Mintalah support dari pasangan, keluarga, atau kerabat dekat, contohnya meminta tolong untuk bersih-bersih rumah, menggendong bayi, atau membantu pekerjaan rumah yang terlalaikan.

  • Makan yang cukup dan seimbang sebagai sumber energi untuk beraktivitas.

  • Curhat dengan orang lain, carilah mereka yang tidak akan menghakimi kondisi yang dialami karena terkadang, ibu hanya perlu untuk mengeluarkan uneg-unegnya.

  • Menjaga diri sendiri dengan perawatan yang sederhana, misalnya berpakaian, berjalan-jalan, menghirup udara segar, atau besantai.

Mintalah support dari orang sekitar

Perlu diketahui bahwa kondisi umum dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Jika terjadi, cobalah untuk menguatkan dan mengerti kondisinya, karena baby blues juga akan hilang setelah dua minggu. Jangan merasa malu untuk menceritakan kondisi yang dialami karena itu justru akan membuat keadaan semakin parah. Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!