Kenali Bermacam Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Kenali Bermacam Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Kecantikan 910

Pernah merasakan ketika kondisi wajah sedang berjerawat kemudian kamu pakaikan obat jerawat atau skincare untuk mengatasinya, eh hasilnya ada yang sembuh ada juga yang tidak berubah sama sekali! Pernah? Bisa jadi karena jerawat tadi memang berbeda jenisnya dan penanganannya kurang tepat, makanya tidak ampuh.

Shop with Me

O'Sweet Singapore | Ginger Hair Fall | Shampoo Anti Rontok Shampoo | Hair Tonic | Mempercepat Pertumbuhan Rambut
IDR 1.260.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gluta drink
IDR 300.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
kaos rib rumbai ruffle lengan panjang
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Jerawat merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat berlebihnya produksi minyak serta sel kulit mati yang menumpuk sehingga menyumbat pori-pori kulit. Makanya, jerawat adalah salah satu masalah kulit yang umum terjadi ketika kita kurang memperhatikan kebersihan kulit. Bukan cuma itu, sebagian dari penyebab jerawat juga bisa dikarenakan oleh hormon. Makanya jerawat memiliki bermacam jenis dengan penyebab dan penangan yang berbeda!

Jenis jerawat dan cara mengatasinya

1. Komedo putih dan hitam

Siapa sangka kalau ternyata komedo merupakan bentuk dasar dari jerawat. Artinya, saat pori-pori wajah tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati yang bercampur, maka hal yang pertama akan timbul adalah komedo. Jika pori-pori terlihat menutup namun seperti ada benjolan atau duri-duri yang berwarna putih, kemungkinan besar itu adalah komedo putih atau whitehead. Salah satu penyebab dari whitehead adalah perubahan hormon yang menghasilkan produksi sebum meningkat dan beresiko menyumbat pori-pori.

Selanjutnya komedo hitam atau blackhead. Komedo hitam bisa terjadi persis seperti penyebab komedo putih muncul. Hanya saja yang menyebabkan warnanya menjadi hitam diantaranya adalah warna kulit yang meningkat. Hal tersebut bukan karena kotoran atau debu. Selain penyebab yang sama seperti komedo putih, komedo hitam juga bisa terjadi karena mengonsumsi obat-obatan tertentu. Cara mengatasinya kamu bisa rutin menerapkan double cleansing hingga eksfoliasi kulit agar sel kulit mati dan kotoran pada kulit wajah terangkat maksimal. Selain itu kamu bisa pakai produk yang mengandung asam salisilat.

2. Papula 

Kemudian jenis jerawat yang berupa benjolan kecil berwarna merah pada permukaan kulit biasa disebut papula. Tipe jerawat ini timbul karena adanya penyumbatan yang terus terjadi hingga folikel rambut mengalami tekanan. Akibatnya, dinding folikel tersebut pecah dan muncul papula. Jika hal ini terjadi, sebum dan bakteri ini rentan menyebar pada jaringan sekitar sehingga kulit juga akan menjadi kemerahan disertai dengan rasa nyeri. Karena merupakan jenis jerawat yang umum terjadi, maka kamu bisa atasi dengan obat jerawat biasa. Tetap jaga kebersihan agar bakteri tidak semakin menyebar ke area kulit yang lain.

3. Pustula 

Ini merupakan kondisi lanjut dari jerawat papula. Ukurannya lebih besar dan memiliki ujung putih. Jerawat pustula berisi darah kotor dan nanah dan menyebabkan peradangan sehingga terjadi rasa nyeri yang cukup mengganggu. Walau geregetan, tapi jangan dipencet atau dicongkel ya! Oleskan krim jerawat yang rutin. Jika meradang parah dan tidak kunjung membaik, kamu bisa mengkonsultasikannya ke dokter ya! Pasalnya, tipe jerawat seperti ini bisa jadi bagian dari inflamasi.

4. Nodul 

Tipe yang satu ini termasuk jenis jerawat dengn kategori yang cukup serius. Pasalnya fase peradangannya cukup parah dan bisa menembus hingga ke lapisan kulit yang lebih dalam. Biasanya ukurannya lebih besar dan berisi  lebih banyak nanah dan darah kotor. Penanganan jerawat nodul perlu resep obat dari dokter kulit karena tidak cukup hanya menggunakan obat jerawat yang beredar di drugstore.

5. Cystic (jerawat batu)

Jerawat batu biasanya terbentuk karena adanya infeksi yang parah. Jerawat ini juga sering meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Ada dua jenis jerawat batu, yang masih sedikit lunak dan juga yang terasa keras jika disentuh. Jerawat batu yang masih agak lunak berisi nanah yang belum memadat, jadi ketika pecah cairan putih kekuningan akan mencuat dari dalamnya. Sedangkan yang sudah keras akan terasa sakit jika dipecahkan dan akan meninggalkan bekas yang sulit hilang.

6. Jerawat pasir

Berupa bintik kecil seperti jerawat yang belum berkembang. Jika hanya satu, biasanya jerawat jenis ini tidak terlalu terlihat. Tapi pada beberapa kasus, jerawat pasir bisa tumbuh banyak dalam area yang sama. Biasanya jerawat pasir juga disebut sebagai bruntusan. Penyebab utama bruntusan cukup beragam mulai dari tekanan pori-pori yang berlebihan hingga panas yang disebabkan oleh gesekan kulit. Kamu bisa mengganti sabun muka dengan yang tidak mengandung alkohol dan menggunakan produk perawatan yang mengandung benzoil peroksida, tree tea oil atau sulfur.

Baca juga :

Rambut Rontok: Penyebab, Pencegahan, dan Perawatan

Itu dia beberapa jenis jerawat yang mungkin biasa kamu temui dan juga cara mengatasinya. Setelah ini jangan salah lagi ya…

Semoga membantu!