Apa yang Terjadi Saat Postmenopause?

Apa yang Terjadi Saat Postmenopause?

Kesehatan 165

Setelah menopause, masih ada satu tahap lagi yaitu postmenopause. Memasuki tahap ini mungkin tidak  mudah bagi kebanyakan wanita, karena itu tandanya mereka sudah tidak bisa lagi hamil dan tingginya risiko masalah kesehatan. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan postmenopause? Apa saja risiko kesehatan yang bisa muncul? Mari belajar bersama lewat artikel ini, ya Ladies.

Shop with Me

klip hijab turki
IDR 2.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Papan Ujian Alat Tulis Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi
IDR 48.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Definisi Postmenopause

Postmenopause merupakan fase yang terjadi dimana ketika seorang wanita resmi dinyatakan telah mengalami menopause karena sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengeluarkan darah menstruasi. Fase postmenopause ini merupakan tahapan dari menopause yang mana fasenya terdiri dari perimenopause (sebelum dinyatakan menopause) dan postmenopause. Hal ini adalah hal alami yang dialami wanita saat berusia 45 hingga usia 55 tahun.

Gejala

Pada tahap pasca menopause, gejala yang dirasakan mungkin kurang intens dibandingkan saat menopause, bahkan terkadang hilang. Beberapa gejala yang dapat dialami yaitu hot flashes, keringat malam, vagina kering, ketidaknyamanan seksual, depresi, perubahan gairah seksual, insomnia, kulit kering, perubahan berat badan, rambut rontok, dan hilangnya kontrol kandung kemih.

Hot flashes adalah sensasi panas yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh bagian atas. Umumnya ini terjadi ketika menopause dan masih berlanjut hingga postmenopause. Sensasi panas ini muncul karena penurunan kadar hormon estrogen dan terjadi secara acak selama periode pasca menopause. Jika kondisinya mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu didiskusikan dengan penyedia layanan kesehatan.

Seks bisa terasa tidak nyaman karena postmenopause

Risiko Kesehatan

Pada tahap post menopause, kadar hormon akan stabil pada tingkat yang rendah, sehingga wanita tidak datang bulan dan tidak bisa hamil lagi. Namun, ada beberapa penyakit yang resikonya lebih tinggi ketika sudah masuk ke tahap postmenopause, diantaranya adalah:

1. Osteoporosis

Penurunan kadar estrogen menyebabkan seseorang mengalami osteoporosis, yaitu penipisan pada tulang. Kondisi hilangnya kepadatan tulang bisa mencapai 25% saat postmenopause (1-2% setiap tahunnya), pada akhirnya bisa mengakibatkan osteoporosis dan patah tulang. Lokasi yang paling rentang adalah tulang pergelangan tangan, tulang belakang, dan tulang pinggul adalah yang paling sering patah.

Terapkan gaya hidup yang benar untuk mengatasi osteoporosis dengan cara mengkonsumsi banyak makanan sumber kalsium, suplemen kalsium, suplemen vitamin D, berolahraga, membatasi minum alkohol, dan berhenti merokok. Pilihan terakhir bisa dengan terapi estrogen, namun tidak semua orang bisa melakukannya.

2. Penyakit Kardiovaskuler

Hormon estrogen yang menurun saat post menopause berkurang fungsinya dalam melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung dan stroke selayaknya sebelum menopause. Selain itu, aktivitas yang hanya kebanyakan duduk, tingginya kolesterol dan trigliserida, serta tekanan darah semakin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Satu dari tiga wanita mengalami penyakit kardiovaskular. Upaya yang dapat dilakukan seseorang agar terhindar dari penyakit tersebut adalah dengan menerapkan pola makan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok. Kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah juga perlu untuk dipantau demi menurunkan risiko.

3. Atrofi Vagina

Lagi-lagi, turunnya kadar estrogen saat post menopause dapat menyebabkan jaringan vagina menipis, sehingga berisiko mengalami kekeringan vagina (vaginal dryness). Untuk mengatasinya, gunakanlah pemulas untuk mengurangi ketidaknyamanan saat hubungan seks. Penurunan kadar estrogen juga bisa mempengaruhi saluran kemih dan kandung kemih sehingga sering buang air kecil.

4. Masalah Kesehatan Mental

Wanita yang sudah memasuki masa post menopause banyak yang mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan kemurungan. Faktor penyebabnya adalah stres, kurangnya gairah seksual, atau permasalahan kehidupan yang terjadi. Ada juga yang sedih karena masa reproduksinya telah berakhir. Perubahan suasana hati ini dapat terjadi karena penurunan kadar hormon.

Beberapa wanita mungkin mengalami masalah kesehatan mental ketika memasuki postmenopause

Apa Selanjutnya?

Meskipun sudah memasuki masa setelah menopause, tidak menandakan bahwa wanita tidak lagi perlu mengecek kondisi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan secara teratur tetap perlu dilakukan, tujuannya adalah agar terhindar dari masalah kesehatan yang tidak diharapkan. Tes yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan panggul, pap smear test, pemeriksaan payudara, dan tes osteoporosis.

Demikian penjelasan terkait postmenopause yang pasti akan dilalui oleh seluruh wanita, di mana mereka tidak berada pada masa reproduktifnya. Gejala yang dialami mungkin menyebabkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, belum lagi munculnya risiko masalah kesehatan. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika dirasa perlu. Baca artikel menarik lainnya di Newfemme!