Perilaku Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Perilaku Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Parenting 634

Kita sering memperhatikan tingkah anak-anak dalam kesehariannya, sehingga pada satu titik kita akan menyadari beberapa kebiasaan dan perilaku anak. Beberapa diantaranya mungkin terlihat menggemaskan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Beda cerita apabila anak mempunyai kebiasaan atau tingkah yang dirasa tidak umum bagi anak seusianya, pasti hal ini membuat kita sebagai orang tua menjadi khawatir.

Shop with Me

Fortiboost Immuno Sirup 60mL - Syrup Jaga Daya Tahan Tubuh
IDR 48.500
Produk Baru NewFemme
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja anak laki laki import baju kemeja anak cowok impor fashion - ABU-BIRU
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ACCESSORIES ANAK : RICO - PAKET suspender + bow tie - dasi kupu anak
IDR 39.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Memperhatikan perilaku anak sejak bayi memang perlu dilakukan dengan serius dan seksama agar kita tidak abai dalam menilai dan mengambil sikap. Nyatanya, perilaku anak juga dapat menjadi tanda dari kesehatan dan perkembangan otaknya alias autisme. Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang mempengaruhi fungsi otak dan saraf anak, akibatnya anak mengalami gangguan dalam berinteraksi, bersosialisasi, berkomunikasi dan berekspresi dengan baik. Gangguan perkembangan ini sering diketahui ketika usia anak di atas 1-3 tahun. Nah, apa saja perilaku anak yang dapat menjadi ciri-ciri autisme?

Ciri-ciri autisme terkait komunikasi dan interaksi sosial

1. Tidak merespon jika namanya dipanggil

Menginjak usia 7 bulan, umumnya anak sudah bisa mengenali dan memberi respon atau reaksi dari suara orang tua dan juga orang terdekatnya (kakak, adik atau keluarga yang sering ia lihat dan temui). Pada usia ini anak juga sudah bisa menggerakan kepalanya untuk menengok, terutama jika dipanggil atau atensinya teralihkan. Namun beberapa anak mungkin tidak memberikan reaksi atau respon ketika namanya dipanggil. Hal ini perlu diwaspadai bagi orang tua karena bisa jadi anak mengalami gejala dan ciri-ciri awal autis. Tapi perlu diingat bahwa perkembangan bayi tidak semua dialami di usia yang sama. Bisa jadi lebih cepat atau lebih lambat dari kebanyakan anak.

2. Mengalami kesulitan kontak mata

Sekitar usia 4 bulan anak sudah mulai bisa melihat objek dengan lebih jelas dan pandangan yang lebih luas. Mereka juga sudah mulai bisa memfokuskan pandangannya sehingga sudah bisa mengikuti suatu objek yang bergerak. Waspada jika di atas usia ini respon kontak mata anak belum bisa tanggap saat mengikuti gerak di depannya. Ciri-ciri yang bisa kamu lihat adalah tatapan anak kosong cenderung tidak fokus seperti melamun. Tanda lainnya bisa dilihat apabila anak sulit bahkan tidak pernah menatap mata orang yang berinteraksi dengannya.

3. Koordinasi yang buruk antara gerak mata dan tubuh

Kemampuan tubuh lainnya yang dikuasai oleh bayi adalah koordinasi antara mata dengan anggota gerak (tangan dan kaki). Kemampuan ini yang membuat bayi dapat merespon pelukan, uluran tangan atau menyentuh benda di depannya. Jadi jika sang buah hati kurang responsif menanggapi objek yang bisa dilihatnya, perlu diwaspadai.

4. Tidak mengoceh

Saat memasuki usia 2 bulan, bayi sudah mulai bisa mengoceh dan mengeluarkan suara-suara yang memiliki arti maupun tidak (biasanya untuk mendapatkan perhatian orang di sekitarnya). Suara ini bisa mereka buat karena adanya refleks otot di sekitar mulut bayi. Nah, anak yang memiliki autis kemungkinan besar tidak mengoceh seperti anak di usianya.

Baca juga :

Tips Mengajak Anak Berpergian dengan Pesawat

Selain perilaku di atas, ada juga pola perilaku khas yang biasanya ditunjukkan oleh anak dengan autisme, diantaranya:

  • Marah, menangis atau tertawa tanpa alasan yang jelas

  • Terlalu pemilih terhadap makanan

  • Melakukan gerakan tertentu secara berulang

  • Hanya merespon objek dan topik tertentu, biasanya yang mereka suka

  • Tidak sadar melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri, seperti membenturkan kepala ke dinding atau menjambak rambut

Gejala autisme tidak selamanya buruk, justru banyak juga dari mereka yang memiliki kelebihan dan bakat di bidang tertentu seperti melukis, menguasai nada dan lagu dengan baik, menghafal dan belajar secara detail. Selain itu, autisme juga bisa menyerupai gangguan kecemasan. Jadi, apabila sang buah hati mempunyai perilaku berbeda seperti anak di usianya, orang tua bisa langsung konsultasikan ke dokter sedini mungkin dan melakukan serangkaian tes supaya kita bisa memberikan pola asuh dan penanganan yang tepat pada mereka.