Mengenal Genito Pelvic Pain Penetration Disorder (GPPPD): Sakit Ketika Penetrasi

Mengenal Genito Pelvic Pain Penetration Disorder (GPPPD): Sakit Ketika Penetrasi

Kesehatan 543

Ladies, pernah tidak merasakan sakit yang luar biasa saat berhubungan seks ketika mulai dilakukannya penetrasi? Terkadang, menyebabkan hilangnya hasrat untuk berhubungan seks atau bahkan menghindari aktivitas seksual lainnya. Hal tersebut dapat memicu kekhawatiran karena dapat mengecewakan pasangan. Mari pahami bersama tentang apa itu Genito Pelvic Pain Penetration (GPPPD) disorder dalam artikel ini, ya.

Shop with Me

Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan Slime Poop Unicron Slime Squishy Non Sticky Slime 722-75
IDR 26.125
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
OC Organic Care Kids 3in1 Shampoo, Conditioner, Bodywash BERRY BLISS
IDR 79.850
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Genito Pelvic Pain Penetration Disorder (GPPPD)

Gangguan nyeri penetrasi genitopelvik adalah kondisi yang memengaruhi otot dasar panggul di sekitar vagina, di mana otot akan mengencang atau berkontraksi tanpa disengaja. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa sehingga menyebabkan sulitnya melakukan penetrasi dan berlangsung setidaknya selama enam bulan.

Genito pelvic pain penetration disorder sebenarnya merupakan istilah umum dari dua gangguan nyeri seksual yaitu dispareunia (hubungan seksual yang terasa menyakitkan) dan vaginismus (kondisi di mana otot-otot area vagina mengencang hingga penetrasi menjadi sulit dan terkadang tidak mungkin dilakukan).

Gangguan ini dapat terjadi pada seluruh kelompok usia, namun umumnya pada dewasa muda dan wanita menopause, ada pula yang mengalami GPPPD setelah melahirkan. Situasi ini bisa menyebabkan sakit secara fisik, depresi, frustasi secara seksual, permasalahan dalam hubungan asmara, yang secara bertahap dapat memengaruhi hasrat seksual wanita. Ada beberapa jenis GPPPD yang mungkin dialami, yaitu:

  • Early-onset: terjadi ketika penetrasi baru saja akan dimulai.

  • Late-onset: terjadi ketika penetrasi dan bisa berlanjut saat melakukan aktivitas fisik lain.

  • Situational: rasa sakitnya bervariasi dan berdasarkan situasi, seperti saat memasukkan tampon.

Gejala GPPPD

Gejala gangguan nyeri/penetrasi genitopelvik setidaknya harus dirasakan oleh wanita selama minimal 6 bulan, menyebabkan tekanan yang signifikan secara klinis, dan tidak bisa dikaitkan dengan gangguan lain seperti kekerasan seksual atau penggunaan obat tertentu. Mengacu pada DSM-5, GPPPD adalah ketika mengalami kesulitan secara terus-menerus atau berulang dengan satu atau lebih kondisi berikut:

  • Kesulitan penetrasi lewat vagina saat berhubungan seks.

  • Nyeri vulvovaginal atau nyeri panggul selama hubungan seks melalui vagina atau upaya penetrasi.

  • Ketakutan atau kecemasan terhadap nyeri panggul sebagai bentuk mawas diri ketika berlangsungnya seks atau saat dimulainya penetrasi vagina.

  • Mengencangnya otot dasar panggul selama upaya penetrasi vagina tanpa disengaja.

Gejala GPPPD adalah sulitnya upaya penetrasi

Penyebab

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan kenapa GPPPD dapat terjadi, meskipun sebenarnya tidak diketahui secara pasti, mulai dari akibat secara fisik, klinis, kognitif, maupun psikologis. Dengan mengetahui penyebabnya tersebut, maka kondisinya dapat ditangani dengan tepat. Penyebab GDDP antara lain yakni:

  • Kondisi kesehatan organ reproduksi: endometriosis, pelvc inflammatory disease, interstitial cystitis, uterine fibroids, inflamasi, cedera, atau peradangan otot vagina.

  • Trauma masa lalu: nyeri hebat saat persalinan atau korban pelecehan seksual.

  • Status kesehatan pasangan atau tantangan dalam hubungan seksual.

  • Komunikasi dengan pasangan terkait perbedaan hasrat seksual.

  • Anggapan bahwa hubungan seksual adalah suatu hal yang salah justru dapat menyebabkan ketidaknyamanaan saat berhubungan intim.

  • Vaginal dryness dan poor body image.

Perawatan

Wanita yang mengalami GPPPD disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan. Treatment yang dilakukan untuk membantu mengurangi penyebab nyeri tersebut ditentukan berdasarkan faktor pemicunya. Oleh karena itu, sampaikan secara lengkap gejala-gejala yang dirasakan dan trigger apa yang dirasa dapat memicunya. Berikut ini beberapa hal yang akan direkomendasikan:

  • Jika pemicu adalah faktor hubungan seksual, maka disarankan untuk sabar dan lembut dalam berhubungan seks.

  • Jika terjadi pada wanita menopause, maka dianjurkan untuk menggunakan pelumas atau obat yang mengandung hormon estrogen sesuai dengan resep dokter.

  • Jika disebabkan karena kondisi kesehatan seperti endometriosis, maka konsumsilah obat dokter, atau lakukan tindakan operasi.

  • Sex therapy dengan pasangan atau seorang diri, terapi tersebut akan mengajarkan anatomi, siklus respon seksual, strategi relaksasi, atau cara komunikasi yang baik dengan pasangan.

Sex therapy dapat dijadikan salah satu opsi perawatan

Itulah yang Ladies perlu ketahui terkait GPPPD. Gangguan ini mungkin memengaruhi kehidupan seksual, namun beberapa perawatan dapat dilakukan demi mewujudkan kehidupan seks yang sehat. Berkonsultasilah dengan dokter ahli untuk menentukan rencana terbaik yang patut dilakukan untuk mengatasinya. Kamu juga bisa memanfaatkan layanan dokter di Newfemme, ya!