Hubungan Antara Anemia dengan Endometriosis

Hubungan Antara Anemia dengan Endometriosis

Kesehatan 1125

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia menjadi pucat dan mudah lelah. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan hebat yang terjadi secara perlahan maupun cepat. 

Salah satu penyebab perdarahan yang dapat terjadi pada wanita adalah endometriosis. Endometriosis merupakan sebuah kondisi ketika terdapat jaringan mirip endometrium, lapisan dinding rahim, yang tumbuh di luar rongga rahim. Mirip dengan endometrium normal yang luruh dan menjadi darah haid, jaringan mirip endometrium ini juga dapat luruh dan menyebabkan perdarahan. 

Apakah endometriosis dapat menyebabkan anemia?

Singkatnya: Iya, endometriosis dapat menyebabkan anemia dan kadar zat besi rendah. Anemia terjadi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit sel darah merah sehat. Jika laju kehilangan sel darah merah yang dialami seseorang lebih cepat daripada laju sel darah merah dihasilkan, maka kemungkinan besar akan terjadi anemia.

Anemia merupakan salah satu tanda dari endometriosis. Hal ini dapat terjadi karena endometriosis dapat memicu terjadinya perdarahan hebat sehingga tubuh kehilangan sel darah merah terlalu cepat. 

Endometriosis dapat menyebabkan anemia karena perdarahan yang terjadi

Apa penyebab anemia yang lain?

Tubuh akan kehilangan sel darah merah dan memproduksinya secara alami. Ada 2 alasan mengapa anemia bisa terjadi, yaitu tubuh mengalami kehilangan sel darah merah dengan laju cepat dan tubuh tidak cukup cepat untuk memproduksi sel darah merah pengganti. Berikut merupakan beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan anemia selain endometriosis:

  1. Kehilangan darah, yang dapat disebabkan oleh kecelakaan, cedera, persalinan, terlalu sering mendonor darah, perdarahan haid yang hebat, mimisan berat, dan operasi.

  2. Hemolisis, kondisi ketika sel darah merah rusak terlalu cepat akibat kondisi seperti penyakit autoimun, pengobatan, dan paparan toksin.

  3. Kondisi turunan, seperti defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD), sferositosis herediter, eliptositosis herediter, defisiensi piruvat kinase, penyakit sel sabit, dan talasemia.

  4. Beberapa kondisi yang menyebabkan tubuh sulit memproduksi sel darh merah dalam laju yang cukup cepat, termasuk anemia aplastik, hipotiroidisme, penyakit radang usus, tuberkulosis, beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya.

Bagaimana cara mencegah anemia kambuh kembali?

Penyebab anemia tak selamanya bisa dicegah. Namun, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya anemia. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang kaya akan kandungan zat besi, vitamin B9, dan vitamin B12.

  2. Hindari konsumsi makanan kaya akan zat besi bersamaan dengan makanan yang dapat menghalangi penyerapan zat besi.

  3. Melakukan perawatan endometriosis, seperti terapi hormon, konsumsi pil kontrasepsi, atau lainnya sesuai dengan kondisinya. Perawatan endometriosis ini dapat mengurangi laju perdarahan yang terjadi sehingga kehilangan sel darah merah menjadi lebih lambat.

  4. Mengikuti saran dan ajuran yang diberikan oleh dokter, seperti mengomsumi obat atau suplemen yang direkomendasikan.

Konsumsi suplemen dan obat penambah darah perlu dilakukan atas rekomendasi dokter

Sakit pada bagian dada, pingsan, lelah, sakit kepala, pusing, serta kaki dan tangan dingin merupakan beberapa contoh anemia. Selain itu, seseorang yang mengalami anemia juga menampakkan kulit, bibir, dan kulit yang pucat. Pertimbangkan untuk menghubungi dokter atau tenaga medis jika kamu merasa memiliki anemia maupun endometriosis.

Jangan lupa baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!