Menjaga Kesehatan Miss V Untuk Tiap Kelompok Usia

Menjaga Kesehatan Miss V Untuk Tiap Kelompok Usia

Kesehatan 440

Tubuh seseorang akan mengalami banyak perubahan seiring dengan bertambahnya usia, termasuk pada miss V. Lubang miss V atau vagina adalah bagian dari vulva, yang mencakup klitoris, labia, dan gundukan kemaluan.

Shop with Me

Emerly Cotton Baby Blanket / Selimut Bayi Katun & Serat 2 lapis - Sea Ocean
IDR 142.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mueeza Kids Ikat Pinggang Anak Perempuan Sabuk Kulit Anak Cewek - Merah
IDR 48.750
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Onemed Thermometer Alpha 1 1G 3 Digital Thermo ThermoOne Termometer - Alpha 1G,Packing Plastik
IDR 17.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Hair Clip Aksesoris Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi My Melody
IDR 5.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Sedangkan, saluran vagina internal menghubungkan vulva ke leher rahim dan rahim. Sepanjang perjalanan hidup seorang wanita, sensasi dan penampilan pada miss V akan terus berubah. Berikut merupakan beberapa tips untuk menjaga kesehatan miss V berdasarkan kelompok usia. 

Kesehatan Vagina Pada Usia 20-an

Usia 20-an merupakan masa-masa keemasan dari kondisi kesehatan vagina seorang wanita. Hal ini umumnya disebabkan oleh memuncaknya hormon seksual seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Hormon estrogen bertanggung jawab untuk menjaga kelembaban, elastisitas, dan keasaman miss V. 

Jika seorang perempuan sering melakukan seks pada periode ini, ia berkemungkinan mengalami infeksi saluran kemih sebagai dampak dari pergerakan bakteri dari vagina menuju saluran kencing. Buang air kecil segera setelah melakukan seks merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko infeksi tersebut. Secara umum, miss V akan melakukan pembersihan secara mandiri dengan memproduksi lendir berwarna putih atau bening yang jumlahnya dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon akibat siklus menstruasi.

Selama tidak memiliki masalah tertentu, seperti sakit ketika seks, gatal, mengeluarkan bau yang tak sedap, atau ada sensasi terbakar, miss V seorang wanita berusia 20-an tahun tidak membutuhkan banyak perawatan. Cukup dengan mencucinya dengan air dan sabun. 

Kesehatan Vagina Pada Usia 30-an

Pada usia 30-an,biasanya labia bagian dalam akan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap akibat adanya perubahan hormon. Jika seorang wanita melewati kehamilan, cairan yang dikeluarkan dari miss V jumlahnya akan meningkat dan terlihat seperti susu dengan sedikit aroma, tapi seharusnya tidak berwarna hijau, kuning, atau beraroma amis.

Setelah melahirkan, ukuran miss V akan meregang lebih besar dari biasanya dan elastisitasnya berkurang. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ukuran miss V dapat kembali ke ukuran sebelum persalinan.

Kesehatan Vagina Pada Usia 40-an

Akibat terjadinya perimenopause pada periode ini, vagina seorang wanita akan melalui banyak perubahan. Seiring dengan berkurangnya tingkat estrogen dalam tubuh, dinding vagina akan tampak lebih tipis dan kering.

Kondisi ini juga disebut sebagai vaginal atrophy dan dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  1. Sensasi panas atau terbakar di area miss V

  2. Rasa sakit ketika melakukan seks

  3. Gatal-gatal pada area miss V

  4. Rasa panas ketika buang air kecil

  5. Meningkatknya risiko penyakit menular seksual

Melakukan seks secara rutin dapat memperlambat perkembangan kondisi vaginal atrophy dengan meningkatkan aliran darah menuju vagina dan menjaganya tetap elastis. Kondisi miss V yang kering dapat dicegah dengan penggunaan pelembab vagina ataupun krim estrogen. Minyak zaitun dan minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai bahan alami pelembab vagina. 

Kesehatan Vagina Pada Usia 50-an

Pada periode ini, kemungkinan besar seorang wanita sudah tidak mengalami menstruasi atau disebut dengan menopause. Perubahan yang terjadi sebagai dampak dari tingkat hormon estrogen yang sangat rendah atau telah habis. Vaginal atrophy merupakan masalah yang umum dijumpai pada wanita berusia 50-an tahun. 

Estrogen yang rendah dapat merubah tingkat keasaman vagina sehingga meningkatkan risiko infeksi terkena infeksi akibat pertumbuhan bakteri yang berlebih. Selain itu, estrogen yang rendah juga dapat menyebabkan atrophy pada saluran kencing dan berujung pada kebocoran urine, kandung kemih yang terlalu aktif, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. 

Terapi hormon dapat membantu mengurangi gejala antrophy pada vagina dan saluran kencing. Namun, terapi hormon bukanlah pilihan yang baik untuk semua wanita.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

McDermott, A. & Geraghty, P. (2018). What You Need to Know About Vaginal Health at Every Age. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/vaginal-health/what-you-need-to-know-about-vaginal-health-at-every-age