Serba-Serbi Olahraga untuk Penderita Asma

Serba-Serbi Olahraga untuk Penderita Asma

Kesehatan 95

Jenis Olahraga yang Cocok

Secara umum, olahraga yang cocok untuk asma melibatkan serangkaian usaha singkat, misalnya intensitas ringan. Tujuannya adalah agar tidak memberatkan paru-paru, sehingga lebih sedikit kemungkinannya untuk menyebabkan gejala asma.Namun, setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, maka dari itu harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa olahraga yang dapat dicoba yaitu:

1. Berenang

Salah satu olahraga yang paling direkomendasikan untuk penderita asma. Dibandingkan dengan aktivitas lain, berenang lebih kecil risikonya menyebabkan gejala asma karena udara yang lembab dan hangat, serta paparan yang rendah terhadap pemicunya. Namun, harus berhati-hati karena beberapa orang sensitif terhadap kolam renang yang terklorinasi.

2. Berjalan

Salah satu aktivitas intensitas ringan yang merupakan pilihan terbaik. Aktivitas ini sopan bagi tubuh, sehingga memudahkan seseorang bernapas. Ada baiknya untuk berjalan ketika cuaca sedang hangat, karena udara kering dan dingin justru dapat memicu atau memperburuk gejala.

3. Hiking

Mungkin tidak menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia, namun jika ada, pilihlah jalur yang relatif datar atau melandai.

4. Bersepeda

Cobalah bersepeda dengan kecepatan santai. Ini adalah aktivitas yang sopan dan tidak melibatkan usaha konstan. Jika tidak ingin keluar ruangan, gunakan sepeda statis. 

5. Yoga

Aktivitas ini membantu seseorang untuk fokus pada pernapasan. Bernapas secara terkendali dan ritmis dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru sambil membangun kekuatan otot untuk kebugaran secara keseluruhan.

Olahraga yang cocok untuk penderita asma adalah jenis latihan intensitas ringan

Manfaat

Justru, beberapa jenis olahraga tertentu dapat mengurangi atau mencegah gejala asma muncul, asalkan dilakukan dengan tepat. Hal ini karena aktivitas tersebut membantu paru-paru lebih kuat tanpa memperburuk  peradangan yang terjadi. Secara khusus, olahraga mengurangi gejala karena beberapa alasan berikut ini:

1. Meningkatkan daya tahan (endurance)

Seiring berjalannya waktu, aktivitas ini dapat membantu saluran udara membangun toleransi terhadap olahraga itu sendiri. Hal ini membuat paru-paru lebih mudah bekerja untuk melakukan aktivitas yang biasanya membuat sesak napas muncul, seperti naik tangga.

2. Mengurangi peradangan

Meskipun asma membuat saluran udara meradang, olahraga teratur sebenarnya dapat mengurangi peradangan tersebut. Singkatnya, ini bekerja dengan mengurangi protein inflamasi, yang meningkatkan respons saluran udara terhadap olahraga.

3. Meningkatkan kapasitas paru-paru (lung capacity)

Semakin sering berolahraga, semakin paru-paru terbiasa untuk mengonsumsi oksigen. Hal ini kemudian akan mengurangi seberapa keras tubuh harus bekerja untuk bernapas setiap hari.

4. Memperkuat otot

Ketika otot kuat, tubuh berfungsi lebih efisien selama aktivitas sehari-hari.

5. Meningkatkan kebugaran kardiovaskular

Olahraga secara umum meningkatkan kondisi keseluruhan jantung, meningkatkan aliran darah, serta pengiriman oksigen ke seluruh tubuh.

Olahraga justru dapat bantu meningkatkan kapasitas paru-paru orang dengan asma

Tips Tambahan

  1. Tetap gunakan inhaler sebelum berolahraga (untuk merelaksasikan saluran udara, sehingga lebih mudah bernapas selama olahraga)

  2. Pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga

  3. Gunakan masker jika ingin berolahraga saat cuaca dingin atau kering

  4. Hindari paparan terhadap pemicu gejala

  5. Hindari olahraga yang terus-menerus seperti sepak bola atau lari jarak jauh (yang membuat paru-paru bekerja berat)

Beberapa olahraga yang cocok untuk penderita asma yaitu berenang, berjalan, hiking, bersepeda, dan yoga. Intinya, aktivitas yang intensitasnya rendah dan tidak membuat paru-paru bekerja terlalu berat. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan mengikuti tips-tips yang disarankan di atas, penderita asma masih dapat menikmati manfaat kebugaran tanpa harus khawatir dengan gejalanya.