8 Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Pembully

8 Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Pembully

Kesehatan 248

1. Power

Seseorang yang tidak mempunyai kekuatan apapun di lingkungan sosialnya mungkin saja memiliki keinginan untuk memegang kendali. Hal ini bisa saja terjadi karena mereka tidak merasakan kekuasaan apapun selama hidupnya, sehingga menganggap bahwa memperoleh kekuasaan tersebut akan menjadi lebih menarik. Jika suatu hal tidak berjalan lancar, mereka akan mulai melakukan intimidasi.

Shop with Me

Wardah UV Shield Essential Sunscreen Gel SPF 30 PA +++ 40 ml
IDR 35.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 DUS / KARTON SO KLIN LIQUID DETERGENT SACHET
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

2. Popularitas

Sudah rahasia umum bahwa menjadi seorang pembully adalah sebagai bentuk perwujudan status sosial. Anak-anak yang populer sering kali mengintimidasi anak-anak yang kurang populer dengan cara mereka masing-masing, misalnya bergosip, memfitnah, serta mempermalukan atau mengucilkan orang lain. Selain itu, mereka juga mungkin melakukannya untuk menurunkan status sosial orang lain.

Seseorang yang ingin populer mungkin akan suka menindas orang lain demi meningkatkan kepopulerannya

3. Balas Dendam

Beberapa orang yang dahulunya pernah mendapatkan intimidasi, mulai mencari cara untuk membalaskan dendamnya. Mereka pada akhirnya ingin mendapatkan persetujuan bahwa apa yang dilakukannya dapat dimaafkan karena dahulunya pernah mengalami hal serupa. Targetnya bisa saja orang yang lebih lemah atau justru orang yang menindasnya dahulu.

4. Trauma Emosional

Seseorang mungkin tumbuh dalam keluarga yang melakukan kekerasan. Akibatnya, mereka berpotensi lebih besar untuk melakukan intimidasi terhadap orang lain karena mencontoh apa yang dilakukan anggota keluarganya. Alasan lainnya, bisa juga karena mereka tidak mendapatkan perhatian atau kurangnya kehadiran orang tua di rumah. 

Persoalan trauma emosional seperti ini, bersamaan dengan kurangnya keterampilan mengatasi rasa sakit dengan cara yang sehat, menyebabkan seseorang merasa harga dirinya rendah. Pada akhirnya, mereka mengungkapkan rasa sakit tersebut kepada orang lain dengan menjadi seorang pembully, tanpa tahu apa yang mereka lakukan adalah hal yang salah.

5. Kesenangan Tersendiri

Ada pula yang menjadi pembully hanya karena mereka merasa bosan dan ingin mencari hiburan. Tak hanya untuk menambah kegembiraan, tetapi juga untuk memunculkan drama dalam kehidupannya. Mereka juga mungkin melakukan intimidasi karena kurang perhatian dan pengawasan dari orang tuanya. Akibatnya, bullying menjadi pelampiasan untuk mendapatkan perhatian tersebut.

Membully hanya karena alasan kesenangan memang tidak masuk akal, tetapi kenyataannya memang ada

6. Tekanan Teman Sebaya

Terkadang, tujuan dari seseorang berubah menjadi pembully adalah karena ingin cocok atau masuk ke dalam suatu kelompok, bahkan ada pula yang hanya ingin ikut-ikutan saja. Padahal, itu sebenarnya bertentangan dengan penilaian subjektif mereka yang lebih baik. Mereka lebih ingin merasa diterima atau takut menjadi sasaran berikutnya daripada khawatir tentang konsekuensi dari tindakan penindasan.

7. Prejudice

Prejudice merupakan bentuk ketidaksukaan yang diberikan kepada seseorang atau kelompok tertentu atas suatu alasan, yang menyebabkan seorang pembully dan korban bully berbeda. Misalnya karena generalisasi yang keliru, berkebutuhan khusus, perbedaan ras, agama, kebudayaan, atau jenis kelamin. Prejudice ini cukup sering kita temukan sebagai akar dari kasus penindasan.

8. Kurang Empati

Kurangnya rasa empati menjadi salah satu alasan yang kuat seseorang lebih senang untuk menyakiti perasaan orang lain. Mereka tidak hanya berhasil merasa berkuasa atas perilaku penindasan tersebut, tetapi juga menganggap “lelucon” yang menyakitkan fisik atau mental orang lain tersebut adalah sesuatu hal yang lucu.

Alasan mengapa seseorang menjadi pembully cukup kompleks, mungkin akibat dari satu hal atau kombinasi dari beberapa diantaranya. Namun, ini tidak menandakan bahwa perilaku tersebut boleh dibenarkan dan diabaikan. Setelah mengetahui mengapa seseorang menindas, semoga kita dapat mengatasi masalah tersebut secara langsung dan membantu menghentikannya ya.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!