Polio: Jangan Lupa Dapatkan Imunisasinya!

Polio: Jangan Lupa Dapatkan Imunisasinya!

Kesehatan 119

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio dan bersifat menular. Mayoritas orang yang terjangkit hanya mengalami gejala ringan, bahkan sama sekali tidak bergejala. Namun sayangnya, beberapa di antara mereka justru mengalami gejala yang lebih berat hingga mampu menyebabkan kelumpuhan permanen atau kematian. 

Shop with Me

Papan Ujian Alat Tulis Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi
IDR 48.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Set Alat Makan 5in1 Piring Makan Anak Balita Peralatan Makan Gift Set - Dino Blue
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Terbaru Tali Streching Olahrga - Tali Streching Yoga - Alat Olahrga
IDR 39.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Ada tiga jenis virus polio yang umum, disebut juga dengan virus polio liar (wild poliovirus/WPV), yaitu tipe 1, tipe 2, dan tipe 3. Siapa pun yang tidak mendapatkan imunisasi polio (anak-anak maupun dewasa) akan berisiko terinfeksi virus ini, sehingga sangat gampang menular, terutama pada kelompok-kelompok berikut ini:

  • Balita

  • Ibu hamil

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah

  • Tinggal atau bepergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk (keterbatasan air mengalir atau toilet siram)

  • Tinggal atau bepergian ke daerah wabah polio

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus

Gejala

Meskipun ada orang-orang yang tidak mengalami gejala sama sekali, virus polio tetap dapat menular dari satu orang ke orang lainnya dan menyebabkan infeksi pada orang tersebut. Polio dapat memengaruhi tubuh secara berbeda tergantung di mana virus ini berkembang biak dan menyerang. Maka dari itu, ia dibagi menjadi beberapa jenis, seperti berikut ini:

1. Abortive poliomyelitis (poliomyelitis yang gagal)

Memiliki gejala yang mirip seperti flu, seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, muntah, dan kelelahan.

2. Polio non-paralitik

Memiliki gejala yang diawali seperti gejala abortive poliomyelitis, kemudian diiringi dengan gejala tambahan seperti leher kaku, kesemutan di lengan atau kaki, sakit kepala parah, hingga sangat sensitif terhadap cahaya.

3. Polio paralitik

Memiliki gejala lebih serius yang memengaruhi sumsum tulang belakang (tidak bisa menggerakkan lengan atau kaki atau kedua, sehingga mengalami kelumpuhan), batang otak (sulit bernapas, menelan, atau berbicara), atau keduanya (gabungan dari kedua gejala).  Selain itu, seseorang juga dapat terkena meningitis (infeksi pada sumsum tulang belakang dan/atau otak) dan kecacatan anggota tubuh (pinggul, pergelangan kaki, atau kaki).

4. Post-polio syndromeis

Munculnya gejala polio setelah bertahun-tahun terkena infeksi polio, sehingga memiliki gejala seperti kelemahan otot dan sendi berkelanjutan, nyeri otot semakin parah, gampang lelah atau letih, pengecilan otot, kesulitan bernapas dan menelan, sleep apnea, tidak tahan suhu dingin, depresi, hingga masalah konsentrasi dan memori. 

Polio sering kali hanya menyebabkan gejala ringan, tetapi dapat pula menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan

Penularan

Virus polio bersifat menular dan menyebar melalui kontak dari satu orang ke orang lainnya melalui mulut. Ia hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi selama berminggu-minggu. Virus ini dapat mengkontaminasi makanan dan air di daerah di mana sanitasinya buruk. Beberapa cara penularannya adalah sebagai berikut:

  • Kontak dengan kotoran manusia orang yang terinfeksi

  • Kontak dengan partikel-partikel dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi

  • Memasukkan benda-benda atau air yang terkontaminasi kotoran ke dalam mulut

  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi

  • Tidak mencuci tangan setelah ke kamar mandi atau menyentuh kotoran manusia, misalnya mengganti popok bayi

Diagnosis

Untuk mendapatkan diagnosis polio, seseorang harus melewati pemeriksaan fisik, pengkajian riwayat kesehatan secara rinci (vaksinasi, perjalanan terakhir), pengujian sampel cairan tubuh (air liur, tinja, darah, cairan serebrospinal), dan pengkajian gejala-gejala apa saja yang dialami. Seseorang mungkin juga membutuhkan pemeriksaan MRI untuk melihat gambar sumsum tulang belakangnya.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi polio dan tidak ada pula pengobatan khususnya, tetapi ada beberapa cara untuk merawatnya. Misalnya, terapi fisik jika menyebabkan kelumpuhan, kelemahan di lengan atau kaki atau mendapatkan bantuan ventilasi mekanis jika mengalami kelemahan pada otot pernapasan. Selain itu, beberapa strategi yang juga bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya adalah:

  • Istirahat cukup

  • Konsumsi obat pereda nyeri

  • Kompres air hangat untuk meredakan kejang

Pencegahan

Satu-satunya cara untuk mencegah polio adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Umumnya, imunisasi dimulai sejak masa kanak-kanak, di mana vaksin tersebut lebih dari 99% kemungkinannya dapat melindungi tubuh dari polio. Terhitung pada 15 Januari 2024, Sub PIN (Pekan Imunisasi) Polio mulai diselenggarakan dengan target cakupan 95% pada anak-anak usia 0 sampai 7 tahun.

Jadi, penyakit polio disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini sering kali hanya menyebabkan gejala ringan seperti flu, tetapi juga dapat menyebabkan kelumpuhan, kecacatan, bahkan kematian pada kasus yang lebih serius. Pencegahan hanya dapat dilakukan dengan cara mendapatkan vaksinasi, yang umumnya didapatkan sewaktu bayi. Jadi, buat Ladies yang baru punya bayi, yuk jangan lupa rutin imunisasi si kecil ya!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!