Restless Legs Syndrome, Keinginan Kuat untuk Menggerakkan Kaki

Restless Legs Syndrome, Keinginan Kuat untuk Menggerakkan Kaki

Kesehatan 540

Restless leg syndrome (RLS) atau Willis-Ekbom disease merupakan gangguan tidur neurologis yang menyebabkan munculnya sensasi tidak nyaman di kaki bersamaan dengan dorongan kuat untuk menggerakkannya. Mayoritas orang yang mengalami ini memiliki dorongan kuat justru saat sedang rileks, saat mencoba untuk tidur, atau duduk terlalu lama.

Sensasi ini bisa terjadi bersamaan dengan sensasi lain di anggota tubuh, yang sering kali digambarkan seperti ada sesuatu yang  menarik, merayap, merangkak, kesemutan, berdenyut, gatal, sakit, geli, atau terbakar. Siapa saja bisa mengalami RLS, tetapi kebanyakan pada usia paruh baya, di mana kejadiannya 2 kali lebih mungkin pada wanita daripada pria. 

Gejala

Tanda paling menonjol pada restless leg syndrome adalah keinginan kuat untuk menggerakkan kaki, terutama saat duduk diam atau berbaring di tempat tidur. Pada tingkat yang ringan, gejalanya mungkin tidak terjadi setiap malam dan gejalanya hilang timbul, tetapi ketika sudah parah, ini mungkin akan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala yang mungkin dialami adalah:

  • Ketidaknyamanan kaki (atau lengan)

  • Dorongan kuat untuk menggerakkan kaki (atau lengan)

  • Sulit tertidur karena sering dibuat tetap terjaga akibat adanya keinginan untuk menggerakkan kaki untuk meredakan ketidaknyamanan

  • Mengantuk di siang hari karena berkurangnya waktu tidur dan sulit untuk tetap tertidur

  • Masalah perilaku dan gangguan performa kerja karena gangguan tidurnya, seperti mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, depresi, dan murung

RLS mampu mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama karena tidak tidur dalam waktu cukup

Penyebab

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab restless leg syndrome. Meskipun begitu, kondisinya cukup sering dikaitkan dengan faktor genetik, di mana orang tua biasanya menurunkan ini ke anak dan gejalanya baru muncul sebelum usia 40 tahun. Selain genetik, ada pula faktor lain yang diketahui juga berkaitan, yaitu:

  • Rendahnya kadar zat besi dalam tubuh

  • Hipotiroidisme

  • Depresi

  • Fibromyalgia

  • Penyakit parkinson

  • Rheumatoid arthritis

  • Kehamilan

  • Masalah kesehatan lain (diabetes, ginjal, neuropati)

  • Konsumsi obat (antidepresan, antimual, obat alergi), kafein, dan alkohol

Diagnosis

Tidak ada pemeriksaan khusus yang ditujukan untuk mendiagnosis restless leg syndrome. Umumnya diagnosis dibuat berdasarkan gejala dan dilanjutkan dengan riwayat keluarga, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, neurologis, serta tes darah untuk mengesampingkan kemungkinan masalah kesehatan lain yang terkait dengan RLS. Terdapat 5 kriteria yang setidaknya harus dipenuhi, yaitu:

  1. Punya dorongan yang kuat untuk menggerakkan kaki (atau lengan) dan disertai dengan sensasi seperti menarik, merangkak, merayap, gatal, sakit, atau terbakar

  2. Gejala memburuk saat sedang rileks atau istirahat

  3. Gejala berkurang ketika dialihkan untuk bergerak, seperti peregangan, berjalan, atau menggunakan otot

  4. Gejala memburuk atau terjadi hanya pada sore atau malam hari

  5. Bukan diakibatkan oleh masalah medis atau perilaku lain

Pengobatan

Restless leg syndrome merupakan penyakit yang dialami seumur hidup dan tidak ada obat untuk menyembuhkannya, tetapi pengobatan bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala. Dokter umumnya akan memberikan beberapa pilihan, seperti agen dopamin (mengelola dorongan untuk bergerak), obat antikejang (memblokir sinyal dari saraf), benzodiazepin (merelaksasikan otot) dan opioid (mengurangi sakit dan sensasi aneh).

Perawatan di Rumah untuk Restless Leg Syndrome

Meskipun tidak seefektif pengobatan medis, perawatan di rumah secara mandiri dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala RLS. Perlu diingat bahwa mungkin tidak semua orang akan merasakan efek yang sama, maka dari itu terkadang memang perlu uji coba terlebih dahulu untuk menemukan mana yang paling cocok. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan.

  • Berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki atau bersepeda

  • Perbaiki kebiasaan sebelum tidur, misalnya mengurangi screen time, tidak membaca di tempat tidur, atau menonton TV

  • Tetapkan jam tidur yang sama setiap harinya

  • Mengurangi konsumsi kafein (kopi, teh, cokelat), alkohol, dan nikotin

  • Pijat atau meregangkan otot kaki di malam hari

  • Berendam di air hangat sebelum tidur

  • Gunakan heating pad atau ice pack ketika mengalami gejala

  • Kurangi stres sebanyak mungkin, misalnya dengan yoga atau meditasi

  • Suplementasi zat besi berdasarkan rekomendasi dokter dan ahli gizi jika penyebab mendasarnya adalah kekurangan zat besi

Kurangi kafein serta stres, dan pijat kaki sebelum tidur untuk bantu kurangi gejala

Jadi, restless leg syndrome adalah kondisi di mana seseorang memiliki dorongan kuat untuk menggerakkan kaki dan diiringi dengan sensasi seperti ada yang merayap, menarik, atau merangkak. Gejalanya cenderung meningkatkan di malam hari dan baru mereda ketika otot-otot digerakkan. Itulah alasan mengapa kondisi ini akan memengaruhi kualitas tidur. Ladies ada yang punya pengalaman? Yuk bagikan di sini!