Endometrial Hyperplasia Penyebab Pendarahan Berat

Endometrial Hyperplasia Penyebab Pendarahan Berat

Kesehatan 538

Endometrial hyperplasia terjadi ketika lapisan rahim (endometrium) menjadi terlalu tebal. Endometrium merupakan lapisan yang meluruh saat terjadinya menstruasi dan sebagai tempat untuk janin menempel. Kondisi ini dapat menyebabkan kanker endometrium pada wanita. Terdapat beberapa jenis endometrium hyperplasia, diantaranya yaitu:

1. Simplex or complex endometrial hyperplasia (without atypia)

Jenis penebalan dinding rahimnya terdiri dari sel-sel yang terlihat normal dan tidak mungkin berubah menjadi kanker atau sangat kecil kemungkinannya untuk berkembang menjadi kanker. Kondisinya akan membaik dengan pengobatan. Hiperplasia sederhana tanpa atipia memiliki tingkat perkembangan menjadi kanker sebesar 1% sementara kompleks hiperplasia tanpa atipia sebesar 3%.

2. Simple or complex endometrial hyperplasia (with atypia)

Jenis penebalan dinding rahimnya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker. Pengobatan harus dilakukan untuk mencegah risiko kankernya tidak meningkat. Hiperplasia sederhana dengan atipia memiliki tingkat perkembangan menjadi kanker sebesar 8% sementara kompleks hiperplasia dengan atipia sebesar 29%.

Gejala

Endometrial hyperplasia menyebabkan terjadinya pendarahan abnormal pada rahim, termasuk di dalamnya pendarahan menstruasi berat, pendarahan atau bercak diantara siklus menstruasi, hingga pendarahan pasca menopause. Selain itu, gejala lainnya seperti siklus menstruasi pendek atau tidak mengalami menstruasi sama sekali. Komplikasi yang bisa terjadi akibat pendarahan yang tidak normal adalah anemia. 

Penyebab

Endometrial hyperplasia terjadi karena ketidakseimbangan hormon, di mana estrogen terlalu banyak sementara progesteron tidak cukup. Seperti yang kita tahu, kedua hormon tersebut berperan penting dalam periode menstruasi dan kehamilan. Saat terjadi ovulasi, estrogen akan menebalkan dinding rahim, sementara progesteron bertugas untuk mempersiapkan rahim selama kehamilan.

Jika ovulasi tidak terjadi, maka progesteron jumlahnya menurun, yang kemudian akan menyebabkan terjadinya peluruhan lapisan dinding rahim. Pada wanita dengan kondisi ini, endometrium hanya menghasilkan sedikit progesteron, sehingga lapisan dinding rahim tidak meluruh. Di sisi lain, lapisan tersebut terus tumbuh dan mengalami penebalan akibat tingginya estrogen.

Faktor risiko endometrial hyperplasia adalah:

  • Kegemukan dan obesitas

  • Tidak ovulasi atau kurang ovulasi karena perimenopause atau polycystic ovarian syndrome (PCOS)

  • Terapi hormon pengganti estrogen atau tamoxifen yang biasanya digunakan pada pengobatan kanker payudara

  • Tumor penghasil hormon

  • Diabetes 

Endometrial hyperplasia terjadi karena ketidakseimbangan hormon

Diagnosis

Untuk mengesampingkan kondisi lain yang sama-sama dapat menyebabkan pendarahan rahim tidak normal, penderita endometrial hyperplasia biasanya akan melakukan beberapa tes seperti:

  • Biopsi endometrium yaitu pengangkatan sejumlah kecil jaringan endometrium, kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi sel-sel abnormal

  • Histeroskopi yaitu pembedahan yang dilakukan untuk mengamati lapisan rahim, prosedur ini bisa dilakukan bersamaan dengan biopsi atau dilation & curettage (D&C).

  • Transvaginal ultrasound untuk mendapatkan gambaran rongga panggul dan organ di dalamnya, baik pada wanita perimenopause maupun postmenopause.

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan endometrial hyperplasia adalah untuk mencegah perkembangan kanker endometrium. Jika yang terjadi adalah hyperplasia tanpa atipia dengan faktor risiko obesitas, maka langkah utamanya adalah dengan menurunkan berat badan agar produksi estrogen yang berlebihan dapat ditekan. Namun ketika disebabkan oleh terapi pengganti hormon, maka dosis penggunaanya harus diatur ulang.

Selain itu, untuk mengatasi sedikitnya progesteron yang diproduksi, maka direkomendasikan untuk menjalankan perawatan progestin baik secara oral maupun IUD untuk melawan efek penebalan pada endometrium akibat kelebihan estrogen. Opsi ini bisa dipilih jika ingin proses pengobatan lebih cepat, terjadi pendarahan abnormal yang berat, dan perubahan gaya hidup tidak berhasil.

Pengobatan yang dilakukan tergantung apakah kondisinya terjadi dengan atipikal atau tanpa atipikal

Apakah Perlu dilakukan Pengangkatan Rahim?

Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi bukanlah pilihan pertama untuk pengobatan endometrial hyperplasia without atypia. Namun, ada kondisi lain yang dapat menyebabkan tindakan ini boleh dilakukan, seperti kondisi yang tidak kian membaik, justru berkembang menjadi hiperplasia atipikal, pendarahan abnormal terjadi secara signifikan, kambuh setelah pengobatan, dan tidak mau melakukan biopsi berulang.

Di sisi lain, jika yang terjadi adalah endometrial hyperplasia with atypia, maka histerektomi lebih direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan utama, jika sudah memiliki anak.Hal ini karena risiko perkembangan menjadi kanker lebih besar. Namun jika masih berencana untuk hamil, maka pengobatan IUD levonorgestrel lebih disarankan. 

Jadi, endometrial hyperplasia terjadi ketika lapisan rahim menjadi terlalu tebal dan dapat menyebabkan pendarahan yang tidak normal. Jenis hiperplasia ada yang bisa berkembang menjadi kanker dan ada yang tidak. Jika Ladies punya pertanyaan lain, jangan ragu untuk memanfaatkan layanan konsultasi online di Newfemme ya!