Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder, Ketika Seseorang Menjadi Sangat Pemilih dalam Makanan

Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder, Ketika Seseorang Menjadi Sangat Pemilih dalam Makanan

Kesehatan 315

Picky eating mungkin merupakan perilaku makan yang lebih sering ditemui oleh kebanyakan orang. Namun, ada gangguan makan lain yang gejalanya terlihat mirip tetapi sebenarnya berbeda, yaitu Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (AFRID). Istilahnya cukup sulit ya untuk dipahami? Untuk lebih jelasnya terkait gangguan makan tersebut, simak penjelasannya dalam artikel ini.

Shop with Me

Dress Bayi-Anak Perempuan Import - OS-629
IDR 67.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass 125 ml
IDR 55.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Definisi

Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (AFRID) merupakan kondisi di mana seseorang membatasi jumlah dan jenis makanan yang dimakan. Gangguan makan ini bukan disebabkan karena karena keinginan untuk menurunkan berat badan atau jeleknya citra tubuh.

Seseorang dengan AFRID hanya memilih makanan yang mereka anggap boleh untuk dimakan dan mereka cenderung memiliki perilaku:

  • Kehilangan minat makan

  • Takut terhadap konsekuensi makan seperti muntah atau tersedak

  • Menghindari makanan yang berwarna, berasa, bertekstur, dan berbau karena mereka tidak menginginkan dan menyukainya

AFRID tidaklah sama dengan picky eating, ia memengaruhi nafsu makan sehingga kebutuhan gizi tidak tercukupi dan tidak bisa hilang tanpa pengobatan. Sementara picky eating adalah kebiasaan menghindari makanan karena tidak menyukai sifat sensoriknya, menghindari beberapa jenis makanan saja, dan perilaku tersebut tidak mempengaruhi nafsu makan mereka, sehingga kebutuhan gizi tetap dapat tercukupi.

Gejala

Seseorang yang mengalami AFRID dapat membuat dirinya menjadi kekurangan gizi. Perubahan perilaku yang biasanya terjadi adalah cepat merasa kenyang, tidak nafsu makan, sulit berkonsentrasi, membatasi banyak makanan sehingga pilihannya sangat sedikit, hanya menerima makanan dengan tekstur tertentu, dan takut muntah atau tersedak setelah makan.

Gejala yang umum dialami pada AFRID diantaranya adalah:

  • Penurunan berat badan yang signifikan (kurus)

  • Tidak makan sebanyak yang seharusnya

  • Konstipasi hingga terasa menyakitkan untuk buang air besar

  • Sakit perut atau kram perut, muntah

  • Suhu tubuh rendah

  • Letargi (sangat lelah) dan lesu

  • Siklus menstruasi tidak teratur

  • Pusing hingga pingsan

  • Muncul rambut halus di tubuh (lanugo)

  • Kelemahan otot

AFRID akan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan

Penyebab

Penyebab pasti terjadinya AFRID tidak diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu kondisi tersebut, diantaranya adalah kecemasan, takut, stres, perubahan genetik, trauma (dahulunya pernah tersedak atau muntah parah), alergi makanan, hingga pengaruh lingkungan sosial, budaya, dan lingkungan. AFRID bisa dialami oleh siapa saja, dan lebih sering terjadi pada anak-anak.

AFRID bisa menyebabkan beberapa komplikasi yaitu malnutrisi, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, anemia, tekanan darah rendah, osteoporosis, gagal jantung, tertundanya pubertas, perubahan pertumbuhan fisik, hingga mengancam jiwa. AFRID juga mampu membuat penderitanya sulit untuk bersosialisasi, bahkan dengan keluarga sendiri, terutama pada acara makan seperti makan keluarga atau pesta makan malam.

Diagnosa

AFRID merupakan kategori gangguan makan baru yang dimasukkan ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DMS) oleh American Psychiatric Association, yaitu manual yang digunakan oleh dokter atau tenaga profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis gangguan mental.

Seseorang akan didiagnosis mengalami AFRID jika memenuhi kriteria berikut ini:

  • AFRID menyebabkan terjadinya: penurunan berat badan signifikan, sulitnya anak untuk tumbuh, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, bergantung pada tube feeding untuk makan, konsumsi vitamin dan suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, dan/atau pembatasan makanan memengaruhi hubungan interpersonal.

  • AFRID tidak disebabkan oleh: ketidaknyamanan saat makan, puasa pada agama tertentu, atau kondisi medis yang menyebabkan makanan perlu dibatasi.

  • AFRID tidak disebabkan oleh: citra tubuh yang negatif, keinginan menurunkan berat badan, atau mengubah bentuk tubuh.

  • Jika AFRID diakibatkan oleh kondisi medis atau perawatan, maka hal tersebut merupakan efek samping yang tidak diinginkan.

Perawatan

Perawatan yang dijalankan pada orang dengan AFRID berfokus untuk membantu mempertahankan berat badan yang ideal dan sehat, mencegah komplikasi kesehatan secara keseluruhan, mengarahkan kesehatan mental, mengurangi keengganan sensorik, dan ketakutan terkait makanan.

Perawatan yang dilakukan menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Theory (CBT) untuk membantu penderitanya:

  • Mengenali pikiran dan perilaku yang memengaruhi kesehatan

  • Mengurangi rasa takut pada makanan

  • Menjadi nyaman terhadap nilai sensorik suatu makanan

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu seperti antipsikotik, antidepresan, atau obat untuk merangsang nafsu makan. Pada beberapa kasus yang jarang, petugas kesehatan perlu memasangkan selang makan sementara (enteral feeding) melewati hidung dan langsung ke perut untuk memastikan nutrisi bisa masuk ke dalam tubuh.

Pengobatan yang bisa dilakukan pada AFRID adalah melalui terapi perilaku kognitif

Itulah penjelasan mengenai Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (AFRID), yaiti kondisi yang menyebabkan asupan menjadi sangat terbatas. Gangguan makan tersebut tidak dapat hilang begitu saja sehingga perlu dilakukan perawatan. AFRID bisa berbahaya karena dapat menyebabkan penderitanya kekurangan gizi. Tertarik dengan artikel kesehatan lainnya? Langsung saja telusuri website Newfemme ya!