Baby Blues Bukan Tanda Gagal Menjadi Seorang Ibu

Baby Blues Bukan Tanda Gagal Menjadi Seorang Ibu

Parenting 644

Baby blues adalah perasaan sedih atau cemas yang dialami oleh sebagian besar ibu dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Perasaan ini sering disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Meskipun istilah "baby blues" mungkin terdengar sepele, namun perasaan sedih dan cemas ini bisa sangat mengganggu bagi ibu yang mengalaminya.

Shop with Me

MemoryLife - Dhira Bodysuit | Bodysuit Premium Anak Laki-Laki
IDR 159.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Papan Ujian Alat Tulis Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi
IDR 48.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Iron Patch Xmas Deer Christmas
IDR 6.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Gejala dari Baby Blues

Gejala baby blues umumnya meliputi perasaan sedih atau murung, mudah merasa terluka atau tersinggung, kelelahan, kesulitan tidur, dan perubahan nafsu makan. Perasaan cemas dan khawatir tentang kemampuan untuk merawat bayi juga sering terjadi. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa hari setelah melahirkan dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Namun, perlu diingat bahwa baby blues adalah kondisi yang umum dan cenderung tidak berbahaya, dan biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Sebagai ibu, kamu dapat melakukan beberapa hal untuk membantu meredakan perasaan sedih dan cemas. Misalnya, mencari dukungan dari orang yang dicintai, berbicara dengan orang lain yang juga telah mengalami baby blues, dan mencari waktu untuk merawat diri sendiri.

Namun, jika perasaan sedih dan cemas berlanjut selama lebih dari beberapa minggu atau semakin parah, maka kamu mungkin mengalami depresi pasca melahirkan. Depresi pasca melahirkan adalah kondisi serius yang memerlukan perawatan medis. Jika kamu merasa khawatir atau bingung tentang perasaan yang sedang kamu alami, jangan ragu untuk mencari bantuan dari dokter atau tenaga kesehatan yang terlatih.

Cara Mengatasi Baby Blues

Selain dukungan sosial dan perawatan medis (seperti psikolog), ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu meredakan baby blues dan memperbaiki suasana hati. Salah satunya adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, dan meningkatkan kualitas tidur. Cobalah untuk berjalan-jalan, berlari, berenang, atau bersepeda beberapa kali seminggu, selama setidaknya 30 menit. Kamu juga bisa mencoba meditasi untuk menata dan mengelola pikiran serta perasaan yang sedang kamu rasakan.

Selain itu, nutrisi yang baik juga dapat membantu memperbaiki suasana hati. Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Hindari konsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh, karena dapat memperburuk mood dan membuat kamu merasa lesu.

Melakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan hati juga dapat membantu meredakan baby blues. Misalnya, membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, atau bermain game. Cobalah untuk mengalihkan perhatian dari perasaan sedih atau cemas dan fokus pada hal-hal yang dapat membuatmu merasa lebih baik.

Terakhir, ingatlah bahwa baby blues bukanlah tanda bahwa kamu tidak bisa merawat anakmu dengan baik atau bahwa kamu tidak layak menjadi ibu. Baby blues adalah kondisi yang umum dan normal, dan banyak ibu yang mengalaminya. Jangan ragu untuk mencari dukungan dan bantuan jika kamu merasa kesulitan atau perlu mendiskusikan perasaanmu.

Baca juga :

Mengenal Konsep Brain-MOM dalam Dunia Parenting

Jangan menyalahkan diri sendiri jika kamu mengalami baby blues. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dan bantuan selalu tersedia jika diperlukan. Jika orang sekitar kita ada yang sedang mengalaminya, maka sebisa mungkin untuk membantunya untuk meringankan beban yang mereka rasakan.