Logo NewFemme
Rekomendasi dan Panduan Screen Time Untuk Anak

Rekomendasi dan Panduan Screen Time Untuk Anak

Kesehatan 88

Screen time adalah waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, mengoperasikan gawai, menggunakan komputer/laptop, atau bermain video game. Pemberian screen time pada anak saat ini telah menjadi cara yang lumrah dilakukan orang tua untuk tetap menghibur anak ketika sedang sibuk dengan pekerjaan maupun urusan lainnya. Meskipun demikian, screen time pada anak harus diberikan dengan kehati-hatian.

Maka dari itu, berikut merupakan rekomendasi dan panduan pemberian screen time pada anak.

Rata-Rata Screen Time Berdasarkan Usia Anak

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rata-rata anak usia 8-10 tahun menghabiskan waktu sebanyak 6 jam di depan layar setiap harinya. Sedangkan untuk anak usia 11-14 menghabiskan waktu selama 9 jam per hari dan 7,5 jam untuk anak dengan rentang umur 15-18 tahun.

Angka tersebut merupakan rata-rata, bisa jadi ada anak yang mendapatkan screen time lebih atau kurang dari jumlah tersebut. Secara umum para ahli sepakat bahwa semakin sedikit jumlah screen time maka semakin baik bagi anak, terutama untuk balita. World Health Organization (WHO) merekomendasikan screen time harian anak usia 2-5 tahun sebanyak 1 jam atau kurang tiap harinya.

Dampak Screen Time Yang Berlebihan Pada Anak

Screen time yang terlalu lama dapat menyebabkan beberapa masalah pada kesehatan hingga perilaku pada sang anak. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menimbulkan rabun jauh atau mata minus.

  2. Mengalami kelelahan mata (mata berair, mata merah, mata gatal, dan mata kering).

  3. Gangguan pada pola tidur anak.

  4. Gangguan perkembangan perilaku karena pengaruh konten yang kurang sesuai.

  5. Berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas karena kurang aktivitas fisik. 

  6. Kesulitan mempertahankan fokus.

  7. Menghambat perkembangan kemampuan bicara dan sosial anak.

Tips Pemberian Screen Time Untuk Anak

Berikut merupakan beberapa hal yang orang tua bisa lakukan untuk memastikan kualitas konten yang dibaca, ditonton, atau dimainkan tidak memiliki dampak yang buruk bagi anak:

  1. Tinjau terlebih dahulu program, aplikasi, dan konten sebelum memberikan izin pada anak untuk melihat atau memainkannya. 

  2. Isi screen time dengan memberikan anak konten interaktif yang edukatif ketimbang hanya memberikan tontonan saja.

  3. Gunakan fitur parental control yang tersedia untuk membatasi konten yang bisa diakses oleh anak.

  4. Pastikan anak berada dalam jarak pandang selama ketika sedang bermain gawai agar tetap terpantau. 

  5. Tanyakan pada anak tentang aplikasi yang digunakan, permainan yang dimainkan, atau video yang telah ditonton secara rutin sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembelajaran bagi anak.

Dunia digital dan sosial media saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak, terutama untuk anak usia remaja. Para ahli percaya bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar selama anak-anak memahami perilaku yang pantas. Jelaskan pada anak apa yang diperbolehkan dan yang tidak agar nantinya anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak. 

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Crider, C. & Stephens, C. (2022). Screen Time for Kids: Guidelines, Boundary Setting, and Educational Recommendations. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/parenting/screen-time-for-kids

Mayo Clinic Staff. (2022). Screen time and children: How to guide your child. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/screen-time/art-20047952

P2PTM (2021). Pandemi COVID-19 ini membuat screen time pada anak meningkat, apa itu "Screen Time"? Kemenkes RI. [online]. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/pandemi-covid-19-ini-membuat-screen-time-pada-anak-meningkat-apa-itu-screen-time