Logo NewFemme
Kondisi-kondisi Alergi

Kondisi-kondisi Alergi

Kesehatan 88

Asma dan Alergi

Asma adalah kondisi dimana bernafas menjadi lebih sulit akibat saluran udara di paru-paru yang menyempit. Asma erat kaitannya dengan alergi, karena alergi dapat memperburuk asma yang ada. Selain itu, alergi juga dapat memicu asma bahkan pada orang tanpa asma yang terpapar oleh alergen. Kondisi ini disebut dengan asma yang diinduksi alergi, atau asma alergi.

Alergi dan Pilek

Hidung meler, bersin, dan batuk merupakan gejala umum alergi, pilek, hingga infeksi sinus. Sehingga, menguraikan antara gejala umum seperti ini bisa menjadi pekerjaan yang sulit. Namun, tanda dan gejala tambahan dari kondisi tersebut dapat membantu membedakan ketiganya. Misalnya, alergi dapat menyebabkan ruam pada kulit dan mata gatal. Pilek dapat menyebabkan nyeri tubuh, bahkan demam. Infeksi sinus biasanya menghasilkan cairan kental berwarna kuning dari hidung Anda.

Alergi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk waktu yang lama. Ketika sistem kekebalan terganggu, tubuh akan lebih mudah terserang virus, termasuk yang menyebabkan flu. Pada akhirnya, memiliki alergi dapat meningkatkan risiko untuk mengalami lebih banyak pilek.

Alergi dan Rhinitis

Alergi rhinitis atau hay fever dapat menghasilkan gejala yang meliputi bersin, batuk, dan batuk membandel yang terus-menerus. Hal ini merupakan hasil dari reaksi berlebihan tubuh terhadap allergen dan tidak bersifat menular dan sementara.

Orang dengan alergi rhinitis mungkin hanya akan mengalami gejala alergi musiman ini selama waktu-waktu tertentu dalam setahun, misalnya ketika tanaman pertama kali bermekaran, sehingga tidak bersifat akut. Selain itu, alergi rhinitis ini dapat memicu asma, dan asma dapat menyebabkan batuk. Hal ini karena ketika seseorang dengan alergi rhinitis terkena alergen, penyempitan saluran udara dapat terjadi dan menyebabkan batuk serta sesak napas dan dada.

Alergi dan Bronkitis

Virus atau bakteri dapat menyebabkan bronkitis, namun bronkitis juga dapat diakibatkan oleg alergi. Bronkitis akut biasanya berakhir setelah beberapa hari atau minggu, sedangkan bronkitis kronis, dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga berbulan-bulan dan mungkin juga sering kembali. Batuk adalah satu-satunya gejala umum antara bronkitis kronis dan akut.

Paparan alergen umum adalah penyebab paling umum dari bronkitis kronis. Alergen ini meliputi:

  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Debu
  • Serbuk sari
  • Asap kimia

Tidak seperti rhinitis yang merupakan alergi musiman, banyak dari alergen ini yang berada di lingkungan sekitar seperti rumah atau kantor, sehingga bronkitis kronis lebih persisten dan lebih mungkin untuk kembali.

Alergi pada Bayi

Alergi kulit lebih sering terjadi pada anak-anak muda saat ini dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu. Namun, alergi kulit berkurang seiring bertambahnya usia anak-anak. Alergi pernapasan dan makanan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia anak-anak.

Alergi kulit yang umum pada bayi meliputi:

  1. Eksim

Kondisi kulit inflamasi yang menyebabkan ruam merah yang gatal. Ruam-ruam ini dapat berkembang perlahan tetapi terus-menerus.

  1. Dermatitis kontak alergi (dermatitis atopik)

Jenis alergi kulit ini muncul dengan cepat, seringkali segera setelah bayi bersentuhan dengan iritan. Dermatitis kontak yang lebih serius dapat berkembang menjadi lepuh yang menyakitkan dan menyebabkan kulit pecah-pecah.

  1. Biduran

Biduran adalah benjolan merah atau area kulit yang menonjol yang berkembang setelah terpapar alergen. Biduran tidak membuat kulit menjadi menjadi bersisik dan pecah-pecah, tetapi jika rasa gatalnya digaruk dapat membuat kulit berdarah.

  1. Ruam

Gatal-gatal yang tidak biasa pada tubuh bayi dan dapat menyebabkan warna kulit kemerahan.

Memahami perbedaan jenis alergi kulit yang biasa dialami bayi dapat membantu menemukan pengobatan yang paling sesuai.

Hidup dengan Alergi

Alergi adalah hal yang umum dan tidak memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa bagi kebanyakan orang. Orang yang berisiko anafilaksis dapat mempelajari cara mengelola alergi mereka dan apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Sebagian besar alergi dapat dikelola dengan penghindaran, obat-obatan, dan perubahan gaya hidup. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengurangi komplikasi utama dan membuat hidup lebih menyenangkan.

Baca juga artikel kesehatan lain dari Newfemme untuk menambah pengetahuanmu, ya!

 

Sumber:

Krans, B. & Holland, K. (2018). Everything You Need to Know About Allergies. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/allergies