Logo NewFemme
Membersihkan Vagina dengan Sabun, Perlu atau Tidak?

Membersihkan Vagina dengan Sabun, Perlu atau Tidak?

Kesehatan 122

Sudah sepatutnya seluruh wanita memahami bahwa aroma yang timbul di vagina adalah hal yang normal. Bau vagina memang seharusnya tidak wangi layaknya aroma bunga, buah, ataupun bahan kimia. Banyaknya produk sabun kewanitaan dengan klaim mengharumkan vagina membuat banyak wanita jadi mempertanyakan “Apakah aroma vagina saya normal?”.

Membersihkan vagina dengan sabun (source: Helodokter)

Jawabannya mudah, setiap wanita memiliki bau vagina yang khas. Meskipun berbeda-beda, ada satu kesamaan pada aroma vagina, yaitu biasanya berbau agak asam seperti cuka. Aroma seperti ini tidak perlu membuat para wanita khawatir, karena ini benar-benar normal.

 

Mengapa aroma agak asam keluar dari vagina?

Bau vagina yang asam datang dari koloni bakteri alami serta cairan yang diproduksi vagina. Koloni bakteri dan cairan ini bersifat asam, yaitu dengan pH normal 4,5. Keasaman area organ kewanitaan ini penting untuk mencegah infeksi bakteri atau virus.

 

Justru jika keasamannya terganggu, vagina jadi lebih rentan terhadap bakteri jahat, virus, dan mikroorganisme lain penyebab penyakit. Perlu Anda ketahui juga bahwa menggunakan sabun kewanitaan meski dapat menimbulkan aroma semerbak, namun dapat mengganggu keasaman vagina.

 

Apa efek samping menggunakan sabun kewanitaan?

Berbagai klaim yang dapat membersihkan dan mengharumkan vagina, serta menghilangkan keputihan kini ramai beredar pada produk sabun kewanitaan. Namun tentunya ada efek samping yang merugikan bagi kesehatan vagina.

 

Perlu diketahui bahwa vagina telah memiliki kemampuan tersendiri untuk membersiihkan dan melindungi dirinya. Bahkan keputihan pun merupakan respon alami dari vagina dalam membersihkan dirinya dari sel mati dan bakteri.

 

Menggunakan sabun kewanitaan dapat mengganggu keasaman vagina yang secara alami sangat ideal untuk memelihara koloni bakteri baik. Tanpa keadaan bakteri baik, vagina kehilangan kemampuannya untuk melindungi diri dari risiko infeksi. Banyaknya bahan kimia yang terkandung dalam sabun kewanitaan dapat mengubah keseimbangan pH dalam vagina dan menjadi tempat yang subur bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh.

 

Bagaimana cara membersihkan vagina yang benar?

Membersihkan vagina juga bukan hal yang perlu dikoreksi. Pasalnya menurut anatomi tubuh, vagina merupakan saluran yang berada di dalam tubuh. Jadi, yang benar adalah membersihkan vulva, yaitu bagian luar dari vagina. Vulva meliputi area luar vagina meliputi klitoris, pelindung klitoris, labia dalam, dan labia luar.

Ini penting untuk diketahui para wanita, karena membersihkan area dalam vagina dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Lantas bagaimana cara membersihkan vulva yang benar? Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk merawat area intim Anda.

  1. Cuci dengan air hangat. Anda juga bisa gunakan sabun ringan yang tidak akan mengiritasi kulit, namun hal ini tidaklah wajib.
  2. Bersihkan lipatan antara labia luar dan dalam menggunakan tangan atau lap bersih. Hindari air dan sabun memasuki area dalam vagina.
  3. Selain vulva, jangan lupa untuk membersihkan area anus serta area di antara vulva dan anus tiap harinya.
  4. Jangan pernah mencuci area vagina dari arah belakang ke depan. Hal ini guna menghindari penyebaran bakteri dari anus yang dapat menyebabkan infeksi.

 

Jadi membersihkan vagina dengan sabun itu tidak perlu?

Anda tidak perlu menggunakan sabun untuk membersihkan area vulva maupun vagina. Jika ingin menggunakan sabun, pilihlah sabun yang tidak beraroma, ringan, dan tidak berwarna. Sabun yang mengandung pewangi dapat menyebabkan iritasi pada area kulit yang sensitif terutama vulva. Ingat juga untuk menghindari air dan sabun memasuki area dalam vagina, ya!