Premenstrual Syndrome (PMS) Tidak Sama dengan Haid

Premenstrual Syndrome (PMS) Tidak Sama dengan Haid

Kesehatan 108

Terkadang masih ada beberapa orang yang menyebutkan mereka lagi PMS padahal kenyataannya mereka sedang melalui menstruasi. Haid adalah ketika darah keluar melalui vagina sementara sindrom pramenstruasi adalah hal yang kamu rasakan sebelum masuk waktu haid. Umumnya pada kondisi ini akan terjadi perubahan suasata hati, perilaku, dan sakit yang tak tertahankan, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Premenstrual syndrome akan muncul setiap bulannya, antara fase ovulasi dan awal menstruasi berikutnya, dapat dirasakan kira-kira 2 atau 1 minggu sebelum waktu haid kemudian berlanjut beberapa hari setelah menstruasi. Sindrom pramenstruasi ini umum dialami, terutama pada wanita usia subur.

Selanjutnya pada artikel kali ini, Newfemme akan membahas lebih jauh tentang PMS. Mari kita baca bersama!

Gejala

Setiap perempuan mungkin merasakan gejala yang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala ringan hingga sedang, namun beberapanya mungkin sangat berat. Secara fisik, beberapa contohnya yaitu payudara sakit atau bengkak, kram perut, kembung, sembelit, diare, sakit kepala, jerawat, nyeri bagian punggung atau otot, kecanggungan, serta toleransi yang lebih rendah terhadap suara atau cahaya.

Selain gejala fisik, ada pula gejala yang bersifat emosional, mental, dan perilaku seperti mudah marah, lelah, tidur terlalu cepat atau lama, perubahan nafsu makan (meningkat atau menurun), sulit berkonsentrasi, sulit mengingat informasi, kecemasan, kegelisahan, perubahan suasana hati (sedih, menangis, depresi secara tiba-tiba), dan penurunan gairah seks.

Perubahan suasana hati terutama mudah marah sering dirasakan oleh perempuan

Penyebab PMS

Sebenarnya, penyebab terjadinya PMS belum dapat disimpulkan secara ilmiah. Meskipun begitu, ada beberapa teori yang mungkin dapat menjelaskan mengapa sindrom pramenstruasi terjadi. Pertama karena adanya perubahan hormon terutama estrogen dan progesteron. Fluktuasinya yang berubah secara drastis mungkin menyebabkan adanya rasa kecemasan, mudah marah, serta perubahan suasana hati.

Kedua yaitu perubahan yang bersifat kimia pada otak, seperti neurotransmiter serotonin dan norepinefrin. Contohnya adalah norepinefrin yang dilepaskan saat kadar estrogen menurun menyebabkan turunnya produksi dopamin dan serotonin, akibatnya suasana hati berubah. Kesehatan mental adalah faktor ketiga, di mana kejadian depresi dan kecemasan dapat meningkatkan kemungkinan mengalami PMS.

Keempat adalah gaya hidup yang mencakup konsumsi makanan tinggi lemak, gula, serta garam, tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur, kualitas tidur buruk, dan merokok. Terakhir, adanya riwayat PMS dalam keluarga, depresi pascapersalinan, atau gangguan bipolar ternyata dapat memicu terjadinya sindrom ini. Oleh karena itu, kenali faktor-faktor yang mungkin memicu terjadinya hal tersebut ya.

Junk food adalah faktor yang mungkin meningkatkan resiko keparahan PMS

Tips Meringankan Gejala PMS

Strategi-strageti yang dapat Ladies lakukan untuk meredakan gejala PMS baik ringan, sedang, atau berat adalah sebagai berikut:

  1. Tetapkan diet gizi seimbang mencakup karbohidrat, protein, biji-bijian, buah, dan sayuran.

  2. Kurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Anjuran Kementerian Kesehatan RI adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak. Kurangi pula konsumsi kafein atau alkohol.

  3. Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30  menit dalam satu hari. Anjuran Kementerian Kesehatan RI adalah 150 menit dalam seminggu. Berolahraga tidak hanya mampu mengurai kram, namun juga kecemasan dan depresi.

  4. Tidur cukup yaitu 8 jam sehari. Kurangnya waktu tidur dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan murung.

  5. Manage your stress and be relax. Upayakan untuk mengatasi stres sesuai dengan caramu, dapat berupa menulis jurnal, curhat dengan teman, merawat ddiri, relaksasi, atau hobi lainnya.

Adakah obat-obatan yang dijual secara bebas untuk mengurangi gejala ini? Yap, ada. Ibuprofen, aspirin, atau asetaminofen adalah pereda nyeri yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi sakit kepala, kram perut, dan otot. Diureti mungkin dapat digunakan untuk meredakan payudara yang bengkak atau sakit. Heat therapy juga bisa Ladies lakukan, asalkan penggunaannya tepat ya!

Demikian penjelasan terkait PMS, jadi jangan salah lagi dalam penggunaan sebutannya ya! Premenstrual syndrome ini umum terjadi dengan berbagai tingkatan keparahan, dia tidak bisa dihilangkan namun dapat diredakan. Jika gelaja-gejala yang dirasakan sangat parah bahkan sampai memengaruhi aktivitas sehari-hari, tidak seperti biasanya, atau penggunaan obat saja tidak menyebabkan perubahan, yuk konsultasikan pada dokter di Newfemme!

 

Sumber:

Healthline. (2022). PMS: Premenstrual Syndrome Symptoms, Treatments, and More [Online] https://www.healthline.com/health/premenstrual-syndrome#symptoms

Office on Woman’s Health. (2021). Premenstrual syndrome (PMS) [Online] https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/premenstrual-syndrome