Sinusitis: Pengertian, Penyebab dan Pengobatan

Sinusitis: Pengertian, Penyebab dan Pengobatan

Kesehatan 88

Apa itu Sinusitis?

Sinus merupakan rongga kecil yang terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Secara alami, sinus memang menghasilkan lendir, fungsinya yaitu menyaring bakteri serta partikel lain dalam udara yang dihirup. Selain itu, sinus juga memiliki fungsi sebagai organ tubuh yang turut membantu mengendalikan suhu serta kelembapan udara yang dihirup.

Apabila terjadi peradangan, sinus akan memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah sinusitis. Ya, sinusitis adalah kondisi peradangan pada rongga sinus yang menyebabkan penyumbatan di saluran udara tersebut.

Rongga kecilnya terletak di beberapa daerah, yaitu belakang tulang dahi, belakang mata, bagian dalam dari struktur tulang pipi, dan kedua sisi batang hidung. Karena itulah, penderita sinusitis seringkali merasa sakit kepala.

Jenis Sinusitis

Jenis sinusitis dapat dibedakan berdasarkan durasi peradangan yang berlangsung, antara lain:

  • Sinusitis akut: peradangan sinus yang berlangsung sekitar 2 sampai 4 minggu. Jenis sinusitis ini yang paling sering dialami oleh sebagian besar orang.
  • Sinusitis subakut: peradangan sinus yang berlangsung sekitar 4 sampai 12 minggu.
  • Sinusitis kronis: peradangan sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
  • Sinusitis kambuhan: peradangan sinus yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih dalam 1 tahun.

Penyebab Sinusitis

Kondisi ini dapat terjadi akibat virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkan sumbatan pada sinus atau pembengkakan. Beberapa penyebab umum untuk kondisi kronis meliputi:

  • Polip hidung. Pertumbuhan jaringan ini dapat menyumbat saluran hidung atau sinus.
  • Deviasi septum hidung. Septum yang bengkok (dindin di antara lubang hidung) dapat membatasi atau menyumbat saluran sinus. Hal tersebut membuat gejala menjadi lebih buruk.
  • Kondisi medis lainnya. Komplikasi dari kondisi seperti cystic fibrosis, HIV< dan>
  • Infeksi saluran pernapasan. Kondisi seperti pilek, dapat menebalkan selaput sinus dan menghalangi drainase lendir. Penyebab infeksi ini biasanya virus atau bakteri. 
  • Alergi. Peradangan yang terjadi akibat alergi dapat menyumbat sinus.

Faktor Risiko Sinusitis

Sinusitis bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada orang dengan faktor-faktor di bawah ini:

  • Menderita infeksi jamur
  • Menderita infeksi gigi, seperti abses gigi yang tidak diobati
  • Mengalami cedera hidung
  • Memiliki tulang hidung yang bengkok
  • Mengalami pembesaran kelenjar adenoid, yaitu kelenjar yang berada di dalam hidung dan tenggorokan bagian atas
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat suatu penyakit, seperti HIV 
  • Memiliki reaksi sensitif terhadap aspirin
  • Merokok atau sering menghirup asap rokok
  • Sering mengalami perubahan tekanan udara dan air, seperti ketika naik pesawat atau sedang menyelam
  • Terdapat benda asing yang terjebak di dalam hidung
  • Berada di tempat yang ramai dan ada anak lain di sekitarnya yang sedang terkena penyakit
  • Tinggal atau menetap di lingkungan yang berpolusi udara tinggi

Gejala Sinusitis

Gejala sinusitis tergantung pada jenis yang dialami penderitanya. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Gejala sinusitis akut 

Sinusitis akut dapat berlangsung selama 2–4 minggu. Pada kondisi ini, penderita bisa mengalami keluhan-keluhan berikut:

  1. Pilek atau hidung tersumbat
  2. Lendir yang mengalir menetes ke tenggorokan (postnasal drip)
  3. Nyeri di bagian belakang mata, hidung, pipi, atau dahi, yang bisa memburuk ketika membungkuk
  4. Hidung beringus dengan warna kuning atau hijau
  5. Sakit telinga
  6. Sakit kepala
  7. Sakit gigi
  8. Penurunan pada fungsi indera penciuman
  9. Batuk
  10. Bau mulut
  11. Demam
  12. Tubuh terasa lelah
  • Gejala sinusitis subakut

Keluhan sinusitis subakut dapat berlangsung selama 4–12 minggu. Gejala yang dialami penderita sinusitis jenis ini bisa sama dengan sinusitis akut, tetapi tidak parah.

  • Gejala sinusitis kronis

Pada sinusitis kronis, gejalanya sama dengan keluhan sinusitis akut, tetapi lebih ringan dan berlangsung dalam jangka panjang, yakni lebih dari 12 minggu. Gejala sinusitis kronis umumnya muncul secara bertahap dalam hitungan bulan atau bahkan tahun. Penderita kondisi ini juga bisa mengalami gejala-gejala berikut:

  1. Bersin
  2. Sakit tenggorokan
  3. Sakit gigi
  4. Rasa tidak enak di mulut
  5. Kurang sensitif terhadap bau (hiposmia)
  6. Kehilangan penciuman (anosmia)
  7. Batuk kering kronis (terutama pada anak-anak)
  8. Mudah lelah
  • Gejala sinusitis kambuhan

Seseorang dapat dikatakan terkena sinusitis kambuhan jika ia mengalami serangan sinusitis akut sebanyak 4 kali atau lebih dalam 1 tahun. Gejala yang timbul akibat kondisi ini umumnya berlangsung kurang dari 2 minggu setiap kali kambuh.

Pengobatan Sinusitis

Pengobatan sinusitis tergantung pada penyebab sinusitis dan durasi keluhan yang timbul. Penanganan untuk kondisi ini dapat berupa terapi mandiri, obat-obatan, atau operasi. Berikut adalah penjelasannya:

1. Perawatan mandiri

Pada kebanyakan kasus, sinusitis bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, jika gejala sering kambuh, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegahnya kambuh:

  • Menggunakan pelembab udara (humidifier)
  • Menghirup uap dari semangkuk air hangat atau mandi dengan air hangat
  • Menggunakan kompres hangat pada area wajah
  • Membersihkan hidung menggunakan larutan garam yang bisa dibeli di apotek atau dengan buatan sendiri
  • Memperbanyak minum air putih dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Beristirahat dan tidur yang cukup

2. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan untuk pasien sinusitis juga disesuaikan dengan penyebabnya. Obat-obatan yang dapat diresepkan antara lain:

  • Obat antibiotik, untuk mengobati sinusitis yang disebabkan oleh bakteri
  • Obat antijamur, untuk mengatasi sinusitis yang disebabkan oleh infeksi jamur
  • Obat pereda nyeri, misalnya ibuprofen atau paracetamol, untuk meredakan rasa sakit dan demam akibat sinusitis
  • Dekongestan, untuk meredakan hidung tersumbat akibat penumpukan lendir
  • Kortikosteroid semprot hidung, misalnya fluticasone semprot hidung, untuk mencegah dan mengobati peradangan pada sinus
  • Kortikosteroid tablet atau suntik, untuk meredakan peradangan pada sinusitis parah, terutama yang disebabkan oleh polip hidung

3. Operasi

Jika obat-obatan tidak lagi efektif untuk mengobati sinusitis, dokter dapat melakukan functional endoscopic sinus surgery (FESS). Prosedur ini dilakukan untuk membuka atau melebarkan sinus dengan cara:

  • Mengangkat jaringan yang menyumbat saluran sinus, seperti polip hidung
  • Memompa balon kecil untuk membuka saluran sinus yang tersumbat (dilatasi kateter balon)

Selanjutnya, dokter akan memasukkan implan untuk menjaga sinus tetap terbuka dan menambahkan kortikosteroid yang diarahkan ke lapisan sinus. Prosedur FESS dilakukan dengan menggunakan endoskop, yaitu selang kecil elastis yang dilengkapi dengan kamera di bagian ujungnya.

Komplikasi Sinusitis

Apakah sinusitis berbahaya? Sebenarnya kondisi ini memang jarang menimbulkan komplikasi atau sesuatu yang membahayakan. Namun, apabila sinusitis akut tidak mendapatkan pengobatan tepat, kondisi ini berisiko tinggi berkembang menjadi sinusitis kronis. Jika sinusitis kronis juga tidak tertangani, pengidapnya dapat terserang komplikasi berupa:

1. Meningitis

Infeksi yang terjadi pada sinus dapat berpindah ke selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis jika tidak terobati. Meningitis terjadi ketika infeksi penyebab sinusitis menyebar hingga ke dinding otak. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan pada sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

2. Berkurang atau Hilangnya Kemampuan Indra Penciuman

Infeksi dapat memicu peradangan pada saraf penciuman. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya kemampuan indra penciuman secara sementara atau permanen.

3. Gangguan Penglihatan

Komplikasi kondisi ini biasanya menyebabkan sejumlah gejala. Mulai dari pembengkakan kelopak mata, gangguan penglihatan, sulit menggerakkan bola mata, dan gangguan mata lainnya berdasarkan dengan lokasi infeksinya. Tanpa penanganan, komplikasi sinusitis ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, dan bahkan kebutaan permanen.

Pencegahan Sinusitis

Sinusitis sulit untuk dicegah, tetapi risiko terjadinya kondisi ini dapat dikurangi dengan melakukan sejumlah upaya berikut: 

  • Menghindari paparan alergen jika memiliki alergi, misalnya terhadap debu atau makanan tertentu
  • Tidak merokok dan sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok 
  • Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
  • Mengelola stres dengan baik dan beristirahat yang cukup
  • Minum air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi
  • Mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun, untuk menjaga kekebalan tubuh
  • Menggunakan pelembab udara, terutama ketika cuaca kering
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sakit
  • Berobat ke dokter gigi jika terdapat gigi yang berlubang

Jika kamu mengalami gejala yang berhubungan dengan sinus atau masalah ini sering kambuh, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan.