Sembelit (Konstipasti): Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sembelit (Konstipasti): Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Kesehatan 70

Pengertian Konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi yang ditandai dengan sulit buang air besar (BAB) atau frekuensi BAB yang lebih sedikit daripada biasanya. Kondisi ini sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak mengonsumsi cukup serat. 

Frekuensi buang air besar pada setiap orang bisa berbeda-beda. Normalnya, frekuensi buang air besar adalah 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu. Pada penderita konstipasi, tinja menjadi kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan dari anus. Akibatnya, frekuensi BAB menjadi kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Orang-orang dari segala usia dapat mengalami sembelit sesekali. Ada juga orang dan situasi tertentu yang lebih cenderung mengarah pada konstipasi yang lebih konsisten atau konstipasi kronis. 

Penyebab Konstipasi

Penyumbatan di usus besar atau rektum dapat memperlambat atau menghentikan gerakan tinja. Kemungkinan penyebab konstipasi adalah:

  • Robekan kecil di kulit sekitar anus (fisura anus).
  • Penyumbatan di usus (obstruksi usus).
  • Kanker usus besar.
  • Penyempitan usus besar (striktur usus).
  • Kanker perut lainnya yang menekan usus besar.
  • Kanker rektal.
  • Rektum menonjol melalui dinding belakang vagina (rektokel).

Sembelit juga bisa terjadi karena masalah pada saraf di sekitar usus besar dan rektum. Masalah ini dapat memengaruhi saraf yang menyebabkan otot-otot di usus besar dan rektum berkontraksi dan memindahkan tinja melalui usus. Penyebabnya antara lain:

  • Kerusakan pada saraf yang mengontrol fungsi tubuh (neuropati otonom).
  • Penyakit Parkinson.
  • Cedera saraf tulang belakang.
  • Cedera atau trauma.

Selain itu, masalah pada otot panggul yang terlibat dalam buang air besar juga dapat menyebabkan sembelit kronis, seperti:

  • Ketidakmampuan untuk mengendurkan otot panggul untuk memungkinkan buang air besar (anismus).
  • Otot panggul yang tidak mengoordinasikan relaksasi dan kontraksi dengan benar (dyssinergia).
  • Otot panggul melemah.

Selain berbagai penyebab tadi, konstipasi juga bisa terjadi karena faktor hormonal. Hormon dapat membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh. Penyakit dan kondisi yang mengganggu keseimbangan hormon dapat menyebabkan sembelit, termasuk:

  • Diabetes.
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme).
  • Kehamilan.
  • Tiroid kurang aktif (hipotiroidisme).

Faktor Risiko Konstipasi

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami konstipasi, antara lain:

  • Jenis kelamin yaitu konstipasi lebih sering terjadi pada perempuan daripada pria, terutama pada masa sebelum menstruasi dan masa kehamilan.
  • Faktor usia, konstipasi juga lebih sering terjadi pada lansia.
  • Pola makan yaitu makan makanan yang rendah serat.
  • Kurang aktif secara fisik seperti Jarang atau tidak berolahraga sama sekali.
  • Minum obat-obatan tertentu termasuk obat penenang, atau obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Memiliki kondisi kesehatan mental, seperti depresi.

Gejala Konstipasi

Gejala sembelit secara umum adalah sulit buang air besar, dan frekuensinya kurang dari 3 kali dalam seminggu. Tanda dan gejala sembelit kronis meliputi:

  • Memiliki tinja yang padat atau keras.
  • Mengejan untuk buang air besar.
  • Merasa seolah-olah ada penyumbatan di rektum yang mencegah buang air besar.
  • Merasa seolah-olah tidak dapat sepenuhnya mengosongkan tinja dari rektum.
  • Membutuhkan bantuan untuk mengosongkan rektum. Misalnya menggunakan tangan untuk menekan perut dan menggunakan jari untuk mengeluarkan tinja dari rektum.

Pengobatan Konstipasi

Cara mengatasi sembelit yang disarankan medis, yaitu:

Perubahan Diet dan Gaya Hidup

Penanganan konstipasi kronis umumnya dimulai dari perubahan diet dan gaya hidup. Tujuannya untuk meningkatkan kecepatan pergerakan feses melalui usus. Dokter dapat merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi konstipasi, yakni:

  • Meningkatkan konsumsi serat. Menambahkan serat pada diet dapat meningkatkan massa feses dan mempercepat perjalanannya melalui usus. Tingkatkan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, roti, dan sereal kaya serat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aktivitas otot pada usus bila dilakukan secara rutin.
  • Hindari menahan buang air besar. Alokasikan waktu untuk melakukan buang air besar tanpa gangguan dan tanpa merasa terburu-buru.
  • Melatih otot dasar panggul. Melakukan latihan otot dasar panggul bersama terapis yang terlatih dapat membantu proses buang air besar.

Bila perubahan gaya hidup tidak menunjukkan adanya perbaikan, dokter dapat meresepkan obat-obatan sebagai cara mengatasi sembelit. Obat yang diberikan biasa adalah pencahar, yang bertujuan melancarkan buang air besar, bergantung dari derajat keparahan keluhan.

Beberapa jenis pencahar wajib dikonsumsi dalam pengawasan dokter. Khususnya, jenis pencahar yang bekerja dengan menstimulasi usus untuk berkontraksi. Pencahar jenis ini sebaiknya dikonsumsi hanya dalam jangka pendek.

Pencegahan Konstipasi

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya konstipasi kronis, yaitu:

  • Mengonsumsi diet yang mencakup makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, sereal, dan sebagainya.
  • Mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup.
  • Memastikan tubuh tetap aktif dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
  • Melakukan manajemen stres yang baik.
  • Tidak menahan buang air besar.
  • Mencoba mengatur jadwal buang air besar secara rutin.
  • Memastikan bahwa anak yang sudah mengonsumsi makanan padat mendapatkan serat yang cukup dalam diet sehari-hari.

Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala sembelit, seperti merasa ada penyumbatan pada rektum atau keluarnya tinja yang padat dan keras, segera kunjungi faskes terdekat untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Jika dibiarkan, sembelit dapat memicu berbagai komplikasi seperti pembengkakan pembuluh darah di anus atau wasir yang berbahaya. Oleh karena itu, munculnya gejala terkait sembelit harus segera ditangani.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!