Tempe: Makanan Murah tapi Bergizi

Tempe: Makanan Murah tapi Bergizi

Kesehatan 56

Mengutip dari U.S. Department of Agriculture (USDA), dalam 100 gram tempe terkandung 192 gram kalori, 20.3 gram protein, 10.8 gram lemak, 7.64 gram karbohidrat, 111 milligram kalsium, 2.7 gram zat besi, 81 milligram magnesium, 266 miligram fosfor, 412 milligram kalium, natrium 9 milligram, dan asam folat 24 milligram.

Seperti makanan yang terbuat dari kedelai lainnya, tempe mengandung isoflavon, yaitu fitoestrogen yang bersifat sebagai antioksidan. Tempe tergolong sebagai produk kedelai yang lebih padat gizi, sehingga cocok menjadi alternatif sumber protein bagi seorang vegan atau vegetarian dengan karbohidrat dan natrium yang lebih rendah.

Manfaat

Tempe adalah makanan yang murah dan bergizi. Ia pun dapat dengan mudah kita temukan di mana-mana, baik itu pasar maupun supermarket. Dengan berbagai kandungan gizi didalamnya, tempe menjadi salah satu produk asli Indonesia yang dapat mendatangkan segudang manfaat. Mulai dari kesehatan saluran cerna hingga kesehatan tulang. Yuk intip apa saja kegunaannya!

1. Meningkatkan Kesehatan Saluran Cerna

Fermentasi pada proses pembuatan tempe dari kedelai akan memecah asam fitat, yang mana tugasnya adalah untuk meningkatkan pencernaan dan penyerapan. Makanan fermentasi seperti tempe adalah sumber probiotik (bakteri baik) yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Tak hanya probiotik, tempe juga kaya akan prebiotik (makanan bagi bakteri), sehingga mendukung pertumbuhan bakteri baik dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek yang penting bagi sel-sel usus besar.

Tempe mengandung probiotik dan prebiotik yang bagus untuk kesehatan saluran cerna

2. Kaya Protein untuk Kenyang Lebih Lama

Tempe adalah makanan nabati yang kaya akan protein. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein dalam jumlah banyak dapat meningkatkan metabolisme, membantu membakar lebih banyak kalori, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi rasa lapar. Dalam hal pengendalian nafsu makan, protein kedelai tergolong sama efektifnya dengan protein dari daging.

3. Membantu Menurunkan Kolesterol Darah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tempe mengandung isoflavon, yaitu senyawa tanaman (fitoestrogen) yang dapat menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), serta trigliserida. Dengan manfaatnya ini, konsumsi tempe dapat membantu kita meningkatkan kesehatan jantung serta mengurangi risiko kejadian penyakitnya.

4. Mengurangi Stres Oksidatif

Selain membantu menurunkan kolesterol, Isoflavon kedelai dalam tempe juga bertindak sebagai antioksidan, yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi stres oksidatif. Itulah yang mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Yang lebih luar biasanya lagi, dibandingkan dengan kedelai biasa, tempeh memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi.

5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik, sehingga penting untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Asupan kalsium yang cukup dari tempe dapat mencegah kerapuhan tulang, sehingga mencegah terjadinya osteoporosis. Tak hanya bagi orang dewasa, tempe juga dapat membantu mendukung pertumbuhan tulang pada anak-anak dan remaja. Proses penyerapan kalsium dari tempe sama baiknya dengan kalsium dari produk susu. 

Hati-hati Alergi

Secara umum, mayoritas orang dapat mengonsumsi tempe tanpa adanya efek samping. Namun, bagi mereka yang memiliki alergi terhadap kedelai, maka sebaiknya membatasi atau bahkan menghindarinya sama sekali. Tergantung batas toleransinya, tempe dapat menyebabkan gejala seperti bercak merah yang gatal dan terasa seperti terbakar, pembengkakan, hingga kesulitan bernapas.

Orang yang alergi kedelai harus berhati-hati dengan konsumsi tempe

Jadi, meskipun harganya murah, tidak menandakan bahwa tempe mengandung zat gizi yang rendah pula. Justru tempe menjadi sumber protein dan kalsium yang baik. Selain itu, ia juga mengandung antioksidan bernama isoflavon. Kamu dapat mengolah tempe sesukamu, baik itu digoreng, tumis, atau panggang. Kalau Ladies sukanya tempe diolah apa nih?