Potensi Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Bukan Sekedar Bumbu Dapur

Potensi Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Bukan Sekedar Bumbu Dapur

Kesehatan 52

Daun salam adalah bumbu dapur yang biasa digunakan untuk berbagai macam hidangan karena rasanya yang ringan. Ia ditambahkan saat memasak dan dikesampingkan sebelum dikonsumsi. Sebagai penyedap dalam makanan, daun salam akan berbeda-beda jenisnya tergantung pohon asalnya, seperti daun salam Indonesia, daun salam California, daun salam India, hingga daun salam Turki.

Daun salam biasanya digunakan dalam bentuk daun kering yang utuh, tetapi juga tersedia dalam bentuk bubuk. Daun salam tergolong aman penggunaannya sebagai bumbu dalam masakan ataupun diseduh menggunakan air hangat menjadi teh herbal. Namun, tidak boleh dimakan mentah atau dimakan begitu saja dalam jumlah banyak karena akan sulit dikunyah dan dicerna oleh tubuh.

Kandungan Gizi

Melansir dari laman WebMD, kandungan gizi daun salam yang dihancurkan dalam satu sendok adalah 5,5 kalori, 0.1 gram protein, 0.1 gram lemak, dan 1.3 gram karbohidrat. Daun salam juga mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang kecil, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, vitamin B2, kalsium, zat besi, tembaga, magnesium, zink, dan mangan.

Meskipun dalam jumlah sangat sedikit, daun salam tetap mengandung vitamin dan mineral

Potensi Manfaat

Penelitian terkait daun salam masih sangat terbatas, sehingga membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan seberapa banyak atau seberapa efektif khasiatnya. Meskipun begitu, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengetahuinya. Beberapa potensi manfaat yang pernah diuji dalam studi awal adalah sebagai berikut:

  • Membantu menangani gejala saluran cerna: teh yang terbuat dari daun salam diketahui dapat membantu meringankan sakit perut, melancarkan buang air kecil, serta mencegah kerusakan lambung

  • Membantu menangani gejala saluran pernapasan: daun salam bisa bertindak sebagai essential oil yang dapat membantu meredakan tekanan sinus, dan hidung tersumbat

  • Membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2: teh yang terbuat dari daun salam diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah

  • Membantu melawan sel kanker: daun salam dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan kanker kolorektal

  • Membantu menyembuhkan luka: daun salam memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan pada area luka, sehingga terjadi proses percepatan penyembuhannya

  • Membantu fungsi kognitif: daun salam memiliki kemampuan untuk memperbaiki kondisi penurunan atau gangguan dalam fungsi kognitif, seperti fokus dan daya pikir

  • Melawan infeksi jamur: daun salam memiliki sifat antijamur, sehingga dapat melindungi kulit dari infeksi atau iritasi

  • Membantu mengurangi stres dan kecemasan: daun salam mengandung linalool yang mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan, mengurangi depresi, serta memiliki efek penenang

  • Mengatasi masalah rambut: air rebusan daun salam yang dioleskan ke kulit kepala setelah keramas diketahui dapat menghilangkan ketombe

Daun salam mungkin berpotensi untuk kesehatan saluran cerna, saluran pernapasan, diabetes, antikanker, antijamur, hingga mengurangi stres

Daun salam selain dijadikan sebagai bumbu dapur, ternyata juga diduga memiliki potensi baik bagi kesehatan. Meskipun penelitian sangat terbatas, tidak ada salahnya kita untuk mengambil sisi positifnya, mulai dari manfaatnya untuk pencernaan, pernapasan, diabetes, kanker, penyembuhan luka, antijamur, mengurangi stres, hingga masalah rambut. Jadi, daun salam bukan hanya sehelai daun yang kita sisihkan setelah memasak, tetapi juga sebagai bumbu yang punya potensi baik bagi kesehatan.