Apakah Daging Sapi Perlu Dicuci?

Apakah Daging Sapi Perlu Dicuci?

Kesehatan 66

Mikroorganisme berbahaya yang dapat terkandung di dalam potongan daging sapi adalah Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes. Jika mengonsumsi daging yang terkontaminasi, seseorang dapat mengalami gejala saluran cerna. Salah satunya yang parah adalah diare berdarah. Namun tidak perlu khawatir, bakteri-bakteri  tersebut akan mati jika daging dimasak hingga matang secara menyeluruh. 

Umumnya jika membeli daging sapi di supermarket, mereka sudah punya ketentuan tersendiri demi menjaga kualitas dan keamanannya. Namun, jika kamu membelinya di tempat tradisional, maka pastikan terlebih dahulu kebersihan penjual hingga tempat di mana daging tersebut diletakkan. Hal ini utamanya bertujuan agar daging sapi yang kamu beli setidaknya memiliki kualitas yang cukup terjaga.

Warna

Warna merah pada daging sapi disebabkan karena adanya protein yang disebut dengan mioglobin. Protein ini menahan oksigen di otot. Semakin banyak mioglobin, maka semakin merah warnanya. Ketika disimpan di kulkas selama lebih kurang 5 hari, warnanya mungkin berubah menjadi cokelat karena perubahan kimiawi mioglobin. Semakin lama akan semakin cokelat warnanya, menjadi rusak, berbau tidak sedap, serta lengket.

Warna merah pada daging sapi disebabkan karena adanya protein mioglobin

Penanganan yang Aman

Berdasarkan pedoman USDA, daging sapi tidak perlu dicuci sebelum dimasak, karena proses pemanasan dengan api yang akan memusnahkan bakterinya. Ketika berbelanja daging sapi, baik segar maupun ready-prepared, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait penanganannya mulai dari saat proses pembelian hingga dibawa pulang. Berikut penjelasannya:

1. Daging Sapi Segar Mentah

Pastikan untuk meminta daging sapi dimasukkan ke dalam plastik, periksa apalah terdapat kebocoran atau tidak sebelum diletakkan di keranjang belanja. Hal ini bertujuan agar darah atau cairan dari daging sapi tidak mengkontaminasi makanan lainnya. Dikarenakan daging sapi mudah rusak, maka ia harus segera disimpan dalam suhu dingin.

Suhu pendinginan minimal untuk daging sapi adalah 4,4°C di dalam kulkas dengan batas waktu penggunaan 3 hingga 5 hari. Daging bisa disimpan dalam kemasan aslinya atau dibungkus ulang. Namun, jika masih akan digunakan dalam waktu yang lebih lama, maka daging sapi harus dibekukan dalam freezer dengan suhu minimal -17.8°C. Daging harus disimpan dalam freezer bag untuk mencegah freezer burn.

2. Daging Sapi Ready-Prepared

Daging sapi ready-prepare adalah daging yang dibeli dalam keadaan sudah matang, contohnya hamburger dan steak. Konsumsilah dalam waktu 2 jam jika suhu udara di atas 32,2°C. Namun jika tidak langsung dikonsumsi, maka simpanlah di kulkas pada suhu 4,4°C di dalam wadah dangkal yang tertutup.

Hidangan sapi yang sudah dimasak ini harus dikonsumsi dalam waktu 3 hingga 4 hari. Dengan catatan, sebelumnya harus dipanaskan hingga mengepul pada suhu minimal 74°C setelah dari kulkas. Namun jika akan dibekukan, konsumsilah dalam jangka waktu 4 bulan. Hal ini bertujuan agar daging dikonsumsi selagi kualitasnya masih  baik. 

Daging sapi segar dan siap saji memiliki metode penanganan yang berbeda

Daging sapi dapat secara alami maupun tidak mengandung bakteri berbahaya, mulai dari Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes. Pun, sebelum dimasak, daging sapi juga tidak perlu dicuci, lho. Cara satu-satunya untuk memusnahkannya adalah dengan memasak daging sapi. Siapa yang sudah melakukannya dengan benar?