Cek Fakta: Benarkah Kopi Hitam dapat Cegah Kejang pada Bayi?

Cek Fakta: Benarkah Kopi Hitam dapat Cegah Kejang pada Bayi?

Kesehatan 88

Apa benar kopi bisa mencegah kejang pada bayi?

Kejang demam atau step adalah kondisi yang biasanya terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi 38 derajat Celsius. Keadaan ini biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang bisa terjadi dalam beberapa bentuk, seperti seluruh tubuh kaku dan tidak dapat dilemaskan, atau justru menggelepar-gelepar. Bola mata biasanya akan melihat ke arah atas dan anak kehilangan kesadarannya. Bisa anak mengalami ngompol atau mulut mengeluarkan busa yang berasal dari air liur. 

Lalu, apakah kondisi tersebut bisa diobati dengan memberikan anak kopi? Sebenarnya, memberikan kopi untuk mencegah step pada bayi bukanlah ide yang baik. Pada kondisi normal, tubuh memiliki refleks untuk menutup jalan napas ketika menelan makanan atau minuman. Hal ini bertujuan agar makanan atau minuman tidak masuk ke saluran pernapasan. 

Lain halnya ketika terjadi kejang. Pada kondisi ini, tubuh kehilangan refleks sehingga makanan sangat mungkin masuk ke saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan tersedak, sekalipun yang masuk adalah cairan. Faktanya, makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari batuk ringan, hingga radang paru. Hal tersebut bahkan dapat menyebabkan henti jantung, yang bisa berujung kematian.

Hal buruk tersebut diperparah, karena anak juga diberi asupan kopi. Seperti diketahui, kopi adalah minuman yang mengandung kafein. Zat ini adalah stimulan yang mampu memicu munculnya efek berikut ini:

  • Gemetar dan gugup
  • Nyeri perut atau rasa begah
  • Nyeri kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur 
  • Denyut jantung meningkat
  • Tekanan darah meningkat

Pada bayi dan anak kecil, dosis kafein yang sedikit pun sudah dapat menimbulkan efek tersebut. Parahnya, efek ini dapat bertahan lebih lama dibandingkan pada orang dewasa. Oleh karena itu, memberikan kopi pada anak tidaklah direkomendasikan, apalagi saat sedang sakit. 

Intinya, memberikan kopi kepada anak yang kejang adalah tindakan berbahaya dan mesti dihindari. Lagi pula, belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan terkait manfaat kopi untuk anak kejang. Bukannya mengobati, kopi malah bisa merangsang kejang pada orang yang rentan. Minuman berkafein tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas obat antikejang, lho

Bahaya pemberian kopi pada anak

Bukan hanya tidak terbukti efektif mencegah kejang. Di sisi lain, konsumsi kafein pada anak justru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, antara lain sebagai berikut.

1. Berisiko menyebabkan jantung berdebar pada anak

Aritmia atau gangguan irama jantung dapat terjadi pada anak jika minum kopi dalam jumlah yang berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan takikardia atau jantung berdebar lebih cepat dari yang seharusnya. Bayi yang mengalami takikardia biasanya memiliki denyut jantung lebih dari 160 detak per menit (bpm) saat kondisi diam. Padahal, denyut jantung normal pada bayi seharusnya tidak melebihi 140 bpm. 

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa detik, menit, atau bahkan berjam-jam. Gejala takikardia meliputi rasa pusing, lemah, dan rasa tidak nyaman di dada. Jika tetap memberikan kopi, malah semakin meningkatkan risiko gangguan saraf dan memperparah kejang yang anak alami. Karena bayi memiliki berat badan yang jauh lebih ringan daripada orang dewasa, maka dengan meminum satu sendok kopi saja, ia sudah dapat mengalami gejala ini.

2. Menyebabkan bayi kekurangan cairan

Bukannya mencegah step pada bayi, kopi justru dapat menyebabkan berbagai gangguan pada si kecil. Kafein dalam dosis rendah sekalipun bisa membuat ia sakit kepala, sakit perut, atau bahkan diare. Selain itu, konsumsi kafein juga dapat memicu buang air kecil. Jika kondisi ini terjadi, maka akan akan berisiko mengalami dehidrasi.

3. Menyebabkan anak sulit tidur

Kafein dalam kopi pada dasarnya berfungsi sebagai obat stimulan yang berfungsi merangsang sistem saraf pusat. Ini bisa membuat seseorang merasa lebih energik dan terhindar dari rasa kantuk. Jika zat ini diberikan kepada bayi, ia justru akan semakin susah tidur, gelisah dan moodnya memburuk. Akibatnya ia akan menjadi semakin rewel dan sulit untuk beristirahat.

4. Menghambat tumbuh kembang anak

Menurut International Journal of Environmental Research and Public Health, terdapat lebih dari 5.000 penelitian yang menyimpulkan efek negatif kafein pada anak, termasuk menghambat proses pertumbuhannya. Oleh karena itu, mencegah step pada bayi dengan kopi sebaiknya tidak perlu Anda lakukan karena hanya akan berdampak buruk bagi perkembangannya.

Bukan dengan Kopi, Ini Cara Cegah Kejang yang Benar

Kejang demam adalah hal yang dapat dikategorikan sebagai kondisi ringan. Selain itu, penyebab yang mendasari kejang demam juga belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan untuk kejang umumnya tidak diperlukan. Terkecuali, pada kasus berat dan di bawah pengawasan dokter secara langsung. 

Namun, guna menurunkan risiko perburukan kondisi akibat kejang demam, beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Memberikan Obat Penurun Panas

Sebenarnya, belum terbukti bahwa memberikan obat penurun panas dapat mencegah kejang demam. Namun, para ahli tetap menganjurkan pemberian obat penurun panas ketika anak demam. Pastikan orangtua memberikan obat penurun panas sesuai dosis yang dibutuhkan anak agar hasilnya efektif. 

Obat penurun panas membutuhkan waktu untuk bekerja, sehingga tidak bisa langsung menurunkan demam anak. Selain itu, selama penyakit yang mendasari masih ada, demam mungkin akan naik kembali. Karenanya, orangtua mungkin perlu mengulang pemberiannya setiap 4–6 jam sekali. 

2. Memberikan Terapi Penunjang untuk Membantu Menurunkan Demam

Selain memberikan obat penurun panas, orangtua juga bisa memberikan terapi tambahan untuk membantu meredakan demam. Beberapa terapi tersebut, misalnya:

  • Memberikan cairan yang cukup
  • Memakaikan baju yang longgar dan tipis
  • Mengompres dahi, leher, dan ketiak dengan air suam-suam kuku
  • Melakukan skin to skin contact
  • Menjaga suhu ruangan nyaman alias tidak terlalu panas atau dingin

3. Memberikan Terapi atas Penyakit yang Menyebabkan Demam

Demam dapat terjadi karena infeksi virus ataupun bakteri. Untuk memastikannya, Anda perlu berobat ke dokter. Apabila demam terjadi akibat infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang wajib dikonsumsi sesuai anjuran. Obat ini hanya efektif untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri, ya!

Karenanya, apabila demam terjadi akibat infeksi virus, obatnya bukanlah antibiotik. Untuk kasus demam akibat virus, orangtua perlu memastikan bahwa anak cukup beristirahat, cukup minum, serta cukup mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. 

4. Perhatikan ini Jika Anak Kejang Kembali

Apabila kejang demam anak kembali “kambuh”, berikut ini hal-hal yang mesti orangtua perhatikan:

  • Usahakan tetap tenang dan tidak panik
  • Kendurkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher.
  • Jika anak tidak sadar, posisikan ia terlentang dengan kepala miring ke samping agar bila muntah tidak tersedak. 
  • Jangan berusaha menghentikan kejang dengan menahan tubuh anak
  • Bersihkan muntahan atau lendir bila ada di mulut atau hidung
  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak, baik cairan, makanan, sendok, jari, atau lainnya. Risiko lidah tergigit memang ada, tapi mencoba memasukkan sesuatu ke mulut berisiko lebih buruk
  • Observasi bentuk kejangnya dan perhatikan berapa lama
  • Tetap bersama anak selama kejang
  • Bila sudah pernah dilatih oleh dokter, orangtua dapat memberikan obat diazepam melalui anus
  • Segera bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit 

Memberikan kopi untuk anak kejang hanyalah mitos menyesatkan. Bukannya menyembuhkan, tindakan tersebut malah membuat anak dalam bahaya.

Awas, jangan sampai Anda terjebak dengan mitos menyesatkan lainnya. Apabila Anda membutuhkan kepastian terkait kabar kesehatan yang ditemukan di lingkungan sekitar, segera konsultasikan kepada dokter melalui Aplikasi Newfemme.